Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (22)


__ADS_3

Masih flashback ...


    Hasutan demi hasutan terus dikatakan oleh Angel. Supaya William meragukan cintanya Mentari.


    Melihat raut muka William yang berubah menjadi kesal, membuat Angel senang. Dia juga merayunya agar bisa bertemu lagi dengan William secara bebas.


    Mentari pun tiba-tiba masuk ke dalam ruang kantor William, dan terjadilah pertengkaran itu. Saat itu William sudah berhasil dipengaruhi oleh hasutan Angel.


Flashback off …


     Alex mendengarkan cerita versi William. Sebenarnya kalau boleh memukul lagi. Maka dengan senang hati Alex akan melakukannya.


"Mana rekaman suara Cantika dan Mentari yang jadi masalah itu?" Alex mengulurkan tangannya kepada William dengan nada bicaranya yang terdengar sangat kesal.


"Aku simpan di rumah kemarin, setelah pertengkaran aku dengan Mentari," William menggelengkan kepalanya.


"Kakek Willi nggak mencari kebenarannya dahulu! langsung percaya begitu saja!" kata Alex meninggikan suaranya.


"Ya, salahnya aku nggak mengecek dulu masalah ini kepada Mentari dan Cantika," balas William dengan suaranya yang lirih, menyesali perbuatannya kemarin.


"Aku nggak menyangka kalau kadar cinta Kakek ke Mentari ternyata dangkal sekali, rapuh, dan lemah tidak kuat!" ucap Alex sambil berdecak kesal.


"Aku juga terus merutuki kebodohan diriku. Sudah jelas-jelas kalau Mentari itu mencintaiku. Kenapa aku sampai meragukan cintanya. Hanya karena sebuah rekaman suara seperti itu!" William memukul dadanya sendiri, saking kesalnya dia pada dirinya. 


"Kalau itu terjadi kepadaku … maka akan aku buat Cantika, jatuh cinta dan tidak berdaya dalam pelukanku. Kakek tahu kan, kalau yang sudah menjadi milikku tidak akan aku lepaskan." Alex adalah tipe orang yang selalu memegang kuat, apa yang sudah berada dalam genggamannya.


    William banyak bercerita kepada Alex. Dia mencurahkan semua isi hatinya. Ketakutan dia, bila Mentari tidak mau memaafkannya. Betapa bahagianya dia saat tahu akan punya anak juga.


"Lalu kenapa sekarang Kakek masih di sini?" tanya Alex sambil menatap kesal ke arah William.


"Aku sudah mencari Mentari ke mana-mana, tapi dia tidak bisa ditemukan!" jawab William putus asa.


    Alex sebenarnya ingin tertawa, saat melihat wajah William yang sangat frustasi itu. Biasanya William selalu pasang wajah selengean, tapi kali ini berbeda. Gara-gara Mentari, hidup William jadi banyak berubah. Seperti dirinya, Cantika telah memberikan banyak warna dalam hidupnya.


"Kalau aku tahu dimana Mentari berada? Apa Kakek Willi akan menjemputnya?" tanya Alex dengan datar.

__ADS_1


"Iya, tentu saja! Aku akan melakukan apapun yang dia mau? Asal Mentari kembali lagi kepadaku!" jawab William dengan penuh semangat, kini ada sinar harapan dari pancaran sinar matanya.


     Alex tersenyum senang, akhirnya William mau juga memperjuangkan cintanya. Maka Alex pun memberitahu, kalau Mentari sudah pulang ke Indonesia.


"Benarkah?" tanya William dengan senyum di bibirnya yang sobek karena pukulan dari Alex, "Mentari sekarang sedang ada di Indonesia!"


"Ya! Jemput dia sekarang, kalau Kakek Willi mau melihat dan membesarkan anak yang sedang dikandung oleh Mentari!" suruh Alex.


    William pun pergi ke IGD untuk mendapatkan pengobatan, luka akibat dari pukulan yang dilayangkan berkali-kali oleh Alex tadi. Tulang hidungnya patah dan tulang rahangnya ada retakan. Begitu juga dengan tulang rusuknya. Seharusnya William di rawat saat itu. Namun dia menolaknya karena ingin cepat-cepat pergi ke Indonesia. Jadinya dia mendapatkan pengobatan dan diberi obat penahan rasa sakit.


    William juga minta salinan laporan medis miliknya, karena saat di Indonesia nanti dia bisa melanjutkan pengobatannya di rumah sakit milik keluarga Khalid.


******


     William pergi tanpa membawa barang apapun. Semua keperluan dia sudah ada di rumah Khalid atau di mansion Lukman Hakim.


"Mommy … Willi mau ke Indonesia menjemput kembali Mentari!" William memeluk tubuh Jennifer dari belakang, yang mendiamkannya semenjak Mentari pergi.


"Bawa menantu Mommy kembali lagi kesini! Jangan pulang kalau Mentari tidak ikut!" perintah Jennifer kepada anaknya.


"Iya, Mommy selalu mendoakan kalian," Jennifer mengelus kepala William dengan lembut dan tatapan yang penuh rasa sayang.


"Oke, Mommy. Willi berangkat dulu!"


******


    Sementara itu Mentari masih berada di kamarnya. Matanya bengkak karena di sepanjang perjalanan dia menangis lagi. Entah bawaan orok atau bukan. Dirinya sangat merindukan William, tapi mengingat perlakuan dia membuatnya sakit hati, dan akhirnya menangis.


    Mentari memeluk foto pernikahan dirinya dengan William. Bagaimanapun rasa cinta di hatinya untuk William masih ada. Mentari bukan orang yang mudah melupakan perasaannya. Terutama kepada William, laki-laki yang menjadi cinta pertama dia, dan satu-satunya.


    Diusapnya perut mulai terasa mengeras, sudah agak menonjol perutnya. Mentari kemarin-kemarin mengira dirinya mulai gemuk badannya, karena porsi makan dia menjadi banyak akhir-akhir ini. Bahkan dia mudah lapar. Ternyata itu karena dia sedang hamil.


    Banyak kejadian yang menimpanya selama tiga bulan terakhir ini kepadanya. Sehingga dia lupa akan kedatangan tamu bulanannya.


"Sayang … baik-baik di dalam, ya!" Mentari mengajak bicara bayi yang ada di dalam perutnya.

__ADS_1


"Tumbuh dengan baik, nanti jadilah anak yang sholeh dan penyayang, cerdas dan tidak sombong, menjadi seseorang yang berguna bagi banyak orang lain. Berpegang teguhlah pada tali agama Islam." Mentari terus mengajak bicara bayi yang ada di dalam perutnya.


     Sinar dan Ja'far yang berdiri di depan pintu kamar Mentari, merasa sangat sedih mendengar perkataan anak mereka. Sinar sampai meneteskan air matanya, menangis tertahan dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Hanya bahunya saja yang terguncang. Ja'far pun memeluk istrinya dan menahan tangisnya. Dia juga merasakan sakit hati melihat anak dan istrinya yang selalu menangis sejak dari Amerika mula.


    Mentari membelai foto dirinya dengan William yang di jadikan wallpaper di handphonenya. Foto yang diambil saat di taman hiburan, waktu Mentari ulang tahun. Terlihat jelas senyum kebahagiaan dari keduanya.


"Oppa, kenapa kamu meragukan cintaku?"


"Apa selama ini, semua yang aku lakukan untukmu hanya kepalsuan!"


"Bukannya pasangan suami istri itu harus saling mempercayai dan setia!"


"Cara apa yang harus aku lakukan, agar Oppa percaya kalau aku benar-benar cinta kepadamu!"


"Apa Oppa tahu kalau sekarang aku sedang mengandung buah cinta kita?"


"Anak yang selalu dinantikan kehadirannya oleh kita berdua."


"Apa Oppa akan senang saat mengetahui kalau aku sedang hamil?"


"Atau malah akan benci kepadaku?"


    Mentari bermonolog sambil melihat layar handphone-nya. Air matanya tidak berhenti keluar dari matanya yang sudah bengkak itu.


"Aku rindu padamu William Green!" 


"Tapi aku juga membenci kelakuanmu kepadaku!"


    Antara benci, rindu, dan cinta. Mentari meratapi nasibnya. Gara-gara satu orang pria yang sudah mencuri hatinya. Namun dia meragukan cintanya, dan malah merendahkannya.


******


AKHIRNYA SELESAI JUGA ... AKU MENULIS INI HAMPIR 6 JAM ... YANG BACA PALING 1-3 MENIT.


KALIAN KASIH JEMPOL... BUNGA JUGA AKU SENANG... APALAGI VOTE... TIPS BUAT YANG RIDHO AJA.

__ADS_1


__ADS_2