Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (45)


__ADS_3

     William melihat ke arah mata Allura, ingin mengetahui kejujuran dari anaknya itu. Namun, gadis kecil itu malah menelungkupkan tubuhnya. Tidak mau menjawab, dan semakin histeris menangisnya. William malah mengartikan kalau kejadian itu benar terjadi.


     William pun menghampiri Mentari yang sedang menyusui Liam, di kamar bayi. William yang sangat tidak suka cara mendidik anak dengan kekerasan, hendak menegur Mentari.


"Baby, apa benar kamu suka menghukum Allura? Baik secara fisik atau mental!" William bertanya dengan suara yang menggebu-gebu.


     Mentari yang sedang duduk di sofa dan menyusui putranya itu, dibuat kaget oleh suaminya. Apalagi dengan tuduhan palsu yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya, apalagi melakukannya.


"Bisakah, Oppa, bertanya nanti setelah aku menidurkan Liam?!" tanya Mentari dengan tatapan tidak suka dengan melakukan suaminya.


    William pun hanya menarik napasnya. Kemudian keluar dari kamar itu. Hatinya merasa sakit, saat dua orang yang disayanginya, tidak bisa saling menyayangi satu sama lain.


     William sebagai kepala keluarga sebisa mungkin memperhatikan keadaan anggota keluarganya. Namun, kini istri dan anak perempuannya tidak bisa menjalani hidup harmonis dalam berumah tangga.


     William pun ingin mendengar dari sudut pandang Mentari, sebagai istrinya. Kenapa Mentari jadi berubah? Kemana istrinya yang lembut hatinya dan penuh kasih sayang? Apa karena sudah punya Liam, kini dia tidak sayang lagi kepada Allura?


     William bekerja di ruang kerjanya sambil menunggu Mentari. Sudah setengah jam dia menunggu, tetapi istrinya belum juga datang menemuinya. William tidak bisa konsentrasi dan fokus terhadap pekerjaannya.


     William memeriksa kamera cctv yang terjadi selama satu bulan ini. Ternyata kamera cctv di area halaman samping--area kolam renang--rusak. Dia tidak tahu itu, biasanya saat ada kerusakan maka secepatnya di perbaiki. William juga mengecek cctv di area gudang belakang ternyata sama rusak tidak ada hasil rekaman.


"Apa maksudnya ini! Kenapa mereka membiarkan cctv di wilayah luar rumah rusak begini!" teriak William dengan emosi.


     William pun menghubungi kepala tim keamanan mansionnya. Mereka setiap hari mengeceknya dan semua baik-baik saja tidak ada yang rusak. Keamanan mansion dan para penghuninya pun dalam keadaan aman dan baik.  Semua berjalan dengan baik dan tidak ada yang aneh.


    Suara pintu ruang kerja William di ketuk oleh seseorang dari luar. Maka William pun mengizinkannya masuk.


"Ada apa?" tanya William saat melihat Mone masuk ke ruang ruang kerjanya.


"Tuan saya mau memberi tahu, kalau nyonya Mentari itu sudah menyuap beberapa orang dari bagian ruang mengawas monitor, agar menghapus rekaman saat dia memberikan hukuman kepada nona Allura." Mone berkata dengan sungguh-sungguh karena ingin meyakinkan William.

__ADS_1


"Maksud kamu, ada penghianat yang bekerja denganku?!" tanya William dengan penuh emosi.


"Iya, Tuan bisa menginterogasi para pekerja di bagian ruang monitor," jawab Mone.


"Kamu yang hanya seorang pelayan pengurus Allura. Darimana tahu informasi ini, tentang adanya penghianat di ruang monitor?" tanya William sambil menatap tajam.


"Karena saya punya teman yang bekerja di ruangan itu, dan menceritakan semua ini," jawab Mone dengan penuh percaya diri. Namun dia menyadari tatapan tajam William yang tidak menyukai dirinya terlalu ikut campur urusan dalam rumah tangganya.


    Mone pun cepat-cepat keluar dari ruangan itu bersamaan dengan Mentari yang hendak masuk ke ruang kerja William. Mereka saling beradu pandang, tidak ada yang mengucapkan kata sapaan satu sama lain.


     Mentari dan William duduk di sofa bersisian dan saling berhadapan. Kedua mata yang dulu selalu saling  memancarkan cinta, kini telah berubah.


"Apa yang mau, Oppa bicarakan tadi?" tanya Mentari dengan nada suara yang datar, menandakan kalau dia sedang jelek moodnya.


"Aku mau tanya, apa benar kamu sering memberi hukuman kepada Allura?" tanya William sambil menatap wajah Mentari dengan lekat.


"Seumur hidupku! Aku belum pernah memberikan hukuman kepada Allura atau siapapun. Lagian untuk apa aku menghukumnya." Emosi Mentari mulai naik karena merasa dirinya dituduh yang tidak-tidak oleh suaminya.


"Aku bukan seorang pendendam. Lagi pula aku sudah memaafkan kesalahan Angel yang pernah diperbuatnya kepadaku dulu. Untuk apa aku menghukum Allura. Dia anak yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah di masa lalu!" ucap Mentari dengan nada tidak suka akan tuduhan William.


"Tapi mereka bilang, kalau kamu sering mengabaikan Allura dan menghukumnya dengan mengurungnya di gudang!" William pun membalas ucapan Mentari dengan menatapnya tidak suka karena gaya bicara istrinya yang seakan mengejeknya.


"Kamu lebih percaya mereka daripada istrimu sendiri!" Mentari tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh William.


"Aku hanya mengingatkan. Jangan mendidik anak dengan kekerasan. Baik itu secara fisik ataupun mentalnya!" tekan William.


"Kalau begitu, mulai sekarang aku tidak akan berhubungan hal apapun lagi dengan Allura. Kamu cari saja orang lain yang bisa mengurus dan mendidiknya. Aku akan mendidik Liam dengan caraku sendiri." Mentari bangkit dari sofa. Saat hendak melangkah dia ditahan tangannya oleh William.


"Maksudnya kamu tidak mau lagi mengurus dan membesarkan Allura?" tanya William.

__ADS_1


"Ya! Cari saja orang lain. Bukannya selama ini semua usahaku tidak pernah kamu hargai. Jika ada sesuatu hal buruk yang terjadi kepada Allura, selalu aku yang disalahkan. Makanya mulai sekarang aku tidak akan mau melakukan hal-hal yang berkaitan dengan putri kamu itu!" Mentari meluapkan emosinya yang selama ini di pendam dalam hatinya.


"Bukan ini yang aku inginkan. Aku hanya memintamu jangan memberi hukuman, jika anak melakukan kesalahan. Beri mereka nasehat dan contoh yang baik." William mulai frusterasi saat mendengar ucapan Mentari.


"Terserah kamu mau mendidik Allura dengan cara seperti apa. Cari saja orang lain, aku tidak akan pernah mau ikut campur lagi. Saranku cari saja nany 911 yang bisa selalu mendampinginya selama dua puluh empat jam," kata Mentari sambil menyentakkan tangan William, kemudian dia pergi dari ruangan itu.


******


    Semenjak itu Mentari tidak lagi mengurusi keperluan Allura. Dia juga tidak menemaninya belajar atau membacakan dongeng saat akan tidur. Sebenarnya Mentari tidak mau melakukan itu karena dia juga sudah terlanjur sayang kepadanya, meski Allura anak Angel.


    Mentari sebenarnya curiga dengan Mone, yang menjadi pelayan Allura. Hubungan mereka berdua begitu sangat dekat. Tadinya Mentari senang karena Allura punya teman di rumah selain dirinya. Namun belakangan tingkah Allura menjadi berubah. Mentari diam-diam mengawasi Mone. Bahkan dia mencari informasi tentang identitas dan kehidupan Mone selama ini. 


     Ternyata banyak rahasia kebohongan yang dia--Mone--buat sebagai daftar riwayat hidup, saat melamar menjadi pekerja di mansion Green. Mentari menceritakan kepada Edward Green--kakeknya Fatih-- tentang kegundahannya selama beberapa bulan ini. Tentang sikap Allura yang berubah dan tatapan tidak sukanya kepada Liam.


    Saat kakak iparnya itu meminta Mentari untuk mengawasi orang-orang yang selalu ada di sekitar Allura. Akhirnya Mentari mendapatkan Mone si pelayan di bagian laundry, yang pindah menjadi pelayan pribadi Allura. Pelayan lainnya pun tidak begitu dekat dengan Mone, sehingga mereka tidak tahu masa lalu dari Mone.


"Siapa Mone sebenarnya?" gumam Mentari. 


******


AKU MERASA ALUR KECEPATAN, KARENA KALIAN BANYAK YANG MINTA DI PERCEPAT.


ENTAH AKAN AKU REVISI ATAU NGGAK BAB INI. MUDAH-MUDAHAN KALIAN MEMAHAMI CERITANYA.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2