Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (10)


__ADS_3

    William membopong Mentari yang ketiduran di dalam mobil, dalam perjalanan pulang. Jennifer yang melihat itu, hanya tersenyum. Dia senang anak dan menantunya saling mencintai. Jennifer juga sangat menyayangi Mentari. Bahkan dia selalu membanggakan menantunya itu kepada teman-temannya, baik teman bisnisnya maupun teman sosialitanya. 


     Bagi Jennifer, Mentari adalah menantu idaman yang pasti ingin di miliki oleh setiap mertua. Walau sifat Mentari masih suka manja, tapi dia mampu menjalankan tugasnya sebagai seorang istri sekaligus Nyonya rumah. Ditambah Mentari juga pintar dalam menjalankan bisnis perusahaan yang di berikan oleh Christopher. Mentari juga tidak malu tertanya atau minta tolong kepada Mama mertuanya. Baik itu urusan rumah atau perusahaan.


    Gara-gara Mentari juga, Jennifer jadi suka menonton drama Korea dan film-film India. Dia sering menghabiskan waktu di depan laptopnya hanya untuk menonton Drakor.


******


     William membaringkan Mentari di atas kasurnya. Kemudian ditatap wajah istrinyanya itu dengan penuh memuja akan kecantikannya. Tangannya menelusuri wajah Mentari yang terasa halus dan kenyal kulitnya.


"Dasar gadis bodoh! Buat apa cemburu kepada Angel. Kamu itu wanita terhebat dan terbaik yang sudah diciptakan oleh Tuhan, hanya untukku. Bagiku kamu itu lebih segalanya dibandingkan seluruh wanita di dunia ini. Kamulah yang terbaik untukku, mana mungkin aku akan berpaling darimu," kata William kemudian mencium kening Mentari dengan penuh rasa sayang.


"Aku mencintaimu, Baby!" William memberikan kecupan di bibir Mentari.


    William pun mengganti pakaiannya, kemudian pergi ke ruang kerjanya. Sementara Mentari masih terbuai dalam mimpinya yang indah.


******


     Mentari masak untuk makan malam, walau ada koki yang tugasnya memasak untuk para pelayan dan penjaga di rumah ini. Semenjak Mentari menjadi menantu keluarga Green, tugas memasak dia yang ambil alih. Kebetulan dulu Christopher suka dengan masakan Mentari. Walau Mentari membuat hanya khusus untuk Christopher menunya yang berbeda. Jennifer juga suka masakan Indonesia, karena dia sering mengunjungi Aurora dan Willam. Jadi lidahnya sudah terbiasa dengan masakan khas Indonesia.


    Mentari yang sibuk memasak tiga jenis menu untuk makan malam. Dikejutkan oleh sepasang tangan yang melingkari perutnya.


"Oppa Willi jangan menggangu! Aku sedang sibuk menyiapkan menu makan malam," kata Mentari sambil mengaduk-aduk sayur bayam yang diminta oleh Jennifer sebagai menu makan malamnya.


"Aku rindu istriku yang manja," kata William sambil menciumi kepala Mentari yang berbalut jilbab instan.


"Iya, tapi sekarang aku lagi--" ucapan Mentari terhenti oleh ciuman dari William.


"Seharian ini aku belum menciummu!" William tersenyum jahil kepada istrinya itu.


    William langsung kabur saat melihat Mentari sudah mengacungkan sendok sayurnya, ke arahnya. Mentari pun hanya tertawa melihat tingkah laku suaminya itu.


     Suasana makan malam, sangat hangat karena Mentari dan Jennifer asik membicarakan drama Korea. William pun ikut nimbrung walau nggak menonton secara keseluruhan, tapi dia tahu alur ceritanya. Jadinya mertua dan menantu kompak ngomongin drama-drama Korea lainnya.

__ADS_1


    Saat akan tidur, William minta jatah kepada Mentari, karena seharian itu tidak ada waktu untuk bermesraan dengannya.


"Ayolah Baby … seharian ini aku juga menciummu," William merayu Mentari yang langsung tidur.


"Aku lelah dan ngantuk Oppa …," gumam Mentari karena emang dia sangat kelelahan.


"Tapi--" William terdiam karena kecupan Mentari.


"Besok saja ya …," Mentari langsung memeluk William agar nggak protes. Akhirnya William pun ikut tidur dengan membalas pelukan Mentari.


******


     Saat waktu makan siang Mentari datang ke kantor William. Untuk mengantarkan makan siang yang khusus di minta oleh suaminya tadi pagi.


    Betapa terkejutnya Mentari saat melihat ada Angel di ruang kantor William. Padahal ada ruang khusus untuk tamu yang ingin menemui William.


"Honey, kamu sudah datang!" William terlihat sangat gugup saat Mentari menatapnya tajam.


"Hai, Angel," balas Mentari sambil berjalan ke arah William.


"Oppa, kamu jahat … tadi pagi nggak membangunkan aku! Jadinya aku bangun kesiangan, karena semalam sangat melelahkan," rengek Mentari sambil duduk di pangkuan William. Dia sengaja ingin menunjukkan kepada Angel, kalau dirinyalah yang punya hak atas diri William.


    William yang tadinya gugup setengah mati, kini menahan tawanya. Karena kelakuan Mentari yang sedang berakting. William pun malah mempertontonkan kemesraan dia dengan Mentari.


"Maafkan aku Baby, aku tidak mau mengganggu tidur kamu. Aku tahu kamu pasti kelelahan semalam, jadi tidak rela kalau harus membangunkanmu!" William membalas ucapan Mentari. Walau dia juga tadi pagi sudah membuat Mentari kelelahan.


"Tidak apa-apa Oppa … asalkan kamu bahagia. Aku juga akan bahagia," kata Mentari sambil mengusap rahang William.


"Oh iya, lupa. Ini makan siangnya. Tapi aku membawanya hanya untuk kita berdua …," kata Mentari sambil melirik ke arah Angel.


    Angel yang dilirik oleh Mentai jadi salah tingkah, karena ini sudah waktunya makan siang. Maka dia pun berdiri dari sofa dan berpamitan kepada William.


"Maafkan aku Willi, sepertinya besok lagi bicarakan masalah yang tadi. Sekarang waktunya kamu makan siang. Apa kamu mau makan siang bersamaku?" Angel juga nggak mau kalah dengan Mentari. Dia tidak suka saat Mentari duduk di pangkuan William sambil bermanja-manjaan.

__ADS_1


"Ah, sayang sekali Angel, tidak bisa. Aku sudah memasakkan makanan kesukaan William. Benarkan Oppa!" kata Mentari membalas perkataan Angel.


"Iya, Baby. Aku akan memakan semua bekal yang kamu buat," kata William sambil mencium pipi chubby milik Mentari.


    Angel menatap kesal ke arah Mentari, karena dia membalas setiap ucapannya. Juga William yang menunjukan kemesraan di depan matanya. Akhirnya Angel angkat kaki dari ruangan kantor William, tanpa bilang apa-apa lagi.


    Setelah pintu tertutup dengan sempurna, Mentari pun turun dari pangkuan William. Cepat-cepat dia mengeluarkan menu makan siangnya.


"Baby, kenapa?" tanya William saat melihat wajah Mentari berubah menjadi cemberut sambil menata makan siangnya di atas meja depan sofa.


"Kenapa? Apa Oppa yang menyuruhnya datang kemari!" Mentari bertanya secara frontal.


"Tidak, dia berkunjung kesini. Kebetulan dia habis melakukan cek kesehatannya dari rumah sakit," jawab William sambil duduk di samping Mentari.


"Lalu kenapa dia masuk ke ruang kantor pribadi Oppa? Dia kan bukan siapa-siapa!" Kata Mentari masih dengan wajah cemberutnya.


"Tadi aku tanggung sedang menyelesaikan pekerjaanku. Karena sebentar lagi kamu pasti akan segera datang membawa bekal makan siang," kata William sambil tersenyum manis.


"Dengarkan aku Baby. Hanya kamu yang aku cintai, tidak ada yang lainnya," William menggenggam tangan Mentari.


     Mata mereka saling bertatapan, dan menyelami perasaan pasangannya. Mentari melihat kesungguhan dalam matanya William. Maka dia pun menganggukan kepalanya. William pun memeluk Mentari dengan erat.


"Aku mencintaimu," bisik William dalam pelukan Mentari yang baru saja membalasnya.


"Aku juga mencintaimu, William. Sangat mencintaimu," balas Mentari sambil mengeratkan pelukannya kepada William.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2