
Mentari yang mendapat kabar akan kedatangan Angel, dan sedang berada di ruang khusus tamu. Dia menyangka kalau William sedang berada di sana bersama Angel, karena di dalam ruang kantornya tidak ada keberadaan suaminya itu.
Saat masuk ke dalam ruangan itu, Mentari hanya melihat Angel seorang diri. Tidak ada William di sana.
"Angel apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Mentari dengan menatapnya tajam.
"Tentu saja untuk menemui William! Karena ada sesuatu hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya," jawab Angel sambil tersenyum mengejek ke arah Mentari.
"Kamu itu ternyata tidak tahu malu, ya! Suka mendatangi suami orang, dengan bebasnya," Mentari membalas ejekan Angel.
"Ya, karena kamu sudah bilang begitu. Sekalian saja aku akan bilang kepadamu ...," kata Angel dengan nada bicara yang sinis. "Akan aku rebut kembali William, agar dia selalu ada disisiku, dan membuang kamu!"
"Dasar wanita gila!" Mentari yang mendengarnya menjadi sangat emosi.
Angel melihat ada bayangan orang di depan pintu ruangan itu.
Sedangkan posisi Mentari membelakangi pintu masuk jadi dia tidak tahu kalau akan ada orang yang masuk. Tiba-tiba tangan Mentari ditarik oleh Angel. Kemudian menamparkannya ke pipi Angel. Seolah-olah Mentari yang menampar pipi Angel. Bahkan Angel sampai menjatuhkan dirinya ke lantai.
Mentari terkejut dengan apa yang baru saja sudah dilakukan oleh Angel kepada dirinya sendiri. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Mentari dengan suaranya yang meninggi.
William yang mendengar kalau Angel datang lagi ke kantornya merasa kesal. Untungnya sekretaris memasukkannya ke ruang penerimaan tamu. Betapa terkejutnya dia saat membuka pintu melihat Mentari menampar Angel sampai jatuh ke lantai.
"Angel!" Suara William yang panik langsung memenuhi ruangan itu, dan langsung berlari ke arah Angel untuk membantunya berdiri.
"Ada apa ini?" tanya William kepada Angel dan Mentari.
"Mentari tiba-tiba menamparku! Sakit sekali … dia melakukannya dengan sangat keras!" Angel menangis mengaduh kesakitan.
Mentari yang mendengar penuturan Angel, tidak terima dituduh seperti itu. Karena dirinya tidak merasa menampar Angel. "Angel menampar dirinya sendiri memakai tanganku," bantah Mentari dengan suaranya yang tinggi.
"Bohong! Dia datang marah-marah. Kemudian menamparku sampai aku terjatuh," Angel juga membantah ucapan Mentari.
Terjadi percekcokan antara Mentari versus Angel di dalam ruang tamu itu. William yang sedang pusing mengurusi masalah pekerja yang ada di perkebunan jagungnya. Kini harus dihadapkan lagi dengan pertengkaran dua wanita di hadapannya.
"Kalian berdua berhenti!" teriak William agar kedua wanita di hadapannya ini berhenti saling tuduh.
__ADS_1
Keduanya langsung terdiam, saat mendengar teriakan William. Mentari yang kesal langsung duduk di sofa. Angel juga melakukan hal yang sama setelah melihat Mentari duduk terlebih dahulu. William pun menarik napasnya, dan menghembuskannya dengan kasar.
"Baby, kamu tunggu di ruang kerjaku." William melihat ke arah Mentari.
Mentari yang disebut oleh William, merasa terkejut. Dia melihat ke arah suaminya, untuk memastikan, kebenaran apa yang didengar olehnya barusan. Kalau suaminya sudah mengusirnya dari ruangan itu.
"Iya, Baby. Aku tidak mau mengulang perintahku," kata William saat kedua mata mereka saling beradu pandang.
Mentari langsung berdiri dan melihat Angel tersenyum licik kepadanya. Tanpa berbicara apa-apa lagi, Mentari langsung keluar dari ruangan itu. Bukan pergi ke ruang kantor William, tetapi pergi meninggalkan kantor perusahaan milik suaminya itu. Dia sangat marah dan kecewa kepada William.
Sementara itu Angel yang hatinya merasa melambung tinggi. Langsung berdiri dan memeluk William,"aku merindukanmu, Sayang."
William langsung melepaskan Angel yang memeluk tubuhnya. Dia tidak suka kalau ada wanita lain yang memeluk tubuhnya. Baginya hanya Mentari yang boleh melakukan itu padanya.
"Lepaskan Angel! Sudah berapa kali, aku bilang. Jangan pernah memeluk aku lagi!" kata William saat mendorong tubuh Angel agar menjauh darinya.
"Aku sungguh merindukan dirimu. Kamu tidak menjenguk aku lagi di rumah sakit," kata Angel sambil merengek meniru apa yang sering Mentari lakukan kepada William.
Diam-diam Angel menyuruh seseorang untuk memata-matai Mentari. Apa yang dilakukannya, kesukaannya, kebiasaannya, dan apapun hal yang berkaitan dengan Mentari. Angel ingin tahu, wanita yang sudah membuat William bertekuk lutut padanya.
Angel sangat kesal mendengar ucapan William untuknya. Bagaimanapun dia ingin kembali lagi ke dalam pelukan mantan kekasihnya itu.
"Sekarang pulanglah. Aku sedang sibuk!" Kata William sambil membalikan badannya.
Angel dengan sigap memeluk tubuh William dari belakang. Dia menangis tersedu-sedu, di punggung William. Angel tidak mau kalau harus berpisah lagi dengan William. Orang yang selalu melindunginya semenjak usianya baru beranjak remaja.
William pun berusaha melepaskan tangan Angel yang memeluknya erat itu. Namun Angel malah semakin mempererat pelukannya. Akhirnya William membiarkan Angel yang sedang menangis itu, memeluk dirinya. Sampai hampir setengah jam, mereka berdiri terpaku di sana.
******
Mentari melepas semua benda-benda yang ada di badannya yang sudah dipasangi alat pelacak. Termasuk cincin kawin miliknya. Semuanya dia simpan di dalam tas mobilnya yang terparkir di area khusus milik kantor perusahaan suaminya. Mentari hanya membawa uang cash saja.
Mentari menaiki bus menuju ke daerah pantai. Hanya berbekal uang yang tidak terlalu banyak. Dia jalan-jalan di sana menikmati hembusan angin yang membelai tubuhnya. Dengan melihat pemandangan alam, dia bisa melupakan sejenak masalahnya.
"Aku kenapa ya? Akhir-akhir ini jadi mudah emosian," gumam Mentari sambil merentangkan kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya. Menikmati hembusan angin yang terus bertiup tanpa henti. Pashmina yang dikenakannya ikut berkibar.
__ADS_1
Mentari jalan-jalan seorang diri di sana. Mungkin karena cuaca masih dingin, jadi tidak ada orang yang mau menghabiskan waktunya di tempat banyak air. Mentari pun mengeratkan mantelnya yang sangat tebal itu. Saat hari mulai sore dan suhu semakin dingin.
Mentari masuk ke sebuah restoran kecil yang ada di pinggir pantai. Dia memesan satu gelas coklat panas. Bahkan dia juga minta izin kepada pemilik restoran untuk melaksanakan sholat ashar disana.
Pemilik restoran itu seorang single parents bernama Maria, yang mempunyai seorang anak perempuan berusia tiga tahun. Dia melanjutkan restoran peninggalan orang tuanya yang sudah meninggal.
Mentari banyak berbagi cerita di sana. Mendengarkan kisah cinta Maria yang harus kandas, karena adanya orang ketiga dalam hubungan mereka. Bahkan kekasihnya tidak tahu kalau Maria sedang mengandung anaknya. Kekasihnya itu tidak mengakui anak dalam kandungannya. Mendengar cerita Maria membuat Mentari ikut bersedih.
Mentari merasa kalau saat ini dirinya juga, seperti Maria. Ada wanita lain yang mengganggu hubungan dengan suaminya. Mentari berpikir kalau, ternyata laki-laki itu tidak beda jauh sifat busuknya. Mudah tergoda dengan yang lain.
Tidak terasa Mentari dan Maria berbicara sampai malam. Bahkan mereka makan malam bersama. Maria pun meminta Mentari untuk menginap di rumahnya. Namun dengan halus Mentari menolaknya. Bagaimanapun juga dia seorang istri yang tidak baik meninggalkan rumahnya, hanya karena sedang marah.
Mentari pun pulang dengan taxi, karena sudah tidak ada lagi jadwal bus yang menuju kota tempat tinggalnya. Mentari tadi meninggalkan rumah Maria sekitar jam delapan malam. Memakan waktu satu jam lebih untuk sampai ke rumah William, meski taxi itu sudah memaksimalkan laju kendaraannya.
Mentari sampai ke rumah hampir jam sepuluh malam. Belum lagi dari gerbang ke rumahnya lumayan jauh. Sampai-sampai kepala pelayan harus menjemputnya.
William dengan memasang wajahnya yang menahan marah. Berdiri di depan pintu rumahnya, untuk menyambut istrinya yang sudah kabur.
******
TEMAN-TEMAN KLIK TANDA JEMPOLNYA YA. KARENA BAGI PARA AUTHOR, LIKE DAN KOMENTAR ITU SANGAT BERARTI.
GRATIS !!!! KLIK TANDA LIKE ITU NGGAK AKAN MENGURANGI POIN KALIAN.
KITA SEBAGAI PEMBACA DAN PENULIS HARUS SALING MENDUKUNG.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA MUMPUNG HARI SENIN.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
******
__ADS_1