Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (20)


__ADS_3

     Mentari dan keluarganya diantarkan ke rumah Alex oleh kepala pelayan. Dengan kemampuannya yang mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, tapi tidak membuat takut para penumpangnya. Mereka akhirnya bisa sampai dengan cepat dan selamat. Mentari dan keluarganya mengucapkan terima kasih kepada kepala pelayan itu.


    Mentari menonaktifkan telepon genggamnya, karena dia tidak mau diganggu oleh siapapun saat ini. Dia sekarang ini sedang ingin mencurahkan isi hatinya kepada Cantika.


"Mbak Cantika!" Mentari langsung memeluk Cantika begitu bertemu dengannya di depan teras rumahnya. Mentari memeluknya dengan sangat erat, dan langsung menumpahkan air mata kesedihannya.


"Iya. Ada apa ini?" tanya Cantika yang masih bingung dengan keadaan Mentari. Apalagi dengan adanya kehadiran Paman dan Bibinya.


"Paman … Bibi?" Cantika ingin memberi salam dulu kepada kedua orang yang sudah dianggap sebagai orang tuanya itu.


"Assalamualaikum, kapan kalian datang?" tanya Cantika masih dalam pelukan erat Mentari.


"Baru sore ini, kami tiba di sini," jawab Ja'far sambil menunjukan koper miliknya.


"Sebaiknya kita masuk dulu!" ajak Cantika.


     Mereka masuk dan duduk di ruang depan. Saat Cantika mengajak ke ruang keluarga mereka menolaknya karena nggak akan lama. Cantika mengira, kalau Mentari baru saja menjemput orang tuanya di bandara.


"Kamu kenapa menangis seperti ini?" tanya Cantika, "bukannya tadi sangat bahagia karena baru tahu kalau kamu sedang hamil."


"Apa! jadi Mentari sekarang sedang hamil?!" tanya Ja'far dan Sinar bersamaan.


"Iya, Paman … Bibi, kalian akan menjadi Kakek dan Nenek!" jawab Cantika dengan wajah yang bahagia dan senyuman cantik miliknya.


"Sudah tahu Mentari lagi hamil! Si William malah mau menceraikannya!" kata Sinar dengan sangat geram.


"Apa!" Cantika langsung mengalihkan perhatiannya kepada Mentari yang kini sedang menangis tergugu, dan menganggukan kepalanya. Cantika pun langsung memeluk tubuh Mentari yang bisa dibilang kurus. Dia pun ikut meneteskan air matanya.


"Sudahlah Bunda, mungkin jodoh mereka sampai di sini. Tidak usah marah-marah lagi. Mendingan kita bahagia untuk menyambut cucu kita," balas Ja'far dengan kata-kata bijaknya sambil mengelus punggung istrinya itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Cantika kepada Mentari sambil mengelus punggung Mentari.


    Kemudian Mentari menceritakan kejadian yang tadi menimpanya. Tentang rekaman suara yang mirip dirinya dan Cantika, isi pembicaraannya. Kemarahan suaminya, dan pertengkaran antara dirinya dengan William.


    Cantika sangat shock, saat tahu tentang isi rekaman yang dibicarakan oleh Mentari. Dia juga jadinya ikut parno, karena William begitu percaya kalau suara rekaman itu, adalah asli pembicaraan antara Mentari dan Cantika.


    Cantika jadi punya pikiran, bagaimana kalau Alex juga punya pikiran sama dengan William. Bahwa Alex akan membuang dirinya, apalagi kini kandungannya juga baru tujuh bulan. Cantika pun cepat-cepat menelepon Alex dan menyuruhnya pulang saat ini juga.

__ADS_1


    Cantika mencoba menghibur Mentari dengan kata-kata penyemangat darinya. Padahal dia sendiri sedang ketar-ketir perasaannya. Takut apa yang menimpa Mentari juga menimpa dirinya.


    Alex pun datang tak berselang lama, dengan wajahnya yang pucat. Karena dia mengira telah terjadi sesuatu kepada Cantika. Napasnya yang ngos-ngosan, begitu masuk rumah. Alex langsung tersenyum saat melihat Cantika dalam keadaan baik-baik saja.


    Cantika pun langsung berlari dan memeluk tubuh suaminya itu. Alex juga membalas pelukannya, yang terganjal oleh perut Cantika.


"Ada apa Honey? Kamu membuat aku ketakutan tadi!" Alex menangkup wajah Cantika dan melihatnya dengan sangat intens.


"Aku tadi cemas dan takut," jawab Cantika dengan matanya yang berkaca-kaca menatap mata biru langit milik suaminya itu.


"Kenapa, kamu sampai seperti itu? Apa yang membuat kamu cemas dan takut?" tanya Alex penasaran. Cantika pun mengajak Alex untuk duduk di sofa dengannya.


    Kemudian Cantika dan Mentari bercerita dengan secara bergantian, tentang suara rekaman yang dimiliki oleh William.


"Honey, aku percaya kepadamu! Kalaupun benar kamu menikahi aku karena harta. Maka aku pun akan memberikan semua harta milikku kepadamu," kata Alex.


    Walau Alex tahu Cantika mau menikah dengannya, bukan karena harta. Cantika belum tahu siapa dirinya saat mereka akan menikah. Dia menyadari kalau sudah punya suami yang tajir melintir saat tiba di Amerika. Setelah mereka pulang bulan madu.


"Terima kasih, Sayang. Aku sangat senang mendengarnya. Tadi aku takut kalau kamu akan percaya dengan suara rekaman itu." Cantika menggenggam erat tangan suaminya dan tersenyum tulus untuknya.


"Aku tidak akan berbuat bodoh seperti itu. Karena aku lebih percaya dengan orang yang selalu setia menanti kedatanganku," jawab Alex sambil mengelus perut besar Cantika yang kini sedang mengandung anak kembarnya, sambil tersenyum lembut kepadanya. Cantika semakin dibuat meleleh oleh sikap suaminya itu.


"Paman, kalian menginap saja di sini?" tanya Cantika.


"Maaf Cantika, Paman akan langsung pulang ke Indonesia menggunakan jam penerbangan terakhir nanti malam," jawab Ja'far.


"Kalau Paman mau pulang ke Indonesia, pakai pesawat Alex saja," tawar Alex.


    Akhirnya setelah makan malam keluarga Ja'far kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat pribadi milik Alex.


******


    William mencari keberadaan Mentari dan orang tuanya. Dia menyangka kalau mereka akan menginap di hotel. Makanya dia berkeliling masuk hotel ke hotel lainnya. Karena pikirannya sedang kacau, William tidak bisa berpikir dengan jernih. Terasa blank otaknya sekarang.


   Ngapain dia keluar masuk hotel mencari keberadaan Mentari dan orang tuanya. Kenapa tidak rentas saja daftar nama tamu di hotel-hotel itu. Dia punya banyak anak buah di pasukan keamanan keluarga Green, kenapa tidak di kerahkan olehnya untuk mencari keberadaan Mentari. Bukannya Mentari masih punya saudara yang tinggal di Amerika, Cantika. Kenapa tidak mendatangi rumahnya. Kalau begini, otak pintar milik William patut di pertanyakan.


"Mentari kamu sedang dimana sekarang?" gumam William sambil memandang langit gelap malam.

__ADS_1


    William pun melajukan mobilnya membelah jalanan di malam hari. Dia tidak sadar membawa mobilnya kemana, yang dia pikirkan hanya Mentari.


    Dia sudah mengatai istrinya dengan kata-kata yang kasar. Bahkan tadi hatinya antara benci dan cinta, sengaja melampiaskan amarah yang sedang dirasakannya kepada Mentari. Seolah dirinya yang sudah disakiti terlebih dahulu oleh istrinya itu. 


   William berputar-putar di tengah kota sampai fajar terbit di ufuk timur. Bahkan dia ketiduran di dalam mobil yang diparkirkannya di pinggir pantai.


    Kalau hari ini tidak ada rapat yang penting. Mungkin William memilih melanjutkan lagi mencari Mentari. Meski rapat berjalan dengan lancar, dia tidak bisa fokus ke sana. Pikirannya hanya dipenuhi oleh Mentari.


    William baru mendapat kabar kalau Cantika sudah melahirkan. Karena Alex tidak datang ke rapat dewan direksi hari ini. Padahal ini adalah rapat yang sangat penting. Alex malah mengirim Fernando yang mewakili dirinya.


   William pun mendatangi rumah sakit, dimana Cantika melahirkan. Saat berjalan di koridor William bertemu dengan Alex.


"Al, aku dengar kalau Cantika sudah melahirkan!" William tersenyum kepada salah satu cucunya itu.


   Bukanya membalas ucapan William, Alex malah memukul wajah William dengan bogem mentahnya. Sampai William tersungkur ke lantai dalam satu pukulannya.


*******


Alex : Thor kenapa bersambung? tanggung masa baru satu pukulan.


Author : Tenang di BAB berikutnya, kamu masih bisa menghajar si William.


Alex : Asik... kapan lagi aku bisa menghajar si kakek Willi. hehehe...


Fatih : Thor kapan aku muncul lagi...


Author : masih lama...


William : kalian senang banget membuat aku kesusahan.


Author + Alex+ Fatih : senang sekali!!!


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


*******


__ADS_2