Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (21)


__ADS_3

     Fatih berbicara dengan James lewat handphone. James mengabarkan kalau Thomas, sudah bisa dia atasi. Hanya saja dia sudah bekerja sama dengan seseorang, yang ingin merusak kebahagian Mentari.


"Apa kamu tahu siapa orang yang diajak kerja sama oleh Thomas?"


"Tidak tahu, hanya saja orang itu punya dendam terhadap Mentari, di masa lalu!"


"Ya Allah, apalagi ini? Kenapa tidak ada hentinya orang-orang mau merusak kebahagian orang lain," gumam Fatih.


"Ingat jaga Mentari! Jangan sampai kamu kecolongan. Kita tidak tahu siapa dia karena Thomas, tidak mau bicara meski aku siksa sampai tidak sadarkan diri."


"Ada masalah apa kamu sama Thomas? Sampai-sampai kamu dendam begitu."


"Dia sudah menculik dan melecehkan istriku, sampai dia depresi dan akhirnya meninggal. Sialnya, nggak ada bukti selain, kesaksian pelayan rumah si Thomas. Makanya dia masih bisa berkeliaran bebas. Tadinya dia tidak mau mengaku, setelah seharian aku berikan dia kasih sayang, akhirnya dia menyerah juga. Rupanya dia takut mati."


"Maaf James, aku tidak tahu apa yang sudah menimpa istrimu dulu," kata Fatih penuh simpatik.


"Aku juga baru tahu setelah kembali dari Timur Tengah, tidak sengaja bertemu dengan dia saat mabuk bersama teman-temannya. Dia membicarakan aku dan William. Makanya aku menghubungi William dulu, ternyata dia sudah bercerai dengan istrinya. Kamu tahu 'kan kalau Thomas itu seorang pecundang!"


"Iya, kamu benar. Sekarang dia ada dimana?"


"Aku akan membawa ke Amerika, dan menyerahkan dia ke polisi dan minta penyelidikan ulang."


"Baiklah, terima kasih James."


     Fatih pun kembali ke kamar Mentari. Dia kembali membaringkan tubuhnya di samping Mentari. Dipeluknya tubuh Mentari dari belakang. Fatih berpikir, siapa yang punya dendam sama Mentari. Setahu Fatih kehidupan Mentari, biasa-biasa saja tidak ada yang membuat dia berurusan dengan orang lain. Apalagi Mentari, orangnya baik kepada siapa saja dan menyenangkan.


"My Honey, aku akan sekuat tenaga akan melindungi kamu," bisik Fatih.

__ADS_1


*******


    Zahra hari ini akan mulai pengobatannya untuk kemoterapi. Dukungan dari keluarga besar Abah, sungguh membuat Zahra senang. Ternyata tidak hanya dukungan dari keluarga suaminya saja, keluarga Abah juga sangat perhatian kepadanya.


     Fatih mengajak Mentari berdiskusi bersama Khalid, Aurora, Mirna, dan Abah di ruang kerja. Mentari tidak tahu, kenapa dia diajak diskusi.


"Mentari, selama Zahra di rawat di rumah sakit, izinkan Fatih untuk menjaganya, ya. Ummi dan Abah tidak akan bisa setiap waktu ikut menjaganya. Apalagi Ummi juga diminta Annisa untuk menungguinya yang sebentar lagi mau melahirkan. Mungkin kita akan bergantian menjaganya."


"Mentari biar Mama yang jaga. Fatih urus saja Zahra, kalau ada apa-apa lagi, nanti harus secepatnya beritahu kami. Karena hanya kamu yang bisa diandalkan. Apalagi kamu itu suaminya!" Sindir Aurora, yang sejak tadi tidak suka mendengar omongan Mirna kepada Fatih.


"Papa sama Mama, akan sesekali ke rumah sakit. Untuk melihat perkembangan pengobatan Zahra."


    Akhirnya, semua sudah diputuskan. Mentari tidak diberi kesempatan untuk bicara dia mau tidak mau harus mengikuti kemauan Mirna. Mentari sendiri berpikir untuk apa dia disuruh ikut diskusi, tapi tidak diberikan kesempatan bicara.


******


"Ya, aku juga akan mengusahakan pulang untuk melihat kamu dan si kembar, walau hanya sebentar."


"Hm, aku pasti akan merindukanmu," kata Mentari sambil memeluk tubuh Fatih.


"Apalagi aku. Aku rasanya ingin membelah tubuh agar selalu bisa berada di sisi kalian berdua. Menjaga dan mengawasi kalian selama dua puluh empat jam, non stop!" Fatih menciumi kepala Mentari.


"Mas, juga harus bisa menjaga diri dan kesehatan. Aku nggak mau kalau Mas kelelahan sampai jatuh sakit. Jangan memaksakan diri untuk pulang pergi dari rumah sakit ke rumah. Aku cukup mendengar suaramu saja sudah senang. Kita juga bisa video call nanti." Mentari meneteskan air matanya. Kalau boleh egois dia juga mau Fatih selalu ada disisinya, apalagi kehamialannya sekarang mulai merasakan kepayahan dan cepat lelah. Namun, dia merasa ikhlas menjalaninya. Mentari bersyukur dia diberi kesempatan untuk punya anak lagi. Kalau dia juga menuntut kepada suaminya, untuk memperhatikan juga, dengan berada disisinya, itu hanya akan menyulitkan posisi Fatih.


******


     Mentari juga ikut mengantar Zahra ke rumah sakit. Bahkan dia ikut menyiapkan keperluan Zahra selama masa pengobatannya di rumah sakit.

__ADS_1


"Ingat, kamu harus kuat, ya. Semoga cepat sembuh. Bukannya kamu juga mau ikut mengurus si kembar," kata Mentari saat bersama Zahra di kamarnya.


"Iya, doakan aku, ya. Biar pengobatan ini bisa berjalan lancar dan aku bisa sembuh. Agar kita bisa kembali bersama-sama kayak dulu lagi." Zahra dan Mentari saling berpelukan. Keduanya menangis, entah kenapa ada rasa sedih yang mereka rasakan.


"Aku akan menunggu kamu pulang lagi kerumah," bisik Mentari.


"Iya. Tunggu aku!" balas Zahra.


    Aurora dan Sinar yang berdiri di dekat pintu pun, sama ikut-ikutan menangis, melihat pemandangan di hadapan mereka. Satu wanita berjuang melawan penyakitnya, yang satu berjuang untuk anak yang sedang dikandungnya.


******


     Fatih akan menemani Zahra selama masa pengobatan di rumah sakit. Makanya di menitipkan Menteri kepada Aurora dan Sinar. Saat semua admistrasi untuk Zahra sudah diselesaikan dan pemeriksaan awal juga sudah dilakukan. Fatih merasa lega, semuanya berjalan lancar. Fatih pun menghubungi Mentari. Fatih dan Mentari sudah sepakat kalau selama Fatih di rumah sakit, akan selalu menghubunginya.


Fatih membawa semua pekerjaannya ke rumah sakit, selain menjaga Zahra, dia juga meski menjalankan perusahaannya. Zahra juga merasa ada kekuatan yang membuatnya semakin semangat untuk sembuh, begitu melihat pengorbanan Fatih untuknya.


******


Hm ... kira-kira siapa ya, yang mau balas dendam ke Mentari? Kalau kalian baca Trio Kancil akan tahu jawabannya. Siapa yang sering bersitegang dengan Mentari.


Tunggu kelanjutannya ya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2