
Masih dalam posisi memeluk tubuh Mentari. Fatih beberapa kali mengucapkan syukur karena berhasil menolong wanita yang sudah dianggap adik olehnya.
"Mentari sadarlah!"
Fatih mencoba menyadarkan Mentari, tetapi tidak ada respon darinya. Maka Fatih menggendong Mentari dengan gaya bridal style. Dibawanya ke dalam mobil dan menuju ke rumah sakit milik Alex.
******
Semua orang merasa senang saat Mentari sudah ketemu. Hanya saja mereka juga merasa sedih saat melihat kondisinya.
Cantika menangis terus melihat kondisi Mentari yang seperti mayat. Tatapannya kosong tidak ada cahaya di matanya. Tawa dan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya, kini tidak ada lagi.
Bukan hanya Cantika yang menangisi keadaan Mentari. Zahra juga sama, dia merasa sangat sakit melihat keadaan sahabatnya itu. Kedua wanita itu mencoba memancing agar Mentari mau berbicara.
"Bagaimana keadaan Mentari sekarang?" tanya Alex kepada dokter yang menanganinya karena dia tidak suka melihat Cantika terus saja menangis sampai matanya bengkak.
"Dia telah mengalami depresi berat!" Dokter itu memberitahu Alex.
"Lakukan yang terbaik untuknya agar dia bisa cepat pulih lagi!"
"Baik, Tuan. Akan kami usahakan agar Nyonya Mentari, segera sembuh," jawab dokter itu, kemudian undur diri.
"Bagaimana ini? Apa dia akan baik-baik saja?" tanya salah seorang kerabat keluarga Green.
"Iya. Dia wanita hebat," jawab Aurora yang masih saja meneteskan air matanya.
******
Fatih langsung tersulut emosinya lagi, saat mendengar, kalau hasil yang di dapat dari tes DNA antara William dan Allura adalah negatif. Alex sudah tiga kali melakukan tes, dan hasilnya tetap negatif. Bahkan dia sampai melakukan penyelidikan sendiri, siapa ayah kandung Allura.
Fatih menerobos masuk ke dalam kediaman mansion William. Kedatangannya kali ini demi Mentari. Seorang wanita baik-baik yang dulu penuh ceria, dan suka menolong orang lain.
Begitu melihat tuan rumah yang sedang menuruni tangga. Tiba-tiba Fatih langsung melayangkan pukulannya ke arah muka William. Sampai si kakek terjelembab ke lantai.
William yang sedang masa pemulihan, kini harus kembali berhadapan dengan Fatih. Dia tidak menyangka akan berkelahi lagi dengan Fatih. Padahal dia tidak ingin kalau sampai kejadian kemarin terulang lagi.
__ADS_1
"Kamu masih betah di sini? tumben. Biasanya tidak akan lama tinggal di sini." William tersenyum mengejek Fatih, begitu dia berhasil memberikan pukulan balasan kepada Fatih.
"Ya, aku akan pulang setelah puas menghajar kamu, Kakek!"
"Apa lagi masalahnya sekarang?!"
"Karena kamu sudah membuat wanita sebaik Mentari, menjadi depresi atas kehilangan anaknya. Tidak selayaknya laki-laki sepertimu dulu menikahinya!"
"Bukan hanya Mentari saja yang merasa kehilangan anak. Aku juga kehilangan dua orang anak sekaligus dalam waktu yang sangat dekat!"
"Dua anak! Anak mana yang kamu maksud?!" bentak Fatih dengan penuh emosi.
"Allura dan Liam. Emangnya siapa lagi?!" balas William tidak kalah emosi.
"Allura? Kakek tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Kalau dia bukan anak kamu!" Fatih meninggikan suaranya.
"Apa maksud kamu?!" William melayangkan pukulan ke arah Fatih dan mengenai rahangnya. Fatih pun balik menyerangnya. Kali ini dia sampai membanting tubuh William.
"Al, sudah sampai tiga kali memeriksanya di rumah sakit yang berbeda. Hasilnya masih sama negatif. Bahkan, Al sampai mencari siapa ayah biologis Allura. Apa kamu tahu siapa ayah dari anak yang selama ini kamu sayang dan bela itu?" Fatih menindih tubuh William sambil memukul beberapa kali wajah William sampai tidak berbentuk lagi akibat lebam yang hampir memenuhi wajahnya.
"Jangan bercanda kamu, Fatih!" William tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Ya. Ayah kandung Allura adalah Thomas Brown. Laki-laki yang sangat kamu benci. Ingat, dia juga punya bola mata berwarna biru," jelas Fatih.
******
William benar-benar terpukul dengan kenyataan yang baru saja diketahui. Dia sudah beberapa kali, melakukan tes DNA dengan Allura, tapi hasilnya selalu saja positif.
Dia teringat kembali kata-kata, Edward beberapa hari yang lalu. Kalau ada musuh dalam selimut, akan sulit menghadapinya. Berbeda dengan musuh yang terang-terangan, akan mudah untuk mengatasinya.
******
Satu bulan kemudian….
Selama satu bulan ini Mentari ditemani oleh Zahra, dalam masa pengobatannya. Dia menjadi teman setia yang selalu memberikan dukungan kepada Mentari. Sinar juga tinggal di Amerika, untuk menemani putrinya. Apalagi Cantika sekarang disibukkan oleh anaknya yang kembar dan menjalankan perusahaan milik Arthur, selama dia sakit dan membutuhkan banyak istirahat. Jadi tidak bisa selalu ada di dekat Mentari, setiap saat.
__ADS_1
Tadinya Ja'far ingin membawa Mentari pulang ke Indonesia, dan melakukan pengobatannya di sana. Namun, Mentari masih ingin tinggal di Amerika. Dia tiap Jumat selalu mendatangi makan Liam. Kini hatinya sudah ikhlas menerima kepergian sang buah hatinya.
Perceraian Mentari dengan William pun diurus oleh Ja'far dan pengacaranya. Agar prosesnya cepat. Kali ini Ja'far tidak akan memberikan kesempatan lagi kepada mantan menantunya itu, untuk kembali bersatu dengan putrinya.
SEASON 2: MENTARI - WILLIAM (TAMAT)
******
TERIMA KASIH UNTUK TEMAN-TEMAN SEMUA YANG SELALU SETIA MEMBACA KARYA AKU INI.
MASIH ADA YANG BELUM DIPECAHKAN/ MASIH TERTUTUP KABUT YA.
SIAPA SEBENARNYA MONE?
SIAPA ORANG YANG DIMAKSUD MUSUH DALAM SELIMUT OLEH EDWARD?
APA YANG AKAN DILAKUKAN OLEH WILLIAM SETELAH LAMA TIDAK BERTEMU DENGAN MENTARI?
FATIH, TAHU TIDAK YA, KALAU WILLIAM DAN MENTARI BERTEMU DI BANDARA?
KONDISI KESEHATAN ZAHRA, BAGAIMANA SETELAH ADA DOKTER DARI SINGAPURA?
JAWABANNYA ADA DI SEASON 3: MENTARI x FATIH x ZAHRA & WILLIAM
SAMPAI JUMPA TAHUN DEPAN :)
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK. KARENA SATU LIKE KALIAN SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR.
TERIMA KASIH.
__ADS_1