
Disaat Mentari dan Allura sedang asik berbicara. Ada seseorang yang menghampiri meja mereka.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini!" hardik seorang laki-laki paruh baya yang baru saja tiba di meja tempat Mentari dan Allura duduk. Membuat Mentari dan Allura terkejut.
Wajah Allura langsung mendadak pucat begitu melihat laki-laki itu. Mentari melihat ketakutan dari sorot mata gadis kecil itu. Tanpa berbicara apapun, laki-laki paruh baya itu langsung menarik tangan dan menyeret Allura dari kursi tempat duduknya.
Mentari ingin mencegah laki-laki itu yang membawa Allura dengan cara kasar. Terlihat jelas kalau anak kecil itu kesakitan dari air mata yang dikeluarkannya.
"Tunggu! Apa yang anda lakukan?" Mentari menarik tangan laki-laki yang tubuhnya jauh lebih besar dari dia.
"Siapa kamu?" tanya laki-laki itu kepada Mentari sambil menelisik dari atas ke bawah. Kemudian tersenyum menyeringai.
"Cantik," lanjutnya lagi.
Mentari merasa risih dengan tatapan laki-laki itu kepadanya. Rasanya dia ingin mencolok kedua matanya yang menatapnya dengan napsu.
"Lepaskan anak itu!" perintah Mentari sambil menatap nyalang kepada laki-laki yang kini sedang tersenyum kepadanya.
"Bagaimana kalau kamu juga ikut dengan kami!" ajak laki-laki itu.
"Lepaskan anak itu! Atau aku panggilkan polisi, dengan tuduhan penculikan terhadap anak!" gertak Mentari dengan suara melengking sehingga membuat para pengunjung mengalihkan perhatian kepada mereka bertiga.
Suasana di sana tiba-tiba hening, membuat laki-laki itu tertawa terbahak-bahak. Sungguh dia tidak mau memancing keributan di sana. Laki-laki itu hendak mendekat ke arah Mentari. Namun dihentikan oleh dua orang bodyguard milik William yang selalu mengawasi dari jarak jauh.
"Apa-apaan kalian!" teriak laki-laki paruh baya itu dengan marah.
"Lepaskan anak kecil itu!" perintah Mentari lagi.
"Hai Miss, dia ini keponakanku. Dia juga berada dalam pengasuhan aku. Ini bukan kasus penculikan!" Tolak laki-laki itu sambil melotot matanya ke arah Mentari kemudian tatapan dia diedarkan ke seluruh pengunjung di sana.
"Benarkah itu Allura?" tanya Mentari kepada gadis kecil yang kini menatapnya dengan berkaca-kaca seolah meminta tolong.
"Iya. Dia Uncle Jonny," jawab Allura dengan suaranya yang lemah.
__ADS_1
Mentari ingin berbicara lagi, tapi tenggorokannya terasa tercekat. Dia ingin menolong Allura dari pamannya yang terlihat suka memperlakukannya dengan kasar. Jadinya Mentari hanya bisa meneteskan air matanya, sambil memandang Allura, dan berkata 'sorry' cuma digerakan bibirnya saja.
Allura pun akhirnya menangis tanpa suara sambil melihat kepada Mentari. Dia juga bilang 'thank you' tanpa suara.
Jonny akhirnya membawa paksa Allura dari restoran itu. Sementara Mentari menangis di mejanya dengan menahan suaranya agar tidak terdengar oleh orang lain.
William baru tiba, disaat semuanya sudah selesai. Dia begitu terkejut saat melihat Mentari yang sedang menangis. Kemudian dia memeluk istrinya itu. Dilihat juga ada dua bodyguard dari Tim penjaga keluarga Green yang berdiri tidak jauh darinya.
"Ada apa? Apa yang sudah terjadi?" tanya William begitu khawatir sambil mengusap punggung Mentari yang berada dalam pelukannya.
Kemudian Mentari pun menceritakan semua kejadian yang telah terjadi terhadap dirinya dan Allura. Itu membuat William merasa bersalah karena terlalu lama menelepon.
Akhirnya mereka pun kembali ke villa. Tidak jadi meneruskan jalan-jalannya karena mood Mentari sudah berubah.
William dan Mentari akhirnya menghabiskan waktu hanya di villa dan pantai sekitar sana saja. Disebabkan Mentari yang tidak mood untuk pergi jauh-jauh. Dia juga selalu merasa bersalah karena tidak bisa menolong Allura.
******
Setelah dua malam dua hari menghabiskan waktu liburan di villa. Kini Mentari dan William kembali ke mansion utama keluarga Green. Saat akan memasuki gerbang, mobil mereka dihadang oleh seseorang.
"Ada seseorang yang menghadang, Tuan." Sopir itu menjawab setelah memastikan kalau laki-laki yang berdiri di depan gerbang sedang merentangkan kedua tangannya.
"Jonny?" Mentari melihat pamannya Allura sedang berdiri di depan pintu gerbang.
"Siapa Baby?" tanya William begitu mendengar Mentari menyebut sebuah nama.
"Laki-laki yang sedang berdiri di depan gerbang itu adalah Jonny. Pamannya Allura!" pekik Mentari sambil menunjuk ke arah Jonny.
William pun melihat ke arah laki-laki yang ditunjuk oleh Mentari. Betapa terkejutnya William saat melihat laki-laki paruh baya itu.
"Tidak mungkin!" gumamnya, tapi bisa didengar oleh Mentari.
Mendengar ucapan suaminya, Mentari pun curiga kalau William mengenal laki-laki itu. Pasti dia pernah berhubungan dengan William. Saat William turun dari mobilnya dan menghampiri Jonny serta membicarakan sesuatu. Mentari semakin yakin dengan dugaannya.
__ADS_1
William pun kembali masuk ke dalam mobil. Kemudian memerintahkan sopir untuk melajukan kendaraannya lagi. Mentari pun melihat Jonny masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti mereka masuk ke mansion keluarga Green.
Mentari diam tidak ingin menanyakan tentang, bagaimana suaminya bisa mengenal Jonny. Dikarenakan wajah William yang muram, setelah sekembalinya dia berbicara dengan Jonny.
Saat Mentari dan William turun dari mobilnya. Jonny pun turun bersama dengan Allura yang dalam gandengan tangannya. Mentari senang saat melihat Allura dalam keadaan baik-baik saja.
Kini keempat orang itu sedang duduk di ruang tamu dan duduk saling berhadap-hadapan. Allura tersenyum membalas senyuman Mentari yang sejak tadi melihat kepadanya.
"Katakan hal penting apa yang akan kamu bicarakan itu!" Willian menyuruh Jonny untuk cepat berbicara yang tadi katanya ada hal penting yang mau dibicarakan.
"Aku yakin kamu pasti tahu kalau Angel sudah meninggal beberapa hari yang lalu. Saat dia mendapat hukuman dan direhabilitasi karena penyakit yang dideritanya semakin parah karena dia tidak mau meminum obatnya." Jonny memulai pembicaraannya.
"Dia melakukan itu karena rasa sakit hatinya kepada istri kamu yang sudah merebut kamu darinya. Angel merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi tanpa ada orang yang mencintai di sisinya. Sehingga dia kehilangan semangat hidupnya. Hanya melamun saja yang dia kerjakan," kata Jonny menceritakan tentang kematian Angel.
"Bukan urusan aku hidup dan mati seseorang. Apalagi aku ini hanya laki-laki yang sudah mempunyai istri, dan akan setia kepadanya selama hidupku!" William membalas perkataan kakak tirinya Angel.
"Ya, tentu saja itu menjadi tanggung jawab kamu. Gara-gara Angel masuk penjara dan akhirnya mati. Anaknya tidak ada yang membiayai hidupnya!" Suara Jonny melengking tinggi.
"Apa urusan aku dengan anak Angel?" William pun meninggikan suaranya membalas Jonny.
"Karena Allura anak Angel dan kamu!" Jonny memberitahu William sambil menarik tangan Allura.
Perkataan Jonny barusan bagaikan petir bagi William dan juga Mentari. Kedua benar-benar terkejut. Ternyata bukan hanya kedua orang dewasa itu saja yang terkejut. Allura pun sama terkejutnya, kemudian dia melihat ke arah pamannya. Namun Jonny mencengkram kuat tangan Allura.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.
SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN KISAH MENTARI - WILLIAM. AKU KASIH KALIAN KARYA DARI SAHABATKU.
Nama AUTHOR : Chika Ssi
Judulnya : SECOND WIFE
__ADS_1
BACA KASIH LIKE DAN KOMEN YANG POSITIF YA 🥰😘😍