Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (50)


__ADS_3

     Mentari tidak bisa membendung air matanya yang terus keluar karena melihat William mengerang menahan sakit. Sebelah tangannya menggenggam tangan William dan memintanya untuk bertahan.


"Oppa, kamu harus kuat! Aku tidak mau kalau Oppa, sampai mati," kata Mentari dalam isakan tangisnya.


     William sangat senang karena Mentari masih peduli padanya. Diciumnya jemari Mentari, yang berada dalam genggaman dia.


"Kakek Willi, jangan macam-macam kamu! Aku beneran nggak akan segan-segan menambahkan lagi satu atau dua peluru ke dalam tubuhmu!" Fatih yang marah melihat tangan Mentari dicium sama William.


"Mas, jangan mulai ngajak ribut," kata Mentari, dan itu membuat hati Fatih mencelos.


"Oppa, juga! Jangan membuat marah Mas Fatih! Nanti aku yang repot," kata Mentari kepada William.


     William malah tertawa terkekeh dan itu malah membuat darahnya banyak keluar karena mendapat tekanan. Membuat Mentari dan Fatih semakin panik karena ambulan belum juga datang.


     Tidak lama kemudian, datang tiga ambulan ke sana. Masing-masing membaca satu orang yang terluka. Fatih pergi ke rumah sakit menggunakan mobil yang dipakai oleh William, tadi. Sedangkan, motornya dibawa oleh Bagaskara, Kepala Tim Keamanan Keluarga Hakim.


"Honey, tolong ke sinikan tangannya!" pinta Fatih.


"Untuk apa?" Mentari mengulurkan tangannya. Lalu Fatih mengelap punggung tangan Mentari, yang tadi di cium oleh William.


'Kumat lagi jiwa pencemburunya,' batin Mentari.


"Mas, dengarkan aku. Saat ini hanya kamu yang aku cintai. Perasaanku kepada Kakek Willi, adalah rasa peduliku sesama manusia. Jadi, jangan terlalu cemburu. Aku nggak mau kita bertengkar hanya karena masalah yang sudah jelas nggak aku lakukan." Mentari memegang kedua tangan Fatih.


"Lalu tadi?"


"Itu bukan aku yang melakukan. Tetapi, Kakek Willi! Jadi, jangan ragukan perasaanku kepadamu." Mentari menatap Fatih.

__ADS_1


"Maafkan aku. Aku tahu kamu juga sangat mencintaiku. Tetapi, Kakek Willi pernah menjadi orang yang berarti dalam hidupmu di masa lalu. Aku takut kalau perasaan itu muncul lagi, dan kamu meninggalkan aku." Fatih sungguh selalu merasa tersaingi oleh perasaan cinta William. Dia tahu betapa cintanya William kepada Mentari dari dulu. Bahkan dia dulu selalu bilang kalau, William itu budak cintanya Mentari. William selalu tidak bisa lama-lama jauh dari Mentari. Kini Fatih bisa merasakan apa yang dirasa oleh William, dulu. Dia juga, tidak bisa jauh dari Mentari.


"Jadi?" Mentari tersenyum.


"Aku adalah nomor satu di hatimu sekarang dan selamanya." Fatih mencium Mentari dengan mesra.


******


     William harus mendapatkan transfusi darah, karena terlalu banyak darah yang keluar dari luka-lukanya. Dia membutuhkan dua sampai tiga kantong labu darah.


"Bagaimana ini?" Aurora bingung harus mencari pendonor untuk William karena Fatih tidak bisa mendonorkan darahnya karena kondisinya yang kurang fit.


"Aku sudah menelepon Ghaza untuk mengirimkan darahnya dan darah milik Isabella. Aku sudah mengirimkan pesawat jet ke Jerman dan Italia. Mudah-mudahan keburu.


"Kalau Alex, tadi dia sulit dihubungi," Lanjut Khalid.


"Alhamdulillah," kata Khalid dan Aurora secara bersamaan.


******


     Alex pun tiba dan langsung mendonorkan darahnya. Sehingga, operasi William bisa dilakukan. Alex yang sedang mengunjungi Indonesia untuk pemeriksaan perusahaan dan hotel miliknya. Sudah tiga hari dia di Indonesia dan nanti malam akan kembali lagi ke Amerika.


"Bagaimana kabar Cantika?" tanya Fatih.


"Dia baik-baik saja. Hanya saja dia sering kesulitan tidur karena kehamilannya yang sudah bulan ke tujuh. Biasanya dia kalau tidur selalu minta diusap-usap punggungnya. Atau minta dipijat kakinya. Kalau yang lainnya nggak ada masalah. Justru si kembar Shine dan Sky yang selalu mau ikut aku kerja. Mereka sudah tertarik sama pembuatan web dan game." Alex menarik napasnya dan memijat keningnya saat mengingat kelakuan anak kembar dua itu.


"Apa! Bocah balita sudah suka main begituan?" tanya Fatih.

__ADS_1


"Iya, mereka sering melihat kakak-kakaknya dan diajari oleh mereka. Dan itu membuat aku kehilangan masa anak-anak mereka yang lucu. Makanya aku minta pada Cantika anak yang dalam kandungan jangan sampai diajari sama kakak-kakaknya. Nanti dia tidak lucu, aku ingin anak yang tumbuh normal seperti anak-anak yang lainnya," kata Alex curhat nggak selalu punya anak yang kejeniusan di atas rata-rata itu membuatnya senang.


"Lalu bagaimana kabar mereka bertiga?" tanya Fatih.


"Si Trio Kancil juga, sudah membuat perusahaan sendiri-sendiri. Paling banyak yang mendapatkan keuntungan adalah Langit. Semua game yang dia buat laris dipasaran. Bagaimana keadaan anakmu? Tadinya aku mau mampir ke rumah ingin menjenguk mereka. Cantika juga sebenarnya kemarin ingin ikut. Tapi, Bintang tidak enak badan."


"Alhamdulillah, mereka baik. Sudah banyak bicara walau menggunakan bahasa bayi. Mengingatkan aku pada si Trio Kancil, dulu. Apa ini faktor dari keturunan keluarga Mentari, ya?" Fatih memberitahu kondisi anaknya.


"Sekarang Mentari, dimana?" tanya Alex.p


"Pulang bersama Mama. Dia sudah rindu sama anak-anak," jawab Fatih.


     Alex dan Fatih sedang menunggu proses operasinya William. Keduanya duduk di dekat pintu ruang operasi.


     Kejadian penculikan Mentari, terdengar sampai ke telinga keluarga Ja'far. Terlibatnya Anggit dalam penculikan itu membuat Sinar marah dan menghubungi Dewi–saudara tirinya. Ja'far pun melaporkan Anggit ke kantor polisi atas tuduhan otak penculikan terhadap Mentari.


******


Bagaimana hasil operasi William? Apakah berjalan dengan lancar?


Lalu Bagaimana dengan Anggit? Apakah dia akan kembali di penjara?


Tunggu kelanjutannya ya.


Buat temen-temen yang mau ikutan give away, masih banyak waktu. kirim vote dan hadiah sebanyak-banyaknya.


Alex mau tumpang tenar, katanya. Ingin kenalan sama pembaca DMCMS.

__ADS_1



__ADS_2