Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (15)


__ADS_3

    Keluarga Mentari dan Zahra, semuanya menginap di rumah Khalid. Malam itu giliran Fatih tidur dengan Mentari.


"Nak Fatih, Ummi minta jagain Zahra, ya! Dia masih ketakutan. Bahkan dia menangis terus sejak tadi," pinta Ummi begitu selesai makan malam bersama.


"Ummi, malam ini Fatih giliran tidur sama Mentari, kemarin malam sudah dengan Zahra," jawab Fatih dengan sopan menolak permintaan mertuanya.


     Zahra hanya menarik napasnya, "Um--" Zahra tidak melanjutkan perkataannya karena dipotong oleh Mirna.


"Mentari kamu mengalah, ya. Malam ini biarkan Fatih tidur sama Zahra. Dia sedang sakit, sedangkan kamu baik-baik saja!" pinta Mirna kepada Mentari, yang duduk di samping Zahra.


"Ummi, tidak boleh begitu! Sudah hak Mentari, malam ini giliran tidur dengan Fatih." Abah menasehati istrinya yang belakangan ini malah sering membuatnya mengelus dada, harus sabar untuk mengingatkannya.


"Tapi, Abah. Zahra 'lah yang lebih membutuhkan Fatih, sekarang! Harusnya sebagai suami dia tahu mana yang harus diutamakan!" Kata Mirna sambil melirik ke arah Mentari, meminta agar madu anaknya itu sadar diri, kalau dia hanya istri kedua dan harus mengalah.


     Khalid dan Aurora, serta Ja'far dan Sinar, hanya diam mendengarkan. Mereka tidak mau meributkan malam ini Fatih akan tidur dengan siapa?


     Mentari, merasa sudah haknya dia, malam ini untuk tidur bersama suaminya. Dirinya juga masih merasa ketakutan, dan ingin merasa ketenangan bersama dengan Fatih.


"Maaf, Ummi. Aku rasa--"


"Mentari, Ummi mohon kepadamu, mengalah 'lah. Demi kebaikan bersama!" Mirna memohon dengan memotong pembicaraan Mentari.


"Malam ini Fatih akan tidur dengan Mentari. Tidak ada yang bisa membantah! Karena kemarin Fatih sudah tidur dengan Zahra. Ini adil buat semuanya! Kalau ada apa-apa, Zahra bisa menghubungi aku," kata Fatih dengan tegas mengakhiri pembicaraan makan malam itu.


Apalagi kemarin malam Mentari juga, menangis semalaman. Namun, dia tidak mengganggunya saat bersama dengan Zahra. Bagi Fatih, kedua istri dia itu sama berharga baginya. Dia tidak mau membeda-bedakan, meski rasa cintanya untuk Mentari begitu besar. Namun, bagi dia juga, Zahra itu merupakan sebagian dari hidupnya.


******


     Malam itu Fatih akhirnya tidur bersama Mentari. Bukannya dia tidak peduli dengan Zahra yang sedang sakit. Mentari dan kedua anak yang dikandungnya juga membutuhkan perhatian dia. Apalagi saat ini ada yang mengincar nyawa mereka. Fatih sempat memberikan solusi agar Mentari dan Zahra tidur bersama, dan dirinya akan tidur di sofa. Agar dia bisa menjaganya secara bersamaan, tetapi Zahra menolaknya. Dia memilih tidur sendiri di kamarnya.

__ADS_1


"Mas, apa sudah mengetahui, siapa yang melakukan penembakan tadi siang?" tanya Mentari yang sedang berbaring dan berada dalam pelukan Fatih. Wajahnya dia menempel di dada bidang Fatih. Posisi paling di sukai Mentari, yang selalu merasa terlindungi.


"Ya, walau masih dugaan," jawab Fatih sambil menghirup wangi rambut Mentari, yang selalu membuatnya tenang. Mengirup wangi tubuh Mentari, bisa membuat Fatih, merasa tenang, mau itu pikiran atau hatinya. Padahal dia juga memberikan hal yang sama dengan Zahra. Namun, efek yang dihasilkannya berbeda.


"Apa, aku mulai sekarang tidak boleh keluar rumah?" Mentari mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah wajah Fatih.


"Hn, mulai sekarang kemanapun kamu pergi, akan ada pengawal yang mendampingimu, walau cuma jalan-jalan ke taman bunga di belakang," jawab Fatih dengan lembut. Tangannya merapihkan anak rambut Mentari dan menyelipkan ke belakang telinganya.


"Apakah Zahra juga sama? Dia akan mendapatkan pengawal?" 


"Iya, tentu saja. Aku tidak mau terjadi apa-apa kepada kalian berdua." Diciumnya kening Mentari.


"Apa tujuan dia ingin membunuhku, Mas?"


"Dia adalah Thomas Brown. Ayah biologis Allura. Kini dia ingin membalaskan dendam yang kepadamu, yang diduga sudah membunuh Allura."


     Mentari sangat terkejut mendengar hal itu. Dia jadi semakin ketakutan kalau nanti dia dan anak-anak yang ada dalam kandungannya, terancam nyawanya.


     Mendengar kata-kata suaminya, malah membuat Mentari, menangis terharu. Mentari mengusap rahang kokoh suaminya, kemudian dia mengecup bibir yang selalu membuatnya merasa tenang karena mendengar kata-katanya. "Terima kasih, Mas."


******


     Sementara, Zahra yang berada di kamarnya. Dia menangis menyesal, seharusnya dia tadi terima saja ajakan Fatih untuk tidur bersama Mentari, di satu kamar. Bukannya hal aneh kalau mereka tidur di satu tempat yang sama. Apalagi Fatih bukanlah laki-laki, berengsek yang akan menyakiti hati dia, dengan bercinta di depan matanya.


"Bodoh ... Zahra! Kenapa baru sekarang kamu menyesali pilihan kamu, sendiri," gumam Zahra.


     Seharusnya dia tidak ikut kepancing sama perkataan Umminya tadi. Bukan hanya dia saja yang ketakutan, Mentari juga sama ketakutan seperti dirinya. Apalagi tadi peluru, sasarannya adalah Mentari.


"Mas, maafkan aku," gumam Zahra sambil meneteskan air matanya.

__ADS_1


     Zahra tidur dengan rasa penyesalan. Dia berpikir seolah semua yang terjadi dalam hidupnya sekarang karena kesalahan dia dalam mengambil keputusan.


******


William, sedang menelepon seseorang yang dia tugaskan untuk mengawasi Thomas Brown.


Dia begitu marah, saat tahu kalau tadi Mentari hampir kehilangan nyawanya.


"Thomas, aku akan membuat perhitungan dengan kamu! kalau sampai terjadi apa-apa kepada Mentari!"


William pun mengeluarkan sebuah koper besar dari lemari bajunya. Tercipta senyum di wajahnya yang tampan.


"Baby, tunggu aku! tidak akan aku biarkan siapapun mencelakaimu."


******


Maaf harusnya aku up kemarin malam 🥺🥺. Habis isya lagi ngetik ketiduran 🙄🙄. Dan baru bisa up setelah bangun tidur 😁😁😁. Sebagai permintaan maaf kepada teman-teman yang sudah menunggu dari kemarin. aku kasih double up.


******


Apa yang akan dilakukan oleh William, untuk melindungi Mentari?


Tunggu kelanjutannya di BAB berikutnya. 🥰🥰


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2