Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (28)


__ADS_3

     Fatih melihat kedua jagoannya yang berada di inkubator. Tangis harus sedang dia rasakan. Sekarang dirinya sudah menjadi seorang Ayah. Ingin sekali dia memeluk kedua putranya itu.


"Assalamu'alaikum, para jagoan, Ayah.


"Maaf, ayah tidak bisa menyaksikan langsung saat kelahiran kalian.


"Ayah sayang sama kalian."


     Fatih ingin sekali mengabari kedua orang tuanya, tapi dia tidak memiliki handphone saat ini. Maka dia pun meminjam telpon rumah sakit dan menghubungi rumah orang tuanya.


"Assalamu'alaikum, Pah!"


"Wa'alaikumsalam, ada apa Fatih?"


"Mentari melahirkan! Fatih sudah jadi Ayah sekarang!" 


"Alhamdulillah. Kok bisa? Bukannya kandungan Mentari baru tujuh bulan?!"


"Fatih juga belum tahu secara jelasnya. Fatih juga baru tahu setelah si kembar lahir. Handphone Fatih hilang. Jadi, tidak tahu apa yang sudah terjadi pada Mentari. Ayah Ja'far juga memberitahu lewat rumah sakit."


"Mentari melahirkan di mana?" 


"Di Rumah Sakit Pelangi."


"Baik, Papa ke sana!"


******


     Kini semua orang sedang berkumpul di ruang rawat Mentari. Khalid menginginkan menantu dan kedua cucunya di pindahkan ke Rumah Sakit Harapan. Agar mereka mudah mengurus segala keperluannya. Juga agar Fatih bisa mengawasi kedua istrinya di tempat yang sama.


     Mentari membuka matanya dan yang pertama dia lihat adalah Fatih yang sedang duduk disampingnya sambil mengelus keningnya yang keringat. Mentari menatap Fatih dengan tatapan penuh rasa benci.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga!" pekik Fatih senang.


"Mau apa kamu ke sini?!" Mentari berkata dengan nada ketus.


     Semua orang yang ada di sana sangat terkejut dengan sikap Mentari barusan. Kini, mereka menatap ke arah Fatih.


     Fatih mengira Mentari marah kepadanya karena tidak menemaninya saat dia melahirkan. Maka dia pun meminta maaf karena ketidak tahuannya kalau Mentari mau melahirkan karena dia kehilangan handphone miliknya.


"My Sweetie, maafkan aku---"


"Aku bilang pergi dari sini! Aku benci sama kamu!" teriak Mentari kepada Fatih.

__ADS_1


"Kenapa kamu seperti ini? Apa kamu tidak bisa memaafkan aku?"


"Aku benci melihatmu. Pergi!" Mentari melemparkan bantal ke arah Fatih.


     Dokter yang tadi dihubungi baru sampai. Dia meminta semua keluar dan biarkan Mentari untuk istirahat. Mentari pun kembali tidur setelah diberi obat tidur agar emosinya kembali stabil.


"Dokter, apa yang sudah terjadi pada istriku. Kenapa dia bisa jadi seperti itu?" tanya Fatih begitu dokter keluar dari ruangan rawat inap.


"Nyonya Mentari mengalami baby blues syndeome, bahkan dia tidak mau melihat kedua putranya untuk saat ini." Dokter itu menjelaskan.


"Baby blues?" Semua yang di sana terkejut.


"Benar. Gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan. Kondisi ini menyebabkan ibu mudah marah, cemas, sedih, lelah, menangis tanpa alasan yang jelas. Dia juga akan mudah gelisah, dan akan kesulitan konsentrasi." Jelas dokter yang menangani Mentari.


     Baby Blues Syndeome, bukan hal aneh bagi orang yang pernah melahirkan. Tergantung tiap orang, beda-beda reaksi yang mereka rasakan. Kini mereka harus membiarkan Mentari istirahat dahulu sampai dia merasa tenang.


*******


     Mentari tidak mau ketemu dengan Fatih. Surat gugatan cerai masih dapat dia lihat bayangannya. Dia hanya mau bertemu dengan Sinar saja. Bahkan saat Sinar mengajaknya untuk melihat si kembar, Mentari tidak mau karena wajah mereka mirip Fatih. Laki-laki yang saat ini dia benci.


"Kakak, kenapa tidak mau ketemu sama Fatih?" tanya Sinar.


"Kakak tidak mau bertemu apalagi melihat wajahnya!"


"Dia itu laki-laki pembohong, penuh dusta. Dia hanya ingin anak saja. Sekarang anak dia sudah lahir. Biarkan saja dia membawanya. Terserah mau bawa keduanya juga. Kakak tidak peduli lagi!" Mentari berkata penuh emosi.


     Sinar mengelus punggung Mentari. Untuk saat ini bukan hal baik untuk membicarakan masalah ini. Maka, Sinar pun memilih diam. Dia tidak menanyakan lagi hal apapun kepada Mentari.


******


     Fatih tidak tahu kenapa Mentari bisa bersikap seperti itu. Hati dia terluka saat Mentari menolak dirinya. Dia ingin bisa bersamanya, menemani dia, dan mendengarkan keluh kesahnya. Fatih, kini hanya bisa melihat Mentari dari balik kaca jendela. Kalau ingin egois Fatih akan tetap memaksa masuk. Namun, akan ada Ja'far, Khalid dan Billi yang menghadangnya.


     Handphone milik Khalid berdering, ada panggilan masuk dari besannya, Mirna. Dia menanyakan keberadaan Fatih, kenapa meninggalkan Zahra, sendirian. Khalid pun memberitahu kalau Mentari baru saja melahirkan. Jadi, Fatih menjenguk Mentari dan si kembar. Mirna pun menyalahkan Fatih, yang pergi tanpa menunggu dulu dirinya datang untuk menjaga Zahra. Khalid pun meminta maaf karena handphone milik Fatih hilang. Jadi, tidak bisa menghubungi Mirna. Mirna pun mengakhiri panggilannya.


"Kamu dicari sama mertuamu," kata Khalid.


"Apa terjadi sesuatu kepada Zahra?" tanya Fatih lemas.


"Tidak tahu, dia hanya marah-marah karena kamu tidak ada," jawab Khalid.


"Hah … bisakah kalau perpindahan Mentari ke Rumah Sakit Harapan, dipercepat! Fatih capek kalau harus bolak-balik kesana-kemari!"


     Fatih yang penampilannya selalu rapi dan segar, kini terlihat kacau dan layu. Terlihat jelas wajah kelelahan dari wajah tampannya. Mentari, satu-satunya yang membuat dia kembali semangat, kini tidak mau melihat dirinya.

__ADS_1


     Fatih kukuh ingin bertemu dulu dengan dengan Mentari. Untungnya, Mentari sudah kembali tertidur. Fatih pun mendatanginya. Dia memegang tangan Mentari dan menciumnya. Ciuman-ciuman lembut pun dia layangkan di wajah Mentari yang agak pucat.


"Mentari, I love you!


"Maafkan aku. Aku telah mengingkari janji yang kita buat.


"Katakan apa yang harus aku lakukan?


"Kenapa kamu menjadi seperti ini?"


     Mentari dan si kembar akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Harapan. Awalnya Mentari menolak karena dia tidak mau bertemu dengan Fatih. Dia berulang kali bilang benci kepada suaminya.


    Sinar pun selain menenangkan Mentari, dia juga menenangkan Fatih. Keadaan ini membuat orang-orang di sana merasa kasihan kepada Fatih. Tidak ada seorang pun yang tahu apa penyebab Mentari menjadi begitu benci sama Fatih.


******


Cuap-cuap para tokoh: Mentari vs Author


Mentari: Thor jangan buat aku lama-lama marah sama Mas Fatih, ya. Sebentar saja deh. Aku kan rindu berat sama dia.


Author: Nggak Ah! Kamu dan Fatih belum di uji cintanya. hahaha...


Mentari: Aduh Thor, masa harus di uji lagi. Aku banyak mengalah selama ini.


Author: Masa? Terus apa kamu selama ini sudah merasa bahagia menjadi istrinya Fatih?


Mentari: Bahagia lah. Aku kan cinta banget sama Fatih.


Author: Tadinya aku akan buat kamu pisah loh sama Fatih.


Mentari: Jangan Thor! Awas kalau aku dipisahkan sama Fatih.


Author: Tapi banyak yang mau kamu pisah sama Fatih.


Mentari: TIDAK!!!! AKU NGGAK RELA!!


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2