
Mentari tidak akan bikin Angel punya peluang untuk mendekati William. Namun Angel juga punya ribuan taktik agar bisa mendekati William.
"Sayang, kamu lagi ada dimana?" tanya Angel melalui telepon genggamnya, saat panggilannya tersambung.
"Ada apa Angel? Aku lagi ada di kantor," jawab William.
"Tolong aku. Sekarang aku sedang berada di rumah sakit," kata Angel dengan suaranya yang lirih.
William terkejut mendengarnya, karena selama ini dokter yang menangani Angel bilang hasil tes kesehatannya bagus. Lalu sekarang Angel bilang kalau dirinya berada di rumah sakit.
"Iya, aku akan ke sana!" William buru-buru pergi ke rumah sakit, dan melupakan janji bertemu dengan Mentari di taman hiburan untuk merayakan ulang tahunnya.
William mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit. Untuk mengecek keadaan Angel. Ternyata Angel sedang di rawat, bukan karena penyakit HIV/AIDS yang diidap olehnya. Melainkan karena keracunan makanan.
Angel sengaja makan makanan basi dan sudah berjamur, agar dirinya bisa di larikan ke rumah sakit. Agar dirinya mendapat perhatian dari William.
Angel meminta William untuk menemaninya, di rumah sakit. Sebab dia sudah tidak punya sanak saudara yang dapat membantunya.
Saat William ke toilet ambil air wudhu, Angel menonaktifkan ponsel milik William agar Mentari tidak bisa menghubunginya. Angel ingin menikmati waktunya berduaan saja dengan William hari itu.
******
Sementara itu Mentari yang menunggu William di depan gerbang taman hiburan. Mereka janjian jam 10.00 begitu taman hiburannya di buka.
Mentari akan merayakan ulang tahunnya yang ke-22 bersama William, seharian bermain di sini sampai malam. Karena Mentari ingin melihat ratusan kembang api yang selalu dinyalakan saat jam 22.00 setiap hari Rabu malam.
Sudah tiga jam Mentari menunggu di sana. Bahkan sudah ratusan panggilan dia lakukan untuk menghubungi William. Saat dirinya mau sholat pun dia kirim pesan dulu. Takutnya begitu dia ambil air wudhu, William datang.
Mentari juga tadi sempat bertanya kepada sekretaris tentang William. Sekretarisnya memberitahukan bahwa William sudah pergi dari tadi. Mentari mulai cemas karena suaminya itu tidak bisa dihubungi.
__ADS_1
Dia juga menghubungi tim pasukan penjaga keamanan milik keluarga Green. Meminta mereka untuk melacak keberadaan William.
Mentari menunggu selama sepuluh menit, sampai tim penjaga keamanan keluarga Green memberitahu keberadaan William. Betapa terkejutnya Mentari saat tahu William sedang berada di rumah sakit.
Seperti orang gila, Mentari berlari di koridor rumah sakit. Masuk ke bagian IGD, dan mencari tahu tentang kondisi William. Namun tidak ditemukannya pasien bernama William Green. Sampai-sampai Mentari menelepon lagi ke pihak tim pasukan keamanan keluarga Green, untuk memastikan titik keberadaan William.
Mentari pun berjalan sesuai dengan arahan GPS yang dikirim oleh tim pasukan keamanan keluarga Green. Titik itu semakin dekat. Betapa terkejutnya Mentari saat melihat Wiliam dan Angel seperti orang yang sedang ciuman.
Dengan membanting pintu kamar rumah sakit. Mentari masuk ke ruangan Angel di rawat. Muka Mentari memerah karena sangat marah, kepada mereka berdua.
"Apa maksudnya ini Oppa?!" Mentari bertanya dengan suaranya yang tinggi.
"Mentari, sedang apa disini?" William yang terkejut malah bertanya kepada istrinya itu.
Mendengar ucapan dari William itu, malah membuat Mentari marah. Dia sudah menunggu tiga jam lebih di tempat janjian. Ternyata orang yang di tunggunya malah asik berduaan.
"Apa Oppa lupa dengan janji yang sudah Oppa Willi ucapakan waktu itu!" Mentari benar-benar tidak bisa bersinar, otaknya tiba-tiba ngeleg.
Mentari memukul lengan William karena saking gemesnya kepada suaminya itu. "Oppa … beneran lupa sama janji yang kita buat semalam!" kata Mentari sambil terus memukuli William memakai tangannya yang terkepal. Meski begitu William tidak merasakan kesakitan.
Setelah puas Mentari pun berhenti, "sudahlah, lupakan saja!" dengan kasar dia menyeka air matanya. Kemudian berlari ke luar ruangan rawat inap itu.
William, yang hendak berlari mengejar Mentari. Tangannya ditarik oleh Angel, yang kemudian muntah-muntah ke lantai samping ranjangnya.
William pun menekan bel untuk memanggil Dokter, agar segera datang ke ruangan Angel. Ternyata Dokter yang menangani Angel sedang melakukan operasi. Jadinya hanya perawat yang memeriksa keadaannya.
Angel pura-pura sakitnya bertambah parah, walau menurut perawat tidak terjadi hal yang berbahaya. William karena kepanikan tadi, jadi lupa kepada Mentari yang sedang marah kepadanya.
Dokter yang menangani Angel, baru bisa datang saat jam makan malam. Dokter yang memeriksanya juga bilang tidak terjadi apa-apa. Hal yang wajar bila keracunan makanan akan terjadi muntah.
__ADS_1
Angel memaksa William untuk menemaninya di rumah sakit. Karena dia tidak mau ditinggalkan sendirian. William pun hendak menghubungi Mentari. Dia terkejut karena handphonenya dalam keadaan mati. Saat berhasil di aktifkan lagi, ada ratusan panggilan dari Mentari. Begitu juga dengan pesan yang masuk sebagian besar dari Mentari.
William membaca satu persatu pesan dari Mentari. Betapa terkejutnya dia, kalau sudah melupakan hari spesial istrinya itu. Dengan cepat William berlari meninggalkan Angel yang terus memanggilnya.
William mencoba menghubungi Mentari, tapi tidak diangkatnya juga panggilan darinya. Dia merutuki kebodohannya karena melupakan hari penting dalam hidupnya. Padahal semalam mereka sudah merencanakan segalanya dengan matang. Dia mengira ulang tahun Mentari esok hari, bukan sekarang.
Dengan kecepatan tinggi, William melajukan mobilnya pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah dia berlari menaiki lift untuk mencapai kamarnya yang berada di lantai tiga.
Setibanya di kamar, William mencari keberadaan Mentari. Namun tidak ditemukan keberadaannya di sana. William pun berteriak membangunkan semua penghuni rumahnya hanya ingin mencari tahu keberadaan istrinya itu.
Namun para penghuni rumah, baik para pelayan atau penjaga keamanan. Tidak ada yang memberitahu kemana Mentari pergi. William menjambak rambutnya beberapa kali, karena saking emosinya dia.
******
Sementara itu Mentari sedang menginap di rumah Alex, bersama Jennifer. Jennifer ingin bermain dengan si Trio Kancil. Apalagi ingin bertemu dengan Bintang, wajahnya mengingatkan akan mendiang sahabatnya sekaligus mommy-nya Alex.
Mentari sedang asik curhat kepada Cantika, masalah yang sedang terjadi pada rumah tangganya. Cantika sebagai saudara dan cucu menantunya, meminta Mentari jangan mau kalah oleh para pelakor.
Cantika yang mendadak membuat kejutan untuk Mentari yang sedang berulang tahun. Jennifer yang tidak tahu menahu jadinya terkaget saat pelayan di mansion Alex mengeluarkan kue ulang tahun dan puding yang dihias begitu cantik. Banyak makanan yang enak dihidangkan di sana. Membuat Mentari sangat terharu, dan menangis bahagia.
Si Trio Kancil juga memberikan kado untuk Mentari, yang rencananya mau di berikan besok pagi. Sambil bermain ke mansion milik Alex yang diterima dari kakeknya, Albert. Dimana mansion itu berhadapan dengan rumah milik William.
"Ada kakek Willi, datang kemari!" kata Alex yang mendapat laporan dari penjaga gerbangnya.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.