Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA, & WILLIAM (6)


__ADS_3

     Fatih, benar-benar menyelesaikan semua pekerjaannya dengan cepat. Tentu saja orang-orang kepercayaannya juga ikut bekerja cepat. Begitu semuanya sudah selesai, dia langsung take off karena pesawatnya sudah menunggu di bandara. 


     Fatih bahkan membersihkan dirinya di pesawat dan langsung istirahat di sana. Dia tidak mau membuang-buang waktunya, walau sekedar mandi di apartemen miliknya, atau di kantornya. Perjalanan yang di tempuh dua puluh jam lebih, dia rasakan seperti berhari-hari. Dia sungguh tidak sabar ingin cepat-cepat sampai ke rumah.


*****


     Fatih sampai ke rumah Khalid sekitar jam 22.00 dan semua penghuni sudah tidur. Dia pun memilih masuk ke kamar Zahra, terlebih dahulu. Fatih ingin melihat keadaan istri pertamanya itu. Dikecupnya kening Zahra, Fatih melihat tubuh Zahra mengurus lagi, padahal saat dia tinggal tubuhnya sudah mulai berisi dan wajahnya tidak pucat. Namun, kini wajah istrinya itu pucat kembali.


"Apa kamu alpa lagi meminum obatnya?" gumam Fatih sambil mengusap kepala Zahra. Dia melihat ada banyak rambut yang rontok di tangannya.


     Perbuatan Fatih itu membuat Zahra terbangun dari tidurnya. Dia senang saat melihat ada suaminya, yang kini sedang duduk di samping ranjang.


"Mas, sudah pulang?!" Zahra meraih tangan Fatih dan menciumnya. Sedangkan Fatih mencium kepala Zahra.


"Iya, baru saja. Maaf, sudah membangunkanmu," bisik Fatih. Zahra hanya menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana keadaanmu, Sayang?" Fatih membelai pipi tirus milik Zahra.


"Alhamdulillah baik, Mas. Lalu bagaimana dengan, Mas?"


"Aku selalu kepikiran kalian berdua. Hati dan pikiranku selalu tidak tenang!"


"Maaf, sudah membuat, Mas khawatir."


"Tidurlah lagi. Mas, akan menemui Mentari."


     Zahra menganggukan kepalanya. Kemudian dia berbaring kembali dan Fatih membetulkan selimutnya sampai menutupi pundak Zahra.


"Tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah, Sayang." Fatih kembali mencium kening Zahra.


     Zahra hatinya berbunga-bunga karena orang yang ditemui pertama kali oleh Fatih adalah dirinya, bukan Mentari. Dia pun bisa tidur dengan nyenyak.


******


     Fatih masuk ke kamar Mentari, memakai kunci cadangan karena Mentari menguncinya dari dalam. Fatih tersenyum melihat Mentari yang tidur sambil memeluk baju miliknya. Fatih mencium kening Mentari.


"I miss you, my sweet heart."

__ADS_1


     Fatih memilih mandi terlebih dahulu karena dia merasa lengket badannya. Padahal tadi dia mandi kembali di pesawat sebelum turun.


     Fatih memeluk tubuh Mentari dari belakang dan mengusap perutnya dengan penuh rasa sayang. Fatih juga mencium rambut dan tengkuk Mentari, sampai membuat si empunya terbangun.


     Awalnya Mentari sangat terkejut karena ada seseorang yang menghisap leher dan tengkuknya. Namun, wangi maskulin dari tubuh laki-laki yang sangat dia rindukan membuatnya tersenyum bahagia.


    Mentari membalikan badannya dan kini dia melihat wajah yang sudah sangat dia rindukan beberapa hari ini. Diusapnya seluruh wajah Fatih, kemudian dia mencium tiap tempat yang disukainya.


     Fatih sangat senang karena Mentari dalam keadaan baik-baik saja. Dibalasnya tiap ciuman yang dia dapatkan, bahkan lebih.


"I Miss you, my love." Fatih berbisik dengan suaranya yang lembut.


"I yearn for you." Balas Mentari dengan berbisik.


     Mentari saking senangnya dia membalasnya dengan ciuman panas untuk suaminya. Perbuatannya itu malah memancing Fatih. Untungnya Fatih tidak mengalami jet lag. Akhirnya dia menghabiskan malam itu dengan bercinta dengan Mentari. Melampiaskan rasa rindunya yang teramat sangat.


******


     Kedatangan Fatih saat akan sholat subuh berjamaah, membuat Khalid terkejut. Sebab jauh lebih cepat kepulangannya dari jadwal yang sudah ditentukan. Namun, dia senang atas kepulangan Fatih. Hanya putra sulungnya itu yang bisa menenangkan, Mentari yang selalu mengurung diri di dalam kamar.


     Sarapan hari ini menjadi lebih ramai karena Mentari sudah ikut makan bersama lagi. Fatih pun menampilkan wajah yang fresh dan penuh senyum kebahagiaan. Apalagi Mentari yang seperti mendapatkan kembali senyumannya, yang kemarin sempat hilang.


******


     Mentari terdiam melamun begitu mengingat kembali kejadian dirinya dengan William. Dia belum membicarakan ini dengan Fatih. Mentari takut kalau suaminya akan marah. Dia merasa trauma bila harus kembali mengalami perpisahan dengan orang yang dicintainya.


     Pikirannya kalut memikirkan apa yang akan terjadi jika Fatih tahu kalau dia dan William telah bertemu kembali. Hal yang paling ditakutkan adalah saat dia tertidur di gazebo halaman belakang. Mentari sudah memeriksa cctv di sana tetapi tidak ada apa-apa. Namun, dia yakin kalau William saat itu ada di sana. Bau parfum milik William yang tertinggal di bajunya menandakan dia dan mantan suaminya itu sempat berdekatan atau bersentuhan.


     Mentari yang duduk di kursi balkon kamarnya, tidak tahu kalau sejak tadi Fatih memperhatikannya dalam diam. Fatih tahu kalau Mentari sedang memikirkan William. Dia merasa sangat cemburu karena wanita yang sangat dicintainya memikirkan laki-laki lain.


     Mentari menolehkan kepalanya ke arah pintu. Dia melihat suaminya sedang berdiri dan sedang memperhatikan dirinya. Mentari pun berdiri dan berjalan kearahnya.


"Mas, kenapa? Apa ada masalah?" tanya Mentari bertubi-tubi karena dia melihat Fatih diam saja.


"Ya, ada masalah. Aku melihat istri yang aku cintai, sepertinya sedang memikirkan laki-laki lain." Fatih merajuk dan itu membuat Mentari sangat terkejut.


"Astaghfirullahal'adzim, Mas. Maafkan aku ... ini bukan seperti yang ... Mas, kira."

__ADS_1


    Mentari begitu ketakutan kalau Fatih, tidak akan mempercayai kata-katanya. Mata dia sudah berkaca-kaca karena mendengar ucapan suaminya itu.


    Fatih malah menjadi panik, saat Mentari meneteskan air mata. Langsung saja, Fatih memeluk tubuh Mentari.


"My love, ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Fatih sambil mengusap punggung Mentari. Namun, istrinya itu malah semakin menjadi tangisannya.


"Perasaan, Mentari semakin sensitif emosinya. Apa semua wanita hamil pasti berubah menjadi sosok yang mudah terbawa perasaan, ya?!" gumam Fatih.


     Mentari masih saja menangis dalam pelukan Fatih. Meski sudah agak lama, tangisan Mentari, belum juga mereda. Akhirnya Fatih membawa Mentari, duduk di kursi balkon. Mentari yang duduk di pangkuan Fatih, masih saja menyembunyikan wajahnya.


"Maaf ....," ucap Mentari.


     Fatih terkejut, kenapa Mentari meminta maaf kepadanya? Dia berpikir kalau ada kata-kata dia yang membuat diri Mentari merasa bersalah.


"Kenapa minta maaf, kamu 'kan nggak salah apa-apa?"


"Karena tadi aku sudah memikirkan laki-laki lain," jawab Mentari jujur, dan itu membuat Fatih merasa ada sesuatu yang menancap langsung ke dadanya.


"Kenapa kamu memikirkan laki-laki lain? Sedangkan kamu sudah punya suami. Cukup pikirkan aku saja."


******


APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA ANTARA MENTARI DENGAN FATIH?


APAKAH MEREKA AKAN BERTENGKAR ATAU ???


NANTIKAN KELANJUTANNYA YA.


HARI INI UP 2X SAMA NANTI SIANG.


PANTENGIN TERUS YA 😉


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2