Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (39)


__ADS_3

     Mentari terkejut saat mendengar perkataan Mirna. Dia tidak menyangka kalau Zahra sebenarnya selalu menangis ketika malam hari. Saat dirinya dan Fatih tidur di kamar yang sama. Dari sejak awal pernikahan juga, Mentari minta agar Fatih tidurnya bergilir. Namun, Zahra tidak mau, malah dia meminta agar Mentari bisa cepat-cepat hamil, jadi harus tidur bersama tiap malam. Zahra baru minta jatah bergilir, saat Mentari, sudah hamil dan saat itu juga terjadi masalah dalam rumah tangga mereka.


     Zahra nggak kalah terkejutnya, dia merasa tidak seperti itu. Dia mulai menangis saat menyadari kalau Fatih telah jatuh cinta kepada Mentari. Bahkan cintanya Fatih jauh lebih besar terhadap Mentari, ketimbang dirinya. Bukan karena Fatih menghabiskan malam bersama Mentari. Dia juga sadar diri, kalau dirinya tidak bisa memberikan kepuasan batin terhadap Fatih. Makanya dia meminta Mentari melaksanakan kewajiban seorang istri dalam melayani kebutuhan biologis suaminya. Bukan seperti yang dituduhkan oleh Jihan.


     Fatih menatap Zahra, istrinya yang dulu memaksa dirinya untuk menikah dengan Mentari. Agar bisa membangun keluarga yang sempurna. Istri yang mampu mendampingi dirinya kelak, saat Zahra sudah meninggal. Istri yang bisa memberikan kebahagiaan dalam hidupnya sehari-hari. Seorang istri yang mampu menerima benihnya, agar bisa memiliki keturunan. Fatih akui kalau dia tidak bisa menyamaratakan rasa cintanya untuk Zahra dan Mentari.


     Fatih mulai memahami dan membedakan cinta dan sayang. Setelah menjadikan Mentari istrinya. Fatih tak bisa memungkiri kalau dia benar-benar jatuh cinta kepada Mentari. Saat Zahra meminta untuk tidak menjadikan Mentari nomor satu di hatinya. Fatih tidak bisa, mau bagaimanapun Mentari 'lah yang sudah bertahta di hatinya.


     Namun, hal itu sudah dibicarakan dengan Zahra. Kalau Sang Pemilik Hatilah yang membolak-balikkan perasaan. Fatih dan Zahra sudah tidak mempermasalahkan lagi akan cinta Fatih untuk Mentari. Sebagai ganti perlakuan adil bagi istri-istrinya, Fatih pun mulai tidur di kamar Zahra, dan bergilir dengan Mentari.


     Cinta Fatih semakin tidak terbendung untuk Mentari dan Zahra pun meminta perhatian Fatih untuknya juga harus adil. Zahra tidak mau kalau Fatih mengesampingkan dirinya karena Mentari.


     Fatih pun berusaha selalu berbuat adil kepada Mentari dan Zahra, dalam hal apapun kecuali cintanya. Perasaan tak menentu saat Mentari mengabaikan dirinya. Saat Mentari dekat dengan laki-laki lain, betapa cemburunya dia. Hal yang membuat dia hampir gila adalah saat Mentari, mengajak untuk berpisah setelah anak mereka lahir. Zahra tahu hal itu. Namun, saat itu Zahra sudah bilang kalau dia sudah tidak mempermasalahkan dirinya menjadi nomor dua di hatinya. Asalkan dia selalu bisa bersama sampai maut memisahkan. Zahra juga meminta Mentari untuk selalu setia berada di sisi Fatih. Sebab, Fatih akan kehilangan cahaya tujuan hidupnya, jika Mentari pergi meninggalkannya.


"Ummi, sepertinya ada kesalahan pahaman. Zahra tidak suka menangis tiap malah. Itu sama sekali tidak benar!


"Kalau Zahra menangis pun karena teringat sama dosa-dosa yang pernah aku buat.


"Zahra akui dulu sempat cemburu karena Mas Fatih bisa cepat jatuh cinta kepada Mentari. Apalagi kehamilannya juga sangat cepat.


"Bukan karena perlakuan Mentari dan Mas Fatih terhadap Zahra yang nggak adil. Semuanya baik-baik saja. Justru Jihan dan Bibi Widuri 'lah yang selalu menyakiti hati Zahra dengan perkataan dan perbuatan mereka."


      Semua orang menatap ke arah Zahra. Ingin mengetahui kebenarannya. Aurora yang paling merasa tidak senang dengan perkataan Mirna tadi. Jadi, ingin tahu dari sudut pandang Zahra. Selama ini, dia mendengar curhatan dari sudut pandang Fatih. Putra sulungnya itu, memang selalu dekat dengannya. Apalagi kalau urusan wanita dia pasti tanya mamanya yang pastinya memahami perasaan sesama wanita. 

__ADS_1


"Tapi, Jihan memberikan video saat kamu dan Fatih sedang marahan karena Mentari. Itu jelas-jelas di video kamu menangis dan meminta keadilan kepada suamimu." Mirna mengeluarkan handphone miliknya.


     Mirna membuka video pertama, Zahra dan Fatih yang sedang bersitegang saat itu karena masalah Mentari, dan memintanya untuk tidur dengan lagi. Video ke dua saat Zahra menangis sendirian di malam hari dan ungkapan sakit hatinya.


     Mentari tahu video yang pertama benar adanya kejadian itu karena dia juga menyaksikan dengan kepalanya sendiri. Namun, video yang kedua dia tidak tahu. Mentari sesama wanita juga merasa sakit hati saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Zahra. Dirinya menyesal kalau dia telah membuat Zahra sampai menangis seperti itu. Wajarlah ibu mana yang tidak sakit hatinya kalau anak perempuannya diperlakukan tidak adil. Mentari merasa dirinya sudah menjadi penjahat.


      Padahal, dia awalnya mau menikah dengan Fatih juga karena ingin membalas budi dan nyawa kepada keluarganya. Mentri sejak awal juga tidak terlalu mengharapkan cinta Fatih untuknya. Mungkin dengan melahirkan bayi untuk Fatih bisa membuat kehidupannya bahagia.


     Meski dengan jalan seiringnya waktu. Cinta untuk Fatih terus tumbuh di hati Mentari. Sehingga dirinya benar-benar jatuh cinta kepada suaminya.


"Jadi, karena ini Ummi selalu meminta Fatih untuk terus memperhatikan dan menuruti kemauan Zahra?


"Ummi, pikir karena aku sangat mencintai Mentari. Sehingga, mengabaikan Zahra?


"Apa Ummi tahu, kesusahan dan kesulitan yang dialami oleh Fatih karena ulah Ummi?


"Apa Ummi tahu, banyak pengorbanan yang dilakukan Mentari demi keegoisan Ummi?


"Ummi juga tidak tahu betapa tertekannya Zahra karena Ummi, selalu membandingkan dia dengan Aisyah?


"Ummi tidak sadar sudah menjadi duri dalam kehidupan rumah tangga anak Ummi sendiri."


     Fatih meluapkan emosinya karena masih saja menyudutkan dirinya dengan Mentari dan menekan perasaan Zahra. Selama ini Mentari selalu memintanya untuk bersabar dan memaafkan kesalahan Ummi.

__ADS_1


     Fatih bukanlah tipe orang yang suka berbicara banyak. Apalagi menceritakan masalah yang dimilikinya kepada orang lain, kecuali orang yang dipercaya olehnya.


     Terlanjur sekalian kepalang sedang ngomongin rumah tangganya. Fatih pun bicara apa yang selama ini yang mengganjal dalam hatinya. 


"Apa selama ini Jeng Mirna, selalu berusaha menjauhkan Fatih dengan Mentari?" tanya Aurora dengan menatapnya tajam.


     Sinar sangat terkejut saat mendengar kata-kata Fatih barusan. Selama ini Mentari tidak pernah membicarakan masalah yang terjadi dalam keluarganya. Hanya saja Sinar selalu merasa kalau Mentari selalu mengalah kepada Zahra. Sebab, Zahra sedang membutuhkan perhatian lebih dari suaminya karena memang lagi masa pengobatan penyakitnya.


Jadi, dia merasa wajar-wajar saja. Mentari juga tidak memperlihatkan kesedihan atau kemurungan di hadapannya. Sampai saat ini Sinar juga tidak menerima pengaduan Mentari mengenai kehidupan keluarganya. Justru Mentari selalu menanggapinya dengan santai saat ada orang yang mencibir kehidupan rumah tangganya yang berpoligami.


******


Maaf teman-teman aku lupa up bab ini.


Karena terlalu sibuk dengan tugas kelas menulis. banyak novel yang aku buat tiap harinya.


******


Menurut kalian cocok nggak ini sebagai AL FATIH GREEN HAKIM



    

__ADS_1


__ADS_2