Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, DAN ZAHRA (24)


__ADS_3

     Fatih memarkirkan mobilnya di depan pintu kantor perusahaan keluarga Mochtar. Mentari pun membuka sabuk pengamannya.


"Mas, aku kerja dulu," Mentari mengambil tangan Fatih dan menciumnya.


     Fatih pun mencium ubun-ubun Mentari, "ya, semoga Allah memudahkan segala urusanmu."


"Semoga, Mas selalu dalam ridho Allah." Kemudian Mentari mengecup sekilas bibir Fatih, dan cepat-cepat turun dari mobilnya agar Fatih tidak bisa membalas ciumannya.


    Fatih masih diam mematung setelah mendapat kecupan singkat dari Mentari. Seperti biasa jantungnya berdetak berkali-kali lipat, perasaanya terasa mengawang. Dia teringat perkataan Mamanya semalam, kalau dirinya itu sedang mengalami puber kedua. Sehingga membuat dirinya seperti anak ABG yang baru ngalamin cinta monyet.


     Fatih tidak menyangka kalau Mentari akan melakukan hal itu. Senyum di bibirnya terus mengembang. Pancaran matanya terlihat bercahaya dan berbinar-binar. Sampai memasuki perusahaannya pun senyum kebahagiaan tidak lepas dari wajahnya. Penampilan Fatih hari itu menebarkan pesona bagi semua karyawan yang ditemuinya. Serta menjadi imun bagi mereka agar lebih semangat lagi bekerja di hari itu.


     Saat Fatih sedang bekerja di dalam kantornya, dia merasa ada yang beda dari hari biasanya. Tapi dia tidak mau ambil pusing apa yang berbeda itu. Namun saat hendak minum air, gelas diisi oleh air kopi. Fatih mengerutkan keningnya, kenapa pegawainya membuatkan dia kopi.


"Alif, tolong suruh bagian pantry untuk mengantarkan minuman untuk saya!" pinta Fatih kepada asistennya lewat interkom.


     Sepuluh menit kemudian pintu kantor Fatih diketuk dari luar.


"Masuk!" kata Fatih tanpa melihat siapa yang datang.


     Seseorang meletakkan segelas kopi di atas mejanya. Melihat itu Fatih kembali mengerutkan keningnya, karena lagi-lagi kopi yang diberikan untuknya. Fatih pun mengangkat kepalanya, ingin memberitahu dia minta minum air putih. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat orang yang berdiri di depannya kini.


"Jihan? Kamu sedang apa di sini?"


"Mulai hari ini saya bekerja di sini, sebagai office girl."


    Jihan tersenyum melihat ke arah Fatih, yang terkejut saat melihatnya. Dia senang bisa masuk ke dalam kantornya Fatih. Ruangan yang nyaman dan luas, serta dekorasi yang semi modern, membuat siapa saja betah di sana lama-lama.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu sudah boleh keluar."


    Fatih kembali melanjutkan pekerjaannya memeriksa dokumen laporan yang sedang dipegangnya. Dia tidak mau meladeni Jihan lebih lama lagi. Namun Jihan masih saja diam berdiri di sana, dan membuat Fatih jengkel karena tak menuruti perintahnya.


"Kenapa kamu belum juga pergi keluar?" Fatih kembali melihat Jihan yang masih menatap dirinya.


"Eh, iya Kak … eh, Pak." kata Jihan sambil memasang senyumnya yang manis.


     Fatih pun kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda barusan.


"Ih, sulit banget dapet perhatian dari Fatih!" gerutu Jihan dalam hatinya, sambil jalan menghentakkan kedua kakinya.


    Setelah Jihan menutup pintu kantornya. Fatih menghubungi bagian HRD, dan menanyakan kemana karyawan OG atau OB yang selalu bekerja di bagian ruangannya.


"Maaf Pak, karyawan sebelumnya mengundurkan diri, karena sedang hamil muda. Kehamilannya ada masalah, jadi dia harus banyak istirahat."


"Oh, itu karena Nyonya Zahra yang memintanya. Kemarin menanyakan kepada kami apa ada lowongan pekerjaan. Kami jawab ada satu di bagian office girl. Kemudian Nyonya meminta bagian OG untuk ruangan anda kepada saudaranya itu."


    Fatih pun mengakhiri pembicaraannya dengan karyawan HRD. Dia masih sangat kesal, sekarang ditambah lagi bahwa Zahra adalah orang yang menyuruhnya bekerja di sana. 


     Fatih pun memesan dispenser dan air mineral untuk disimpan di dalam kantornya, agar dia tidak perlu meminta Jihan untuk membawakannya. Dia tidak mau kejadian di rumahnya terulang lagi di sini. Sebisa mungkin dia tidak perlu berinteraksi dengan Jihan.


*******


     Mentari hendak makan siang di kantin kantor bersama teman-temannya. Namun niat itu urung saat Fatih datang ke kantornya. Dia membawa dua boks menu yang berbeda untuk makan siangnya. Mau tidak mau Mentari makan bersama dengan Fatih di dalam ruang kerjanya.


     Seolah telah melupakan kejadian tadi malam. Fatih bermanja-manja kepada Mentari, bahkan dia minta disuapi olehnya. Mereka berdua saling menyuapi satu sama lain. Fatih benar-benar memanfaatkan waktu istirahatnya dengan Mentari. 

__ADS_1


      Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu yang dia punya saat hanya berdua dengan istri keduanya itu. Handphone dia dinonaktifkan, begitu juga dengan milik Mentari. Oleh Fatih dinonaktifkan, agar tidak ada yang mengganggu mereka.


     Fatih meminta maaf kepada Mentari karena kemarin dia tidak mau mendengarkan alasan Mentari. Begitu juga Mentari meminta maaf karena sudah mengambil keputusannya tanpa membicarakan terlebih dahulu kepada suaminya itu.


"Lalu tentang foto kamu dan Arman, aku sangat merasa cemburu," kata Fatih mengakui perasaannya.


"Mas cemburu kepadaku? Sepertinya bukan. Mas itu hanya tidak suka, kalau aku tidak bisa menjaga nama baik keluarga. Karena dekat dengan laki-laki lajang." Mentari tertawa terkekeh, untuk menekan hatinya agar jangan sampai melayang karena Fatih merasa cemburu kepadanya. Karena cemburu itu muncul bila ada rasa cinta.


"Ya, aku cemburu! Seumur hidupku aku baru merasakan yang namanya cemburu," jelas Fatih sambil menarik Mentari ke dalam dekapannya. Kini mereka saling menatap, mata mereka saling mengunci seolah jangan sampai lepas.


    Semalam setelah pertengkaran kecilnya dengan Mentari. Fatih mendatangi Aurora dan menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Kemudian mamanya itu bilang kalau dirinya sedang cemburu. Serta sedang mengalami puber kedua, dan jatuh cinta kepada Mentari.


     Saat dirinya pertama kali melihat Zahra, dia suka dengan sikapnya yang pemalu dan juga pintar. Saat itu dia masih kuliah di Amerika dan Zahra baru masuk SMA. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu lagi. Namun mereka harus kembali lagi berpisah karena Zahra kuliah di Mesir dan Fatih bekerja di Swiss. Begitu pulang ke Indonesia, mereka langsung menikah. Jadi tidak ada hal yang membuatnya jatuh cinta kayak ABG, dan rasa cemburu juga tidak dia rasakan saat melihat sedang berbicara dengan teman laki-lakinya.


     Namun kini yang dirasakan dengan Mentari berbeda. Fatih bertemu pertama kali dengan Mentari adalah sewaktu acara makan bersama karyawan perusahaannya. Kebetulan Cantika yang merupakan saudara sepupu Mentari adalah karyawannya. 


     Saat itu Mentari datang karena mau menjemput Cantika.  Gadis remaja yang berpenampilan tomboy dengan kemeja kedodoran dan celana jeans yang belel, serta memakai kerudung instan yang dimasukkan ke dalam kemejanya serta topi yang menghiasi kepalanya, entah untuk apa maksudnya.


    Mentari datang ke acara makan malam itu sambil bersungut-sungut kepada Cantika. Kemudian duduk di samping Fatih dan mencomot cumi yang ada di piringnya. Karena rasanya enak Mentari terus memakan cumi milik Fatih sampai habis. Anehnya Fatih tidak marah, malahan tersenyum melihat Mentari yang makan sambil ngedumel dan sekali-kali bilang enak pada makanannya. Bahkan Mentari meminum air di gelas milik Fatih.


     Karena kejadian itulah mereka mulai saling mengenal. Fatih menganggap Cantika dan Mentari sebagai adiknya. Sampai dia menjadikan Mentari istri keduanya. Fatih mulai tahu rasa rindu yang mendalam, cemburu, cinta yang menggebu, itu semua karena Mentari.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2