
Mentari menatap tajam kepada William yang diam tidak membalas perkataannya. Hampir setengah jam mereka berdua sama-sama terdiam. Dirasa sudah tidak ada yang akan dibicarakan lagi. Maka Mentari pun beranjak dari tempat duduknya, dan pergi meninggalkan William yang masih terdiam di tempatnya.
Mentari begitu terkejut dengan pelukan yang tiba-tiba dia rasakan. Saat dirinya hendak mengambil baju ganti di lemari baju yang berderet rapi. William memeluk dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Mentari.
"Maaf … aku tidak bermaksud untuk menyakiti dirimu. Tadi aku begitu panik, karena kamu tiba-tiba menghilang. Aku marah karena kamu melepaskan cincin kawinnya, sehingga aku berpikir kalau kamu sudah tidak ingin lagi menjadi istriku." William semakin mengeratkan pelukannya saat Mentari mencoba melepaskan tangannya yang melingkari perut dan dada istrinya itu.
"Soal Angel aku tidak akan ikut campur apapun lagi, kecuali membiayai pengobatannya saja. Sebisa mungkin aku tidak akan menemuinya lagi," William berbicara dengan lirih.
Mentari diam untuk beberapa saat, tidak membalas perkataan William. Dirinya yang biasanya mudah memaafkan kesalahan orang lain. Sekarang merasa sulit memaafkan tindakan dan kelakuan suaminya itu.
"Bisakah kamu lepaskan pelukanmu dan menjauh dari aku!" kata Mentari tiba-tiba,"aku tidak suka mencium bau wanita lain yang ada di badanmu!"
Mentari terkejut dengan ucapannya sendiri. Dia bisa mencium bau parfum milik Angel yang menempel di tubuh William. William pun secara spontan melepaskan pelukannya kepada Mentari.
"Sana mandi! Aku tidak mau mencium bau yang menjijikan itu!" kata Mentari sambil menutup lemari kacanya itu.
William pun cepat-cepat pergi ke kamar mandi. Karena tadi dia terlalu sibuk mencari Mentari, sampai-sampai dia lupa belum mandi semenjak pulang dari kantornya.
Begitu William keluar dari kamar mandi, baju gantinya sudah disiapkan oleh Mentari. Maka dia pun tersenyum, karena istrinya itu masih memperhatikan tugasnya.
"Baby …," panggil William kepada Mentari saat, melihat istrinya itu akan masuk ke kamar mandi.
"Hm," balas Mentari.
"Terima kasih," William akan berusaha memperbaiki lagi hubungannya dengan Mentari. Bagaimanapun juga mereka itu suami istri, yang harus saling satu sama lainya.
Mentari yang berendam air hangat cenderung panas, karena ingin melemaskan otot-otot di tubuhnya. Hampir seharian dirinya berada di luar rumah, dan suhu hari ini masih lumayan dingin.
__ADS_1
"Aku ini kenapa ya? Saat melihat Angel bawaannya membuat aku kesal." Mentari bermonolog sambil memijat pelipisnya sendiri.
"Melihat Oppa William, rasanya ingin memarahinya terus," lanjut Mentari.
Hampir setengah jam Mentari berada di dalam kamar mandi. Membuat William semakin mencemaskannya. Dia sejak lima belas menit yang lalu mondar-mandir di depan pintu kamar mandi, karena pintunya dikunci dari dalam. Jadinya dia menunggu Mentari keluar, tapi sampai sekarang pun dia belum keluar juga.
Maka William pun mengetuk pintu kamar mandi. Ingin mengetahui keadaan Mentari. Namun tidak ada balasan apapun dari Mentari. Maka William pun meminta kunci cadangan kepada pelayan. Begitu William kembali dengan membawa kunci cadangan. Dilihatnya Mentari sudah tidur di atas kasurnya.
William pun menghampiri Mentari yang sudah tertidur itu. Dilihatnya wajah wanita yang sudah membuatnya seharian ini khawatir dan kecewa.
"Kamu itu suka membuat orang khawatir, ya!" William mengelus pipi mulus Mentari kemudian menciumnya.
Malam itu pun William tidur sambil memeluk Mentari. Bagi William tidur sambil memeluk tubuh mungil Mentari itu, bisa membuat tidurnya nyaman dan nyenyak.
******
Mentari pun seperti biasa menjalankan perusahaan miliknya yang diberikan oleh mertuanya. Hubungannya dengan William pun kembali membaik. Keduanya saling meminta maaf dan memaafkan.
Namun itu tidak berlangsung lama. Baru juga tiga hari, Angel membuat ulah dengan mendatangi kantor perusahaan Mentari.
Saat jam kerja akan mulai masuk. Angel sengaja menunggu Mentari di depan kantor perusahaan miliknya. Saat dia Melihat Mentari turun dari mobilnya, langsung saja di hadang.
"Hei bocah! Apa yang sudah kamu lakukan terhadap William!" Angel berdiri menghalangi jalannya Mentari.
"Apa maksud kamu?" tanya Mentari begitu mereka saling berhadapan.
"Kamu yang sudah mengancam William agar dia tidak pernah menemui aku lagi! Iya 'kan?" Angel berteriak dengan suara yang sangat keras. Sehingga mengundang perhatian orang-orang yang ada di sana.
__ADS_1
Mentari yang mengerti maksud perbuatan Angel. Sehingga dia tidak mau melayaninya. Maka Mentari pun kembali berjalan, tapi Angel dengan cepat menarik tangan Mentari. Kemudian berbuat trik licik lagi dengan pura-pura kembali telah di dorong jatuh. Sehingga orang-orang akan menyangka kalau Mentari yang sudah mendorongnya.
Orang-orang yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua. Kini dibuat terkejut akan insiden itu. Angel yang berwajah pucat dan berbadan sangat kurus, membuat orang lain yang melihatnya akan menaruh merasa kasihan padanya.
Angel yang masih terduduk di jalanan aspal itu menangis tergugu di sana. Orang-orang pun mengerumuni mereka berdua. Ada yang membantu Angel berdiri. Serta ada juga yang berusaha menjauhkan Mentari dari Angel.
Ternyata ada orang yang menelepon polisi, dan melaporkan Mentari ,dengan laporan penganiayaan terhadap orang lain. Mentari pun terkejut di buatnya saat ada dua orang polisi menghampiri dan menangkap dirinya.
******
Mentari kini sedang diperiksa oleh polisi, atas kasus penganiayaan terhadap orang lain. Walau Mentari sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya, polisi itu tidak percaya.
Kebetulan Cantika menghubungi Mentari, karena ingin menanyakan kabarnya. Saat itu Polisi yang sedang menginterogasi Mentari, yang menjawab panggilan darinya. Maka Cantika pun meminta kepada Alex, untuk memberikan pengacara yang bisa mendampingi Mentari dalam pemeriksaannya.
Sedangkan Alex malah memberitahu William tentang kejadian yang sedang dihadapi oleh Mentari. Alex tidak mau dianggap ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Selagi mereka bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
William pun mendatangi kantor polisi bersama pengacaranya. Serta membawa bukti kamera CCTV yang ada di depan kantor perusahaan Mentari. Mereka membuktikan kalau Mentari tidak melakukan penganiayaan.
Pemeriksaan terhadap Mentari berjalan dengan alot, karena status Mentari yang berwarga negara asing. Sehingga sulit untuk mendapatkan kemudahan dalam prosesnya. Mentari bisa mendapatkan kebebasan dari tuduhan itu saat malam hari. Itu juga karena William menggunakan nama keluarga Green yang punya pengaruh di Amerika. Tadinya dia tidak mau menggunakan pengaruh nama keluarga Green, karena akan mengundang para wartawan.
Benar saja, keesokan harinya berita tentang Mentari dan Angel masuk ke dalam berita. Baik itu berita elekronik maupun cetak. Mentari tidak tahu siapa yang sudah memberitahu kepada para wartawan. Berita itu membuat Mentari stres, dan membutuhkan keberadaan Cantika disisinya.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.