Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLAM (40)


__ADS_3

    Kehadiran Liam dia keluarga Green disambut dengan penuh suka cita. Apalagi keluarga Mentari yang dari Indonesia banyak yang datang. Mereka sekalian mau menjenguk baby twins anak Cantika dan Alex. Apalagi mereka bisa datang ke Amerika dengan gratis karena William mengirimkan pesawat pribadinya untuk menjemput semua keluarga Muchtar yang ingin ikut.


    Jennifer sangat senang dengan kedatangan tamu dari Indonesia. Mansion Green menjadi sangat ramai dengan kehadiran mereka.


    Namun, ada saja ulah nenek Ratih. Dia mencibir Allura anak William, yang diluar nikah. Dia mengatakan kepada Ja'far, kalau Mentari sudah dibohongi oleh suaminya. Baik Ja'far maupun Mentari, tidak ada yang menggubrisnya. Mereka sudah menerima keberadaan Allura, dalam keluarganya.


     Cantika dan Alex, pun menempati mansion nya yang berada di depan mansion William. Warisan dari Kakek Albert Green. Agar keluarga dari Indonesia tidak terlalu jauh saat ingin menjenguk baby twins.


     Mentari juga senang karena Cantika sering mengajak baby twins main ke mansion nya. Mereka akan mengasuh anak-anak bersama kerabatnya. Rencananya keluarga dari Indonesia akan tinggal di sana sampai acara akikah Liam.


******


     Tamu yang paling tak disangka adalah kedatangan Gaya dan Arga. Mereka datang bersama Fatih dan Zahra. 


     Suasana kebersamaan keluarga Mentari di sana membuat Allura tidak suka. Sebab Mentari sibuk mengurusi Liam dan tamu keluarga dari Indonesia. Jadinya, Mentari tidak memperhatikan dirinya. Hanya saat bangun dan akan tidur, Mentari menghampiri dan memberikan ciuman sayangnya.


     Apalagi si Trio Kancil makin sibuk dengan sekolahannya. Hanya dirinya yang kini duduk sendirian. Allura tidak mengerti apa yang dikatakan oleh para tamu dari Indonesia. Dirinya tidak bisa bahasa Indonesia seperti orang tuanya bahkan Grandma Jennifer. Kadang Allura tidak suka saat Mentari dan William berbicara menggunakan bahasa Indonesia. Seolah mereka itu sedang membicarakan dirinya.


    Allura pun kini merasa keberadaan Liam, menjadi penghalang baginya. Dalam mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Mentari dan William. Kadang Allura, merasa kesal saat Mentari sedang menemaninya belajar, tiba-tiba Liam menangis, entah ingin menyusu atau karena buang kotoran.


     Allura merasa iri kepada Liam, semua orang sayang kepada dia. Mereka mengelu-elukan namanya sayang. Berbeda dengan dirinya, yang selalu dilihat sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.


     Allura duduk di tepi kolam renang. Kakinya yang di celupkan ke dalam kolam, digerakkan dengan pelan secara bergantian kiri dan kanan. Dia menatap langit yang berwarna cerah karena sudah musim semi dan akan memasuki musim panas.


"Nona Allura, apa yang sedang Anda lakukan di sana?" tanya salah seorang pelayan wanita yang sering terlihat bekerja di bagian laundry.


"Hanya sedang menikmati kesendirian aku saja," jawab Allura yang melihatnya sekilas kemudian dia menatap langit lagi sambil bernyanyi.


"Mereka itu ... karena ada anggota baru di keluarga ini, semuanya menjadi heboh," kata si pelayan lagi.


"Wajar saja karena anaknya daddy dan mommy sudah lahir. Dia akan menjadi pewaris keluarga ini," jawab Allura yang masih saja melihat langit yang di hiasi awam.


"Seharusnya kamu yang menjadi pewaris keluarga ini. Sebab kamu adalah anak tertua tuan William," sanggah si pelayan itu.


"Tapi, aku 'kan anak di luar nikah Daddy." Kini perhatian Allura sepenuhnya kepada si pelayan itu.

__ADS_1


"Walaupun kamu anak di luar nikah. Dalam tubuh kamu mengalir darah keluarga Green," hasut si pelayan lagi.


     Allura terdiam memikirkan perkataan si pelayan. Dia terus berpikir dalam diam. Namun si pelayan terus saja bicara. Tentang kelebihan Allura yang lebih pantas mendapatkan pewaris keluarga Green.


     Allura yang masih anak-anak pikirannya, dan labil emosinya. Mudah sekali dipengaruhi.


"Jika bayi itu tidak ada, maka kamu yang akan menjadi pewaris selanjutnya." Pelayan itu berbisik setelah melihat di sekitarnya tidak ada siapa-siapa.


     Allura pun berpikir, benar kata si pelayan. Adanya bayi itu membuat dirinya kehilangan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang itu. Kini semua itu berpindah kepada si bayi Liam.


"Siapa nama kamu?" tanya Allura kepada si pelayan.


"Nama saya adalah Mone, pelayan bagian laundry," jawab pelayan itu.


"Mone, senang bisa berbicara dengan kamu," kata Allura sambil tersenyum.


"Saya juga senang saat melihat anda bahagia ...," jawab Mone. "Namun akan merasa sangat sedih saat melihat ada berdiam seperti ini." 


      "Mau tahu caranya agar perhatian tuan dan nyonya hanya kepadamu?" tanya Mone kepada Allura.


    Allura pun menganggukan kepalanya. Maka Mone pun membisikan sesuatu kepada gadis kecil kesayangan William.


*******


"Mom, aku ingin dibacakan buku ini!" Allura memberikan sebuah buku dongeng 'Si Gadis Berkerudung Merah dan Serigala'


"Apa kamu nggak bosan sama buku ini?" tanya Mentari sambil menerima buku yang diberikan oleh Allura. Ini sudah yang ketiga kalinya Mentari membacakan buku yang sama.


"Enggak Mom, aku suka sekali sama ceritanya," jawab Allura sambil tersenyum.


"Ya sudah. Sini duduk disamping Mommy!" ajak Mentari dan menepuk sofa, agar Allura duduk di sana.


"Aku maunya sambil tiduran Mom," tolak Allura dengan gelengan kepala.


"Sayang, Mommy sedang menyusui Liam. Kasihan, nanti tidak nyaman. Jadi, kamu duduk di sini, ya!" pinta Mentari sambil tersenyum, agar Allura mau memahaminya.

__ADS_1


    Allura mencebikkan bibirnya, mau nggak mau dia harus duduk di samping Mentari. Perasaannya menjadi dongkol karena keinginannya tidak dipenuhi.


'Gara-gara kamu, Mommy jadi nggak sayang sama aku,' Allura merutuk dalam hatinya sambil melihat ke arah bayi yang sedang menikmati ASI eksklusif.


     Mentari pun membacakan buku yang diminta oleh Allura, sampai selesai. Kemudian dilihatnya gadis kecil itu sudah tidur.


"Cepat banget tidurnya. Padahal baru saja dia bicara." Mentari terkekeh melihat Allura yang kini sedang tidur bersandar kepadanya.


"Aduh, bagaimana ini?" Mentari bingung, yang bayi tertidur dalam pangkuannya, sementara Allura tidur bersandar kepada dirinya."Oppa, kemana sih!" 


    Hampir setengah jam kemudian, datang William, masuk ke kamarnya. Dia melihat ketiga orang yang disayanginya tertidur di sofa. William tersenyum melihat pemandangan itu.


    Kemudian diangkatnya Allura dan dipindahkan ke kamar tidurnya. Saat dia membaringkan tubuh Allura di atas kasur. Allura terbangun. "Daddy," sapanya.


"Iya, Sayang. Tidur lagi, ya!" suruh William.


"Daddy, sayang sama aku 'kan?" tanya Allura dengan matanya yang bening itu menatap William.


"Tentu saja," jawab William.


"Daddy, nggak akan pernah membuang aku 'kan?" tanyanya lagi, kali ini matanya berkaca-kaca.


    William sungguh terkejut dengan ucapan Allura. "Tentu saja, Daddy nggak akan membuang kamu. Karena Allura anak Daddy," jawab William.


"Janji!" Allura mengulurkan jari kelingkingnya.


"Janji!" William membalas dan menautkan jari kelingkingnya.


     Mereka berdua pun tersenyum.


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


******


__ADS_2