Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, DAN ZAHRA (25)


__ADS_3

     Mentari yang mendengar pengakuan Fatih barusan sangat terkejut. Kini dia menatap mata suaminya, untuk mencari kebenaran melalui sorot matanya. Kedua mata itu saling memandang dan terlihat jelas pancaran kesungguhan di sana.


     Tanpa sadar keduanya kini duduk saling berhadapan. Mentari berada di pangkuan Fatih dan tangan keduanya saling menggenggam, "Mentari aku mencintaimu!" Fatih berkata dengan kesungguhannya dan Mentari melihat ketulusan di matanya saat Fatih mengungkapkan perasaannya.


     Pupil mata Mentari bergetar, Fatih bisa melihatnya. Senyuman Mentari langsung terbit di wajahnya yang cantik. Fatih merasa kalau Mentari juga memiliki perasaan yang sama dengannya.


     Mentari senang ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Seperti yang dia duga sebelumnya.


"Aku mencintaimu …!" Fatih mengulangi lagi pernyataan cintanya dengan suaranya yang lebih tinggi agar Mentari bisa merasakan kesungguhannya.


     Mentari merasa lidahnya terasa kelu saking terkejutnya. Dia malah diam tidak menjawab pernyataan cinta Fatih.


"Apa kamu tidak mencintaiku?" tanya Fatih dengan suaranya yang melemah. Terlihat ada rasa kecewa dari pancaran matanya.


"Hm …." Mentari menggelengkan kepalanya. "Aku juga mencintaimu," bisik Mentari. Seolah hanya Fatih saja yang boleh mendengarnya.


     Mendengar jawaban Mentari tersebut membuat Fatih bahagia. Dirinya terasa terbang ke awang-awang. Senyuman yang sempat hilang barusan, kembali lagi menghiasi wajahnya.


"Ulangi lagi!" pinta Fatih kepada Mentari sambil mengangkat wajahnya. Karena Mentari malah menundukan kepalanya, setelah membalas ungkapan Fatih akan perasaannya.


"Aku … mencintai … mu!" ulang Mentari sambil menatap wajah Fatih yang sedang mengembangkan senyumannya.


"Aku mencintaimu, Mentari Khairunnisa Mochtar." Fatih masih menatap mata Mentari.


"Aku juga mencintaimu, Al Fatih Green Hakim."


     Kini kedua orang yang baru saja mengungkapkan perasannya itu. Sedang dilanda mabuk asmara, keduanya terbuai dalam dunianya. Fatih tidak kembali ke kantornya, dia malah bekerja di ruangannya Mentari.


     Keduanya duduk di sofa dengan masing-masing memegang laptop. Mereka bekerja sambil sesekali saling berbicara dan melirik. Kadang tersenyum dan tertawa bersama.


******


     Saat Mentari pulang ke rumah mertuanya, dia melihat Zahra yang sedang berbicara dengan Mirna dan Widuri di kursi teras samping. Maka Mentari pun menghampiri mereka, dan mengucapkan salam. Di ciumnya tangan ibu dan bibinya Zahra itu. Setelah basa-basi sedikit, Mentari pamit masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Tahu nggak Zahra, tadi Jihan bilang kalau Fatih itu seharian pergi ke kantornya Mentari dan nggak kembali lagi. Jangan biarkan Mentari mengambil Fatih dari sisimu!" kata Widuri memanasi Mirna dan Zahra.


"Dari mana Jihan tahu, kalau Mas Fatih pergi ke kantornya Mentari?" tanya Zahra sambil menatap Widuri nggak suka.


"Oh … itu …," Widuri gugup setengah mati takut ketahuan bohongnya.


"Jihan mendengarnya langsung! Ya dia bilang begitu, hehehe …." jawab Widuri. Meski asal ngomong, tapi itulah kenyataannya.


"Ingat Zahra! Kamu itu istri pertamanya Fatih, kamu adalah Nyonya Muda dari keluarga Hakim. Sedangkan Mentari dia hanya selirnya. Kamu harus tahu posisi dalam keluarga ini!" lanjut Widuri semakin memprovokasi Mirna dan Zahra.


"Benar Zahra. Jangan sampai kamu di lempar keluar dari keluarga ini. Ingat sekarang kamu sedang berobat dengan Dokter yang hebat. Ada kemungkinan kamu bisa sembuh kembali." Mirna memberikan semangat untuk putri sulungnya, agar lebih yakin akan kesembuhannya itu.


"Kalau kamu tidak mau di buang oleh Fatih. Jangan biarkan mereka berdua selalu bersama. Kalau si Mentari sudah melahirkan, bawa bayinya dan keluarkan saja dia dari sini," lagi-lagi Widuri memberi nasehat yang menyesatkan buat Zahra.


*******


     Fatih tidak pulang bersama Mentari, karena ada perlu dengan Alif. Jadi Mentari tadi pulang di antar oleh Fajar, adiknya.


      Awalnya Zahra senang karena Mentari lebih memilih di kamar tidur tamu yang ada di lantai bawah. Namun Fatih tidak mengizinkannya, dan meminta tidur di kamar tidur Alex kalau tidak mau tidur di kamar William. Fatih pun akhirnya mengalah karena Mentari kekeh ingin tidur di sana.


     Namun saat Fatih memperlihatkan beberapa foto di handphone-nya. Terlihat sangat jelas kalau dia sedang cemburu. Bagi Zahra rasa cemburu ini juga baru dirasakan pertama kali baginya. 


     Karena dulu, dia tahu kalau Fatih tak akan mungkin berpaling darinya. Zahra bisa merasakan cinta, kasih sayang, dan perhatian Fatih padanya. Fatih juga selalu menjaga pandangannya, dan tidak suka melirik wanita lain. Hanya dirinya yang dilihatnya. 


     Namun kini semuanya sudah berubah, dalam waktu singkat. Mentari telah mampu merubah keadaan. Tak membutuhkan waktu yang lama, untuk membuat Fatih jatuh cinta kepadanya. Begitu juga dengan kehamilannya, dia langsung diberi kepercayaan oleh Allah, dengan dua keturunan sekaligus.


     Zahra mana mungkin akan membenci Mentari. Karena Mentari pun tidak membenci dirinya. Walau selama sebulan lebih kemarin dirinya memonopoli Fatih. Mentari tidak marah kepadanya. Sikap Mentari pun tidak berubah sama seperti dahulu.


     Zahra tidak mau menjadi orang yang jahat karena rasa cemburunya. Dia juga tidak suka kepada Widuri. Dimana dia selalu memberikan ucapan-ucapan yang membuatnya jadi membenci Mentari.


"Aku membutuhkan seseorang yang bisa diajak berbicara tentang masalahku?"


"Siapa, ya?"

__ADS_1


"Kak Cantika? Tidak! Dia pasti akan membela Mentari, karena dia saudara sepupunya."


"Kak Gaya!"


"Ah, benar juga. Aku akan membicarakan ini sama Kak Gaya saja." Zahra bermonolog di dalam kamarnya.


******


    Suasana di meja makan kini terasa menyenangkan bagi Fatih dan Mentari. Energi kebahagiaan keduanya dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di sana. Karena kini Mentari sudah kembali lagi menjadi sosoknya yang ceria dan membuat orang-orang yang ada di sana terus tertawa dengan cerita banyolannya. 


     Saat masak bersama tadi sore, Mentari dan Zahra tidak ada rasa apa-apa semuanya mengalir begitu saja. Mereka berbicara bermacam hal dan tertawa bersama.


"Fatih malam ini kamu giliran tidur bersama Mentari 'kan?!" tanya Aurora yang membuat ketiga orang di sana langsung tersedak oleh makanannya.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Aurora panik karena anak dan kedua menantunya tersedak bersamaan.


     Ketiga orang itu saling pandang, dan tidak ada yang menjawab.


"Malam--" Mentari akhirnya yang memulai pembicaraan.


"Iya, Mah. Mas Fatih malam ini bagian tidur bersama Mentari," jawab Zahra memotong ucapan Mentari.


     Fatih merasa sangat senang, akhirnya Zahra membolehkan dirinya tidur dengan Mentari. Aurora pun senang kalau kedua menantunya pada akur. Karena tadi dia mendengar semua pembicaraan Zahra bersamaan ibu dan bibinya.


    Aurora takut kalau Zahra sampai berubah. Memang sejak awal Aurora tidak suka dengan Widuri yang selalu ingin serba tahu tentang keluarganya saat dirinya mengunjungi rumah besannya. Mirna juga selalu angin-anginan sifatnya. Bila bersama Widuri dia akan mendengarkan perkataannya. Bila saat dengan suaminya yang bijaksana dia pun akan mendengarkan apa katanya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2