Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLAM (47)


__ADS_3

    Mentari berada di ruang rawat inap, sedang menjaga Liam. Bocah satu setengah tahun itu belum sadarkan diri setelah di bius tadi. Luka yang di kening atasnya harus  mendapatkan lima jahitan.


    William pun duduk tidak jauh dari sana. Dia mengecek cctv lewat handphonenya. William memutar ulang rekaman saat Liam berjalan mengejar mobil mainannya, kemudian ada Allura lewat, saat itu Liam terjatuh. Kepalanya mengenai ujung meja kemudian jatuh ke lantai dan kepalanya juga membentur lantai.


     William tidak tahu kalau cctv itu telah di edit. Bagian saat Allura menjegal kaki Liam, telah di hapus. Itu tidak sampai satu detik. Jadi yang William lihat adalah Liam murni jatuh sendiri.


     Mentari sangat senang melihat Liam sudah sadar, meski dia sering menangis karena rasa sakit di kepalanya. Hanya saat dikasih ASI dan tidur saja dia menjadi diam.


     Jennifer pun, pulang ke Amerika, setelah mendengar kalau Liam, mengalami kecelakaan dan harus mendapat jahitan di kening atasnya. Jennifer pun selalu membantu Mentari, untuk giliran berjaga saat di rumah sakit.


******


     Liam sudah tiga hari di rawat di rumah sakit. Dia terus saja menangis jika tidak ada Mentari di dekatnya. Cantika dan Alex langsung datang mengunjungi rumah sakit,  begitu mendengar kejadian  yang menimpa Liam. Mereka merasa kasihan saat melihat, Liam yang terbaring lemah. Bayi yang selalu aktif dan ceria itu kini hanya diam saja. Mentari pun menceritakan semua kejadian yang akhir-akhir ini terjadi pada dirinya, kepada Cantika dan Alex.


     Alex pun meminta Mentari untuk memasang cctv sendiri yang akan terhubung ke handphone miliknya. Di tempat-tempat yang sering dia habiskan waktu dengan Liam.


     Sebenarnya, Mentari juga sudah memasang cctv atas saran Edward. Namun dia memasang hanya di tempat-tempat yang sering didatangi oleh Mone. Dia terlalu fokus ingin mengetahui siapa Mone sebenarnya.


     Cantika pun meminta Mentari untuk selalu waspada kepada Allura. Dia menilai kalau gadis kecil itu, akan melakukan hal gila lainnya yang dapat mencelakakan Liam. Dia juga meminta kalau ada apa-apa lagi, langsung menghubungi dirinya atau Alex.


******


     Satu Minggu sudah berlalu semenjak insiden kecelakaan yang menimpa Liam. Hubungan Mentari dan William semakin memburuk. Mentari juga yang terus mendiamkan William.


     Begitu juga dengan William yang mudah tersulut emosinya. Jika, Mentari mendiamkannya atau bahkan tidak acuh lagi padanya. William menilai Mentari tidak bisa menjadi istri yang baik, dengan mendiamkan suaminya. Bahkan semenjak pulang dari rumah sakit, Mentari tidur di kamar Liam. Alasannya Liam tidak mau di tinggalkan.


     Mentari pun sudah muak dengan kelakuan Mone, yang terus saja memanas-manasi Allura. Dia tahu lewat cctv yang dia sembunyikan di kamar Allura.


******


     Hari ini rencananya Mentari mau mengajak Liam berenang di kolam renang anak. Dia memasang kolam itu di halaman samping dekat kolam renang mansionnya. Liam sangat senang sekali, dia bermain air dan beberapa mainan miliknya di dalam kolam renang anak itu.


     Seorang pelayan bilang ada telepon yang mengaku temannya Mentari. Maka Mentari pun meminta pelayan itu gantian menjaga dan mengawasi Liam.

__ADS_1


     Liam yang melihat Mentari pergi pun menangis, ingin menyusulnya. Dia berusaha keluar dari kolam renangnya. Maka si pelayan itu pun mengangkat Liam dari dalam kolam.


     Saat itu juga datang Allura, menyuruh pelayan tadi untuk membuatkan susu untuknya, sesegera mungkin. Bahkan, Allura bilang yang akan menjaga Liam dan mengantarkannya kepada Mentari.


"Dasar anak bodoh, pembawa sial!" bentak Allura sambil mencubit paha Liam, begitu si pelayan tadi pergi menjauh. 


     Perbuatan Allura kepada Liam, sontak membuatnya menangis dengan keras. Allura langsung mendekap mulut dan mendekap tubuh Liam, dari belakang.


"Diam! Kalau tidak mau diam, aku lempar kamu ke kolam renang!" Allura menekan suaranya geram, dan mengguncangkan badan Liam.


     Namun Liam tidak mau juga diam dan memberontak, maka Allura beneran mendorong Liam ke dalam kolam renang. Kejadian itu dilihat oleh Mentari secara langsung yang baru kembali lagi, setelah ada telepon yang menipu dirinya.


"Liam!" teriak Mentari dan berlari menuju kolam renang.


     Liam yang didorong oleh Allura, ke kolam renang yang kedalaman airnya satu setengah meter. Membuat bocah balita itu tenggelam.


     Mentari langsung menceburkan dirinya dan meraih tubuh anaknya. Liam yang tenggelam berhasil ditarik dan di peluk oleh Mentari. Liam tidak sadarkan diri saat berhasil di raih oleh Mentari. Entah karena shock atau banyak air yang masuk ke paru-parunya.


******


     Mentari memarahi Allura, karena perbuatannya bisa membahayakan nyawa Liam. Namun itu malah di bela oleh Mone, dan bilang kalau apa yang sudah terjadi adalah kecelakaan bukan salah Allura.


     William langsung pulang dari kantornya, begitu mendengar kabar tentang kecelakaan yang di alami lagi oleh Liam. Dia juga memarahi Mentari dan semua pelayan yang ada di mansion karena tidak becus dalam menjaga seorang anak balita.


     Mentari yang kesal karena selalu di salahkan oleh William. Menyuruh suaminya untuk mengecek cctv dan melihat kejadian yang terjadi tadi.


     Lagi-lagi Mentari kecewa dengan hasil rekaman cctv. Dalam rekaman itu posisi Liam terhalang oleh kolam renang anak. Sehingga jatuhnya Liam ke kolam renang, tidak bisa terlihat. Sedangkan cctv satunya lagi berada di sisi sudut mati jadi tidak terlihat dalam rekaman dua orang anak kecil itu.


"Kenapa selalu saja di sudut mati cctv, dia melakukannya. Apa ada yang menyuruh Allura?" gumam Mentari, tapi itu kedengaran oleh William.


"Kamu jangan menyalahkan orang lain. Hilangkan pikiran negatifmu itu. Hanya karena tidak suka kepada Allura, semua kamu limpahkan kesalahan kepadanya," kata William.


     Mentari menatap sebal ke arah William. Kemudian di pergi dan kembali ke kamar Liam. Betapa terkejutnya Mentari, saat melihat Allura memukul kepala Liam, menggunakan mainan anaknya. Sehingga membuat Liam kembali menangis.

__ADS_1


"Allura! Apa yang kamu lakukan?!" Mentari menarik jauh tubuh Allura dari Liam. Kemudian memeluk tubuh putranya itu.


    Allura langsung menangis karena mendapat bentakan dari Mentari. William yang menyaksikan itu, langsung menggendong Allura.


"Kamu jangan membentak anak-anak! Nanti mereka akan meniru dengan apa yang dia dapat dari perlakuan orang tuanya!" William menatap tajam ke arah Mentari.


"Iya, kamu benar. Anak akan meniru orang tuanya. Bukannya dulu ibunya juga selalu berusaha mencelakaiku, kini anaknya juga terus berusaha mencelakai anakku!" bentak Mentari tidak mau kalah oleh William.


     Satu tamparan tangan kanan William, mendarat di pipi mulus Mentari, dengan kuat. Sampai-sampai sudut bibirnya robek.


     Baik Mentari maupun William, sama-sama terkejut. William tidak sadar dengan apa yang baru saja dia perbuat kepada Mentari. Begitu juga dengan Mentari, dia tidak menyangka kalau laki-laki yang selama ini selalu menjaga dan mencintainya itu, menampar begitu keras sampai telinganya mendengung. Ini tamparan kedua kali yang dia dapat selama hidupnya.


     Mentari yang sakit hati dengan perlakuan William, memilih pergi dengan membawa anaknya. Dia tinggal di paviliun lantai bawah. Air matanya mengalir dengan sangat deras, menggambarkan rasa sakit di hatinya. Dia juga tidak mau bertemu dengan siapa pun. Para pelayan yang menghawatirkan dirinya juga, tidak diizinkan masuk. Bahkan Jennifer yang baru datang, dari acara sosialita teman sesama pengusaha wanita pun tidak diizinkan untuk menemui dirinya.


     William juga merenungi perbuatannya kepada Mentari. Begitu juga sebaliknya dengan perbuatan Mentari kepadanya.


"Kenapa kamu jadi seperti ini? Kemana Mentari aku yang dulu? Wanita yang baik hati dan punya sejuta pesona," gumam William sambil memejamkan matanya.


     Kebodohan William adalah tidak mendengarkan kata-kata Alex. Untuk kembali melakukan pemeriksaan biodata semua para pekerjanya dan orang-orang yang selalu terlibat dalam hidupnya.


     Mungkin saja dari mereka ada penyusup yang ingin menghancurkan keluarga Green. Sebab sekarang penanggung jawab kekuasaan keluarga Green ada di tangan William.


     Edward yang sudah sangat tua pun, selalu mengingatkan adiknya itu. Kalau musuh dalam selimut lebih berbahaya. Bila musuh yang menyatakan secara langsung, akan dengan mudah mengatasinya. Namun, bila musuh dalam selimut akan sulit dalam mengatasinya.


     Edward juga menyuruh Alex untuk menyeleksi lagi para tim keamanan mansion milik Keluarga Green. Sebab belum tentu yang dulu loyal kepada Christopher, akan loyal kembali kepada William. Seperti kepala pelayan yang bekerja saat Christopher masih hidup. Lebih memilih mengundurkan diri dari sana. Sebab sering terjadi ketidak cocokan dalam pemikiran keduanya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2