Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (52)


__ADS_3

"Ada satu hal yang aku takutkan," kata Alex dengan ragu-ragu.


"Apa maksudnya Al?" tanya Fatih menatap dengan perasaan was-was.


"Aku kurang yakin dengan ini. Hanya saja dia pernah bilang kepadaku, beberapa waktu lalu ...," jawab Alex dengan nada rendah.


"Bisakah kamu, memberitahu apa yang dikatakan kakek Willi kepadamu, Al?" tanya Fatih.


"Beberapa hari yang lalu. Ah ... lebih tepatnya pertengahan bulan kemarin dia meneleponku. Meminta untuk mengambil alih perusahaan miliknya. Dia ingin pensiun dini," jawab Alex.


     Fatih mengerutkan keningnya sampai alisnya menyatu. Sebab, dia tidak tahu akan hal itu. Fatih juga punya saham di perusahaan milik keluarga Green yang dikelola oleh William.


"Kenapa Kakek Willi ingin pensiun dini, Al?"


"Karena dia mengidap penyakit jantung koroner."


     Fatih terkejut saat mendengar berita dari Alex. Dia tidak menyangka kalau saudaranya yang selalu terlihat sehat itu mengidap jantung koroner. 


"Sejak kapan, Kakek Willi, mengidap penyakit itu?"


"Dia mengetahuinya saat mendapatkan serangan jantung baru-baru ini. Asistennya bilang kalau Kakek Willi selalu memaksakan diri bekerja keras untuk mengalihkan pikirannya dari ... Mentari dan Liam. Dia begitu sangat ... mencintai dan menyayangi mereka." Alex agak ragu untuk bilang yang sebenarnya karena takut menyinggung perasaan Fatih dan malah membuat masalah baru bagi William.


     Fatih terdiam, pikiran dia kini dipenuhi gambaran saat William masih menjadi suami dari Mentari. Kebahagian selalu diperlihatkan oleh mereka. Betapa mereka dulu saling mencintai. Namun, Fatih berusaha menghilangkan memori tentang mereka saat masih bersama. Kini, Mentari adalah istrinya. Wanita yang bertahta dihati dan orang yang paling dicintai olehnya.


"Tapi, kini Mentari adalah istriku. Wanita yang paling aku cintai!" Desis Fatih sambil menunjuk dadanya.


"Iya, aku tahu. Aku pun sudah bilang seperti itu kepada Kakek Willi, saat dia mengetahui pernikahan kalian. Dan apa kamu tahu apa yang dia katakan selanjutnya?"


     Fatih menatap Alex, dia ingin mengatakan sesuatu. Namun, dia menahannya dan memilih menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Dia bilang akan merebut kembali Mentari dari kamu. Jika ... dia melihat Mentari merasa tidak bahagia berada di sisi kamu!"


     Fatih agak tenang kalau pikiran William seperti itu. Sebab, dia dan Mentari saling mencintai dan merasa hidup mereka bahagia.


"Aku pun memberi ancaman kepadanya. Jika, Kakek Willi mengganggu kehidupan kalian. Maka, aku tidak akan tinggal diam. Aku akan balik menggugu kehidupan dia. Dia malah tertawa dan bilang kalau dia tidak takut. Waktu itu aku belum tahu tentang penyakitnya."


     Fatih kini merasa kesal dan simpatik kepada William. Kenapa harus mencintai wanita yang sama? Seandainya ada wanita lain yang disukai oleh William selain Mentari. Maka, dia akan mendukungnya.


"Kembali ke pertengahan bulan kemarin, saat dia bilang ingin aku yang mengambil alih untuk menjalankan perusahaan keluarga Green. Dia bilang ingin pergi keliling dunia untuk membuat kenangan baru dan menghilangkan kenangan lamanya. Bahkan, dia berharap mati saat dalam melakukan perjalanan itu. Dia bilang sudah tidak ada lagi orang yang mencintai dan menyayangi dirinya."


     Alex menitikan air matanya, mengingat hari di mana William mencurahkan isi hati akan penyesalan terbesar dia melepas Mentari dan tidak mengizinkan Liam bertemu dengan mommy-nya. Begitu hancur saat itu keadaan William. Di jauhi oleh kerabatnya, di tinggal mati oleh Jennifer. Dia yang hidup sebatang kara merasa sudah tidak berarti lagi hidupnya. Namun, William bisa bangkit oleh adanya dukungan dari Alex.


     Fatih pun merasa sedih, saudara yang sama-sama dibesarkan oleh mamanya dahulu. Kini, kehilangan semangat hidupnya.


******


     Mentari yang bersembunyi dibalik lemari hias menahan tangisannya. Dia membekap mulutnya agar tidak terdengar suaranya. Niatnya tadi akan membawa mainan si kembar yang tadi sedang dimainkan oleh mereka. Justru malah mendengar cerita yang membuat hatinya tersayat.


     Mentari pun kembali ke kamar tidurnya. Dia menangis sejadi-jadinya. Kamarnya kedap suara jadi tidak akan ada yang mendengar.


     Saat dia menangis tiba-tiba ada tangan yang memeluknya dan membisikan kata-kata yang membuat hatinya tenang. Kini, Mentari berada dalam pelukan Fatih. Menumpahkan perasaan yang merasa bersalah akan William, dahulu. Fatih yang mengucapkan kata cinta dan sayang untuk Mentari. Membuat dirinya menjadi lebih tenang dan tidak menyesali pilihannya.


     Mentari pun menyemangati dirinya sendiri. Jika, dulu dia memberi tanggapan dan respon dari asistennya William. Maka, ada kemungkinan dirinya tidak menikah dengan Fatih dan menenukan cinta yang baru. Dia juga tidak akan merasakan kebahagiaan karena dicintai oleh Fatih.


"Aku ... sangat mencintaimu?" bisik Mentari untuk meyakinkan hatinya.


"Iya, aku tahu. Dan aku pun sangat mencintaimu!" balas Fatih.


"Tapi, bagimana dengan Kakek Willi, sekarang?"

__ADS_1


"Kita akan menjenguknya besok. Jika masih belum sadar juga. Kita buat sadar dia meski dengan cara paksa."


******


     Mentari dan Fatih pun keesokan harinya menjenguk William. Keadaan dia masih juga belum sadar. Benar apa yang dikatakan oleh Alex. Kalau William memilih untuk tidak bangun dari komanya.


"Oppa, kenapa kamu belum sadar juga! Jika kamu merasa bersalah kepadaku dan Liam, seharusnya bisa bangkit dan lakukan banyak hal yang berguna. Kamu bisa memberikan perhatian dan kasih sayang kamu kepada anak-anak panti asuhan yang dibawah perlindungan dan pengawasan keluarga Green. Lakukanlah, sesuatu yang berguna bagi orang lain. Jadikan, keberadaan dirimu bermanfaat bagi orang lain. Maka, kebahagian itu akan kembali kepadamu!" 


"Kakek Willi, kini Mentari sudah bahagia hidup bersama denganku. Maka, carilah juga kebahagiaan untuk Kakek, sendiri."


"Oppa, masih layak untuk mendapatkan kebahagian. Jangan putus asa! Mana William yang dulu selalu percaya diri, perhatian dan penuh semangat? Ayo bangitlah carilah kebahagiaan kamu!" Mentari menggengam tangan William dan dia bisa merasakan kalau ada balasan di genggaman tangannya.


"Mas ... Kakek Willi memberikan respon di genggaman tanganku, barusan!" pekik Mentari senang dan melihat ke arah Fatih.


******


Maaf baru up.


Baca juga dong karya baru aku. Karena Trio Kancil mau tamat dan aku harus menyiapkan karya baru. Judulnya: AYU SANG PENAKLUK


Ayu gadis belia yang kerjanya hanya rebahan di rumah sambil baca komik dan nonton anime. Tidak suka bersosialisasi dengan teman sebayanya. Selain hobi baca dan nonton anime, Ayu juga suka makan makanan manis. Karena kurangnya beraktivitas membuat tubuhnya pun menjadi gemuk. Sehingga dia jadi bahan ejekan teman-temannya. Terutama Julia, sepupunya yang selalu iri kepada Ayu karena kepintarannya.



Ayu yang sakit hati setelah dipermalukan di acara ulang tahun senior yang disukainya. Dia bertekad akan membalas dendam dengan mengubah penampilannya. Dengan dibantu oleh tetangganya, Aprilio. Dua Minggu tidak masuk sekolah, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Ayu. Sampai dia bisa menurunkan berat badannya hampir setengahnya dari 80 kg menjadi 45 kg.



Ayu kini menjadi incaran para murid laki-laki baik dari satu kampusnya. Maupun dari kampus lain. Karena kepopuleran Ayu, membuat banyak murid perempuan di sekolahnya menjadi tidak suka. Apalagi Julia selalu menyebarkan gosip yang tidak benar. Bahkan dituduh sebagai sugar baby.

__ADS_1



__ADS_2