
Liam kondisinya semakin kritis, dan dia terus saja mengigau memanggil mommy. Sebab takut terjadi apa-apa kepada Liam, maka William membawanya ke rumah sakit. Meski kondisi tubuhnya sendiri juga masih dalam keadaan sakit. William memaksakan dirinya untuk menjaga buah hatinya.
Siang harinya, Liam tidak mampu lagi bertahan. Bocah berumur belum genap dua tahun itu, menghembuskan napas terakhirnya, dia terus memanggil mommy, dengan suaranya yang sudah sangat lemah . Sampai meninggalnya pun dia tidak bisa melihat wanita yang sangat di rindukannya, selalu menjaga dan merawatnya.
Jennifer, hati dan jiwanya terguncang, saat mengetahui cucu kesayangannya meninggal dunia. Dia seperti mayat hidup. Tubuhnya yang kini kurus dan wajahnya pucat pasi. Semenjak Liam sakit, dia tidak pernah istirahat dengan benar. Hati dan pikirannya terus tertuju kepada cucunya. Kini anak balita yang selalu dibanggakan olehnya itu telah tiada. Penyesalan terbesar dalam hidupnya adalah tidak bisa memenuhi keinginan sang cucu untuk bertemu dengan mommy-nya.
Padahal dia selalu bilang kepada cucunya, akan membawanya ke pelukan sang mommy. Agar Liam mau meminum obatnya, Jennifer selalu merayu dengan iming-iming akan di ajak bertemu dengan mommy-nya, bila sudah sembuh. Meski nyatanya sampai meninggal pun, mereka tidak bisa bertemu.
Jennifer, jatuh tidak sadarkan diri, saat melihat seluruh tubuh cucunya ditutup kain putih. Dia sungguh tidak sanggup, menahan sakit di hatinya. Rasa penyesalannya begitu sangat besar.
Tidak beda jauh dengan Jennifer, William juga merasa dunianya runtuh. Baru saja kehilangan Allura, kini dia harus merasakan lagi rasa itu. Putranya, dari wanita yang paling dia cintai, harus meregang nyawanya dalam rasa rindu yang amat sangat kepada wanita yang selalu menemani hari-harinya.
Penyesalan itu pasti ada dalam diri William. Hanya karena keegoisannya, dia melarang Mentari bertemu dengan Liam. Rasa itu pasti akan terus menghantui dia selama hidupnya.
Pemakaman Liam tidak di hadiri banyak orang. Bahkan terkesan tertutup. Disamping kuburan putranya, ada gundukan makam yang masih baru. Itu adalah milik Allura dan tidak jauh dari makam anaknya ada makam Edward Green yang diapit oleh makam orang yang berarti dalam hidupnya. Hidup dan mati Kakaknya itu selalu berdampingan dengan belahan jiwanya.
******
Kematian Liam baru diketahui oleh orang lain setelah tiga hari. Mentari begitu terguncang saat mendengar kabar itu dari Jennifer. Selama tiga hari ini, Jennifer mengalami shock, sampai dia tidak sadarkan diri. Begitu kesadarannya pulih, dia menghubungi Aurora. Menceritakan tentang kondisinya, dan cucunya yang sudah meninggal dunia.
Aurora sangat terkejut saat mendengar kabar itu. Maka dia mengumpulkan semua anggota keluarga Green--termasuk seluruh keluarga Alex--dan memberitahukan kalau Ghaffar Liam Green telah meninggal dunia.
__ADS_1
Semua orang di sana sangat terkejut mendengarnya. Apalagi Mentari langsung tidak sadarkan diri dan membuat semua orang semakin panik. Ghazali langsung menangani Mentari, karena semenjak berpisah dengan Liam, dia jarang makan. Pikirannya terus kepada putra semata wayangnya. Itu juga sudah membuat keadaan kondisi tubuhnya drop. Ditambah sekarang mendapat berita yang sangat mengejutkan.
Sehari semalam, Mentari tidak sadarkan diri. Ja'far dan Sinar pun sudah datang ke Amerika. Mereka merasa sangat terluka melihat kondisi putrinya sekarang. Terutama Sinar, dia terus menangis semenjak melihat keadaan Mentari yang kurus, pucat dan tidak terurus. Cahaya di wajah dan matanya juga hilang. Dia terus mengigau memanggil nama putranya.
Saat Mentari tersadar, hal pertama yang ditanyakannya adalah letak makam anaknya. Khalid dan Fatih mengantarkan keluarga Mentari, ke area makan keluarga Green.
Makam Allura dan Liam bersisian. Dua gundukan makam baru itu masih ditutupi oleh bunga yang mulai layu. Tidak jauh dari sana ada makam baru, yang bertuliskan nama Edward Green yang diapit oleh makam saudara kembar dan istrinya.
Mentari tidak mau beranjak, seandainya Ja'far tidak memaksanya. Mentari terus menangis, seolah air mata itu tidak akan pernah habis.
Keadaan Mentari membuat semua orang sangat khawatir. Dia tidak bisa makan, bila dipaksa akan muntah. Keadaan dia malah makin parah. Ghazali sampai memberikan cairan infus. Kondisi tubuhnya pun tidak bisa diajak dalam perjalanan jauh. Tadinya kedatangan Ja'far ke Amerika hanya untuk menjemput Mentari. Namun, sampai saat ini, dia belum bisa diajak untuk pulang.
******
Semuanya berpencar mencari Mentari, apalagi tidak ada petunjuk atau GPS yang bisa menunjukan keberadaan Mentari. Mereka menduga kalau Mentari pergi ke makam Liam.
Setelah Ja'far dan Khalid mencari ke area pemakaman keluarga Green. Mentari tidak ditemukan di sana. Kini semuanya semakin panik karena sudah di cari kemana-mana, Mentari tetap tidak bisa ditemukan.
Fatih yang mengelilingi tengah kota sendirian. Saat lampu merah, tanpa sengaja dia melihat Mentari dari arah lain, yang berjalan gontai di tengah jalan padahal lampu sudah berubah hijau. Fatih keluar dari mobilnya dan berlari ke arah Mentari yang tidak sadar kalau ada mobil container yang melaju kearahnya.
"Mentari!"
__ADS_1
Fatih berhasil mendorong tubuh Mentari dan memeluknya. Kini mereka berada di tengah-tengah jalan raya. Jantung Fatih serasa mau copot karena telat sedikit saja, dia yakin tubuh Mentari akan tertabrak.
Masih dalam posisi memeluk tubuh Mentari. Fatih beberapa kali mengucapkan syukur karena berhasil menolong wanita yang sudah dianggap adik olehnya.
"Mentari sadarlah!"
Fatih mencoba menyadarkan Mentari, tetapi tidak ada respon darinya. Maka Fatih menggendong Mentari dengan gaya bridal style. Dibawanya ke dalam mobil dan menuju ke rumah sakit milik Alex.
******
HARI INI AKU KASIH KALIAN CRAZY UP. PANTENGIN TERUS YA SAMPAI ADA TULISAN SEASON 2 TAMAT. AKU AKAN TEMANI KALIAN MALAM TAHUN BARU-AN :)
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
SEBAGAI APRESIASI KALIAN UNTUK AUTHOR BIASAKAN KLIK LIKE SEBAGAI DUKUNGAN. SYUKUR-SYUKUR KASIH HADIAH DAN VOTE.
TERIMA KASIH.
__ADS_1