
Jonny menatap ke arah William, dan tersenyum mengangkat satu ujung bibirnya saja. Dia senang melihat William yang begitu terkejut.
Perkataan Jonny barusan bagaikan petir bagi William dan juga Mentari. Kedua benar-benar terkejut. Ternyata bukan hanya kedua orang dewasa itu saja yang terkejut. Allura pun sama terkejutnya, kemudian dia melihat ke arah pamannya. Namun Jonny mencengkram kuat tangan Allura.
"Hei, Jon. Kamu jangan asal ngomong! Seumur hidupku tidak pernah sekalipun melakukan hal seperti itu dengan wanita lain. Aku melakukan kegiatan bercinta hanya dengan istriku--Mentari," kata William dengan suaranya yang tinggi.
Mentari dadanya terasa nyeri begitu mendengar, Allura anaknya William dengan Angel. Hanya saja saat melihat tatapan mata anak kecil itu. Hatinya juga sakit, ingin bisa melindungi dan menjaga dari pamannya yang jahat.
"Tapi memang begitulah kenyataannya. Tidakkah kamu melihat bola matanya yang berwarna biru cerah, ciri khas keluarga Green," kata Jonny dengan percaya diri.
"Tidak! kamu salah. Bukan hanya keluarga Green saja yang mempunyai bola mata yang berwarna biru. Mungkin saja, Angel tidur dengan laki-laki yang memiliki bola mata berwarna biru seperti aku," bantah William dengan tatapan tidak sukanya kepada Jonny.
"Walau Angel sering tidur dengan laki-laki. Namun dia tidak pernah mengizinkan laki-laki membuang benihnya di lahan milik dia," balas Jonny sambil mengangkat satu alisnya kemudian tersenyum senang.
"Menjijikan ... sepertinya kamu tidak pernah berubah dari dulu!" pekik William dengan menahan diri. Sungguh rasanya dia ingin menonjok Jonny sampai babak belur, dan mukanya tidak berbentuk lagi.
******
Jonny adalah kakak tiri Angel, yang merenggut kesucian adik tirinya. Saat itu Angel baru berusia dua belas tahun, masih duduk di kelas enam sekolah dasar. Sedangkan Jonny delapan belas tahun, duduk di kelas tiga sekolah menengah atas. Hidup Angel setelah itu selalu dalam tekanan dan ancaman Jonny. Hidup Angel berubah setelah bertemu dengan William. Apalagi William 'lah yang sudah menjebloskan Jonny ke dalam penjara.
Angel baru merasakan kebahagian dalam hidupnya setelah berpacaran dengan William. Semua yang menjadi impian para gadis saat itu, Angel bisa merasakannya. Beli barang-barang bermerk dan edisi terbatas. Liburan ke tempat-tempat yang sedang menjadi trend tujuan utama orang-orang kaya. Tinggal di apartemen mewah.
Angel juga tidak tahu siapa ayah kandungnya karena ibunya saat hamil dia, tanpa seorang suami. Kemudian ibunya menikah dengan ayahnya Jonny saat Angel berusia tiga tahun. Ibunya meninggal saat dia berusia sembilan tahun. Ayah Jonny pun meninggal tiga tahun setelahnya. Maka Jonny dan Angel hidup berdua dengan harta warisan peninggalan orang tua mereka.
Angel sering menggoda William untuk bercinta dengannya. Namun sering di tolak oleh William karena itu suatu perbuatan dosa baginya. Apalagi sudah ada Alex yang selalu mengingatkan dan memantau William. Agar dia tidak jatuh ke lembah perzinahan. Walaupun kadang Angel mencuri kesempatan untuk mencium William. Angel pun akhirnya malah berselingkuh dengan laki-laki lain. Saat William datang ke apartemen Angel. Dia melihat kekasihnya sedang bercinta dengan orang yang dikenal olehnya. Maka William pun memutuskan hubungan mereka saat itu juga.
__ADS_1
******
Kembali ke William yang sedang berbicara dengan Jonny. Jonny terkekeh mendengar ucapan William.
"Apa kamu lupa saat ada acara reuni teman-teman SMA kalian. Bukannya kamu mabuk saat itu?" tanya Jonny kepada William.
"Apa maksud kamu?" tanya William dengan geram.
"Bukannya malam itu kamu mabuk dan saat itulah kamu dan Angel tidur bersama," Jonny tertawa senang
William mengingat kejadian tujuh tahun yang lalu. Saat ada acara reuni SMA. Dirinya datang seorang diri, di sana dia bertemu kembali dengan Angel. Sudah bertahun-tahun William menjauh dari Angel dan tidak membiarkan mendekati dirinya lagi. Dia bukan orang yang mudah mabuk meski menghabiskan dua botol minuman anggur. Apalagi malam itu dia cuma minum satu gelas saja. Sebab William datang hampir tengah malam, dia sengaja datang paling belakangan agar tidak terlibat banyak waktu dengan Angel.
Saat pagi harinya William mendapati dirinya berada di kamar hotel, tidur seorang diri dan keadaan tidak memakai baju. Dia tidak ingat apapun setelah datang ke acara reuni lalu minum satu gelas. Setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.
William terdiam tidak bisa membantah perkataan Jonny. Dia sendiri ragu dengan kejadian malam itu. Dia tidak tahu dengan siapa di tidur. Atau telah berbuat apa.
Saat bersama Angel, William tidak pernah merasakan rangsangan pada tubuhnya. Meski Angel menggodanya dengan bertelanjang di depannya. Malah William sering menasehati Angel agar menjaga harga dirinya.
Berbeda saat dengan Mentari. William selalu saja ingin mencumbu istrinya itu, kapanpun dan di manapun. Makanya tidak aneh Mentari akan bersembunyi dari William. Saat dia merasa lelah dan ingin istirahat.
William mengalihkan perhatiannya kepada Mentari yang kini matanya sudah berkaca-kaca. Tangannya juga terkepal, menunjukan kalau istrinya itu sedang menahan emosi.
"Jadi apa mau kamu sekarang?" tanya William sambil terlihat sangat kesal.
"Hehehe … dari dulu aku sudah sangat suka bernegosiasi dengan kamu. Dulu demi mendapatkan Angel, kamu memberi aku yang tiga juta dollar." Jonny sengaja ingin memancing kesedihan dan rasa sakit hati dari Mentari, yang akhirnya akan terjadi kemarahan dan pertengkaran dari kedua orang itu.
__ADS_1
"Kali ini kamu harus membayar lebih banyak dari tiga juta!" Jonny mengangkat tiga jarinya.
"Baik, akan aku bayar tiga koma lima juta dolar." William mengangkat sebelah tangannya meminta Jonny jangan bicara lagi.
Jonny sangat senang mendengarnya. Dia sebenarnya tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk membiayai Allura. William mengeluarkan ceknya dan melemparkan selebar cek yang berisi tiga koma lima juta itu. Ke arah Jonny.
Sementara Jonny sangat senang saat mengambil selembar cek di atas meja itu. Senyum kemenangan dan kebahagiaan tercetak di wajahnya yang berwajah keras.
William dan Mentari kini sedang berada di dalam kamar tidur mereka. William bersimpuh di depan Mentari yang sedang mendiamkan dirinya.
"Baby, maafkan aku. Sungguh aku tidak ingat kalau pernah melakukannya. Lagian saat itu aku masih marah kepadanya. Mana mungkin--"
"Sudah cukup! Hentikan!" Mentari memotong pembicaraan William.
"Tapi Baby … percayalah kepadaku! Aku tidak tahu kalau Angel punya anak. Selama ini dia tidak pernah membicarakan tentang anaknya kepadaku," kata William sambil memegang tangan Mentari, tetapi langsung ditepis dengan kasar. Mentari tidak mau di pegang sama William.
"Katakan apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maafmu?!" kata William dengan berlinang air mata.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
__ADS_1
******