
Karena aku merasa tidak banyak tahu tentang William. Maka akan aku kilas balik dulu siapa itu William.
WILLIAM GREEN, anak dari Christopher Green dari istri keduanya, Jennifer. Punya kakak kembar bernama Edward Green(Kakek Fatih) dan Albert Green(Kakek Alex). Christopher menikah dengan Jennifer, saat dia berusia 62 tahun, dan istrinya berusia 24 tahun. Jennifer adalah kakak kelas Aurora (Mamanya Fatih) dan Anatasya (Mommy-nya Alex). Mereka berdua lah yang menjodohkan Kakeknya sama senior di kampusnya itu.
Usia William hanya terpaut satu tahun lebih tua dari Fatih dan Alex. Meski status mereka Kakek dan cucu.
Saat tahu mommy-nya Alex meninggal, kondisi Christopher langsung ngedrop. Sehingga perusahaannya diambil alih sementara oleh Khalid dan dibantu sama Jennifer. Sehingga Aurora yang mengurus William, Alex, dan Fatih.
Karena selalu kemana-mana bareng Alex. Maka dia ingin mengikuti Alex, yang diambil hak asuhnya oleh Aurora setelah mengalami kekerasan oleh ibu tirinya. William pun meminta kepada orang tuanya untuk tinggal di Indonesia, bersama Alex dan Fatih.
William mulai tinggal di Indonesia semenjak usianya lima tahun. Walau usia William satu tahun lebih tua, tapi dia masuk sekolah dasar bersamaan dengan Fatih dan Alex. Dia anaknya suka makan dan tukang buat kerusuhan di kelas. Hanya takluk sama Alex, dan mengikuti apa yang Alex lakukan. Saat Alex menjadi mualaf dia pun minta izin sama orang tuanya agar bisa menjadi seorang muslim.
William tinggal di Indonesia sampai lulus sekolah dasar. Karena Alex mengalami pelecehan oleh saudara tirinya, dan Aurora kembali membawa Alex ke Indonesia. William juga ingin ikut bersama Alex dan Fatih. Dia ngambek sama Christopher karena tidak memberi izin kembali dirinya untuk sekolah lagi di Indonesia. Makanya dia menjadi anak geng saat dirinya duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Hidupnya tidak jauh dari anak-anak jalanan. Walau harus menyembunyikannya dari Alex dan Fatih saat mereka berkunjung ke Amerika. Sampai usia sekolah menengah atas dia sering terlibat dengan kelompok mafia. Dari sinilah Alex dan Fatih terseret kepada dunia bawah, gara-gara menolong William.
Hidupnya mulai kembali terarah setelah Fatih kuliah di Amerika. Fatih adalah tali pengekang bagi William dan Alex yang sering berbuat di luar batas. Fatih itu meski diam dan lembut tapi mampu menaklukan keliaran William dan teman-teman dunia hitamnya.
William dan Alex sering bolak-balik Indonesia-Amerika. Makanya kamar di rumah Khalid dan di mansion utama Lukman Hakim tidak pernah dirubahnya, itu sudah hak milik William.
******
Mentari gadis ceria dan manja yang baru saja lulus kuliah. Sedang memulai kerjanya di perusahaan keluarganya. Punya hobi makan dan nonton drama Korea.
Sering blusukan mencari makanan jajanan di pinggir jalan. Karena kesukaannya inilah yang membuat dia dan William menjadi dekat.
William yang saat itu datang ke Indonesia bersama Alex. Datang untuk menghadiri pesta pernikahan Fatih dan Zahra. Malah membuatnya bertemu dengan Mentari. Gadis cantik yang enerjik dan punya hobi sama.
Karena kenyamanan yang didapat saat bersama dengan Mentari. Maka William pun meminta bantuan si Trio Kancil, sebagai mak comblang untuknya. Dikorek habis semua informasi tentang Mentari dari keponakannya itu.
__ADS_1
Kemudian saat bertemu kembali dengan Mentari saat hari lamaran Alex. William pun memberanikan diri mengungkapkan isi hatinya. Mentari yang sejak semula sudah suka sama William. Menyambut baik perasaan laki-laki berwajah bule itu.
******
Eman tahun yang lalu …
Mentari yang sedang libur kerja, kini sedang malas-malasan di ruang keluarganya. Dikejutkan dengan suara bel di pintu depan. Karena ayah dan bundanya sedang sibuk mengurus persiapan lamaran Cantika dan Alex. Jadinya mau tidak mau dia harus membukakan pintunya.
Kerudung instan yang tadi dia buka dan meletakkannya entah dimana. Kini dia sibuk mencarinya." Aduh tadi aku letakan dimana, ya?"
Suara bel kembali terdengar lagi. "Iya, sebentar!" Dengan cepat Mentari kembali memakai jilbabnya.
Betapa terkejutnya Mentari saat membuka pintu. Ada sosok laki-laki yang belakangan ini selalu menerornya, dengan panggilan telepon darinya. Saat malam hari, sampai dia tertidur.
Laki-laki dewasa yang biasa di dengar suaranya semenjak satu Minggu belakangan ini. Kini sedang tersenyum ke arahnya. "Assalamu'alaikum. Mentari yang cantik, yang selalu bersinar di hatiku!" ucapan yang selalu dia katakan saat memulai pembicaraannya.
Mentari tersipu malu saat mendengar salam ala William. "Wa'alaikumsalam, O … oppa Willi ...," balas Mentari sambil tersenyum malu.
"Apa aku tidak di izinkan masuk?! Padahal aku langsung ke sini begitu sampai di bandara. Karena sudah tidak kuat menahan rindu ingin bertemu dengan kamu," kata William sambil tersenyum hangat.
Mentari jadi salah tingkah, karena dia lupa menyuruh tamunya itu masuk ke dalam rumah. Akhirnya Mentari menyuruh William masuk.
"Oppa Willi mau minum apa?" tanya Mentari dengan senyuman manisnya.
"Aku nggak mau minum. Aku maunya bersama kamu saja, seharian ini!" jawab William sambil menatap Mentari penuh memuja.
Karena wajah gadis ceria itu polos tanpa make up, atau bedak dan lip tint sama sekali. Kini merona kedua pipinya. Terlihat segar di mata William.
"Emang hari ini kita akan cari jajanan kemana?" tanya Mentari kepada William yang sejak tadi tidak lepas pandangannya dari Mentari.
__ADS_1
"Apa kamu punya rekomendasi tempat yang banyak jajanannya?" tanya William balik.
Mentari yang ditanya seperti itu malah tersenyum lebar, "ada. Tempat yang begitu ramai saat malam hari. Namun hari ini, aku tidak bisa pergi. Karena malam ini di rumah Kak Cantika akan ada lamaran." Wajah Mentari mendadak murung, karena tidak bisa pergi wisata kuliner bersama laki-laki kini duduk di depannya itu.
"Kalau begitu kita jalan-jalan saja sekarang! Mumpung hari masih siang," ajak William kepada Mentari.
"Memangnya mau kemana?" tanya Mentari penasaran.
"Ke tempat yang sangat indah sampai kamu betah berada di sana. Suatu tempat yang tidak akan kamu lupakan," jawab William sambil tersenyum menggoda.
Mentari pun menelepon orang tuanya, dan memberitahu ada William saudaranya Fatih dan Alex. Mengajaknya pergi jalan-jalan. Maka Ja'far pun meminta Mentari untuk memberikan handphone-nya kepada Willian.
William yang sedang menerima panggilan telepon dari Ja'far hanya menganggukan kepalanya saat mendapat wejangan dari Ayah, gadis incarannya itu.
"Tenang saja, Ayah. Saya tidak akan berbuat macam-macam. Mungkin hanya satu macam saja akan aku buat Mentari hari ini," kata William dengan serius.
"Apa itu, satu macam?" tanya Jafar dengan suaranya yang menekan.
"Akan aku buat Mentari bahagia hari ini!" jawab William dengan yakin.
******
TEMAN-TEMAN MULAI BAB INI HANYA MENCERITAKAN MASA LALU MENTARI-WILLIAM. WALAU ADA KEMUNGKINAN FATIH DAN ZAHRA NANTINYA HADIR DI FLASHBACK INI.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.