Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (72)


__ADS_3

     Program bayi saat di Bali gagal karena hari kedua Raya, Ian dan Rain tidur dengan Fatih. Fatih dan Mentari baru bisa melakukan prosesnya, di sela-sela saat si kembar bermain dengan yang lainnya.


     Malam ketiga, Fatih gagal lagi melakukan proses pembuatan karena Mentari sakit perut. Padahal si kembar sudah di lemparkan ke kamar Erlangga, karena ingin tidur bersama Mega.


     Malam keempat lagi-lagi proses pembuatan gagal karena ada empat balita ikut tidur bersama mereka. Meski Fatih dan Mentari sempat melakukannya saat yang lain sedang sarapan.


     Hari kelima nyaris gagal lagi karena ada bellboy mengirimkan pesanan makanan, entah siapa yang sudah melakukan pemesanan atas namanya. Hanya saja Fatih berpikir kalau itu adalah ulah Alex. Sebab, malam itu si kembar tidur lagi bersama dengan Rain.


     Hari keenam gagal karena si kembar tidak mau jauh dari Mentari sepanjang hari mereka menempel pada istrinya Fatih. Bahkan sang suami tidak bisa melakukan apa-apa karena si kembar tidak bisa dirayu hari itu.


      Hari ketujuh Mentari kedatangan tamu bulanan. Jadinya, misi di pulau Bali, gagal tidak bisa menghasilkan calon adik si kembar.


******


     Mentari dan Fatih menjalani hari-hari dengan penuh kebahagian dan kegemasan di mana si kembar sering membuat mereka tertawa dengan tingkah lakunya, kadang sebaliknya tingkah laku mereka membuat Mentari dan Fatih beristighfar.


"Bunda kata Oma, mau pergi ke luar negeri ya?" tanya tanya Rayyan.


"Iya, Sayang. Sebentar kok cuma tiga hari," jawab Mentari.


"Satu Minggu, Sayang!" Fatih meralat ucapan Mentari.


     Mentari mengerutkan keningnya karena perjalanan ke Jerman untuk kerja sama dengan perusahaan asing itu hanya satu hari ditambah waktu pergi dan pulang, total tiga hari.


"Empat harinya kita rayakan hari ulang pernikahan kita yang ke tiga," bisik Fatih dan diangguki oleh Mentari.


     Si kembar tidak di ajak ke Jerman karena dengan alasan sedang melakukan perjalanan dinas. Si kembar pun nurut dan ikut tinggal di rumah Khalid dan Ja'far secara bergiliran.


     Perjalanan bisnis plus honeymoon merayakan hari pernikahan mereka ternyata tidak membuahkan hasil. Bulan berikutnya Mentari kedatangan tamu bulanan.


     Fatih dan Mentari tidak patah semangat dalam membuat adik untuk si kembar. Setiap malam dan setiap ada kesempatan mereka bekerja sama untuk membuatnya.


     Kerja keras Fatih dan Metari membuahkan hasil setelah mereka merayakan ulang tahun pernikahan ke lima, saat si kembar berusia empat tahun lebih.


     Jangan tanya di mana mereka berhasil membuat proses pembuatan adik si kembar. Sebab jawabannya itu mereka tidak tahu karena selama satu Minggu mereka menghabiskan waktu menaiki kapal pesiar mewah.


******

__ADS_1


     Kehamilan Mentari kali ini, dia merasakan morning sickness, sejak kehamilan menginjak satu bulan. Fatih tiap pagi membuatkan air madu atau air jahe hangat untuk Mentari. Bahkan dia kadang tidak pergi ke kantor karena Mentari tidak mau di tinggalkan. 


     Si kembar juga banyak menghabiskan waktu dengan Mentari karena mereka kasihan melihat Bundanya muntah-muntah terus. Tingkah si kembar yang nggak mau kalah dengan Fatih, menjadi hiburan tersendiri bagi Mentari.


     Keberadaan si kembar yang menempel terus ke Mentari kadang membuat Fatih cemburu. Dia tidak bisa sayang-sayangan dengan istrinya itu karena ada satpam yang hampir dua puluh jam terus berada di dekat Mentari.


     Hanya sekedar mencium bibir Mentari saja Fatih tidak bisa. Hal itu membuatnya frustasi karena tidak bisa mencicipi benda lembut dan kenyal yang menjadi candunya tiap hari.


"Kenapa?" tanya Mentari tanpa suara hanya gerak mulutnya saja.


     Fatih menunjuk bibirnya karena sejak pagi belum mencium bibir Mentari. Mengetahui hal itu malah membuat Mentari tertawa geli.


"Rayyan dan Ian bisa tolong Bunda nggak untuk bawakan kertas sama pensil di ruang kerja Ayah!" pinta Mentari kepada kedua anaknya.


"Siap Bunda!" Kedua anak itu langsung berlari ke luar kamar. 


      Begitu kedua anaknya pergi, Fatih langsung memberikan pelukan dan ciuman mesra kepada Mentari. "Aku mencintaimu," bisik Fatih yang sudah menjadi kebiasaan setiap hari mengungkapkan perasaannya.


     Satu ciuman balasan dari Mentari tidak kalah mesranya membuat keduanya terbuai, "aku juga mencintai, Mas!"


     Fatih dan Mentari memanfaatkan waktu yang sebentar itu dengan sebaik-baiknya. Sekitar sepuluh menitan si kembar kembali dengan membawa kertas dan pensil.


"Iya, Bunda!" jawab keduanya.


     Kali ini Mentari yang ingin bermesraan dengan Fatih. Dia memanfaatkan waktu itu dengan baik. Setelah mendapatkan ciuman dari Fatih tadi, kini dirinya yang terus ingin bercumbu dengan suaminya.


"Apa ini bawaan hormon ibu hamil, ya?" tanya Mentari.


"Tidak apa-apa kok, jika kamu menginginkannya." Fatih tersenyum menggoda.


"Tapi ada si kembar, mereka sudah tiga hari menempel terus," ucap Mentari.


"Kita ungsikan saja mereka ke rumah Ayah, di sana ada Fajar dan anaknya atau ke rumah Erlangga, saja." Fatih dengan ide brilian membuat Mentari mencubit pinggangnya gemas.


"Aku nggak mau lakukan itu! Itu malah merepotkan orang lain." Mentari menolak keinginan Fatih.


     Siang hari Ghazali datang mau mengajak si kembar jalan-jalan dan hal itu di sambut gembira juga oleh Mentari dan Fatih.

__ADS_1


"Kamu nggak masuk kerja?" tanya Fatih saat Ghazali akan membawa si kembar. 


"Ini baru pulang dan besok aku bagian libur. Sudah rindu sama mereka, nih." Ghazali mencium pipi si kembar karena sudah lebih dari satu Minggu tidak bertemu.


"Ayo kita jalan-jalan naik kereta api!" Ajak Ghazali terus mereka menyanyikan lagu naik kereta api sambil berjalan keluar rumah.


******


     Selama dua malam satu hari si Kembar berada di rumah Khalid bersama Ghazali. Keadaan rumah tanpa si kembar membuat Mentari dan Fatih terasa menjadi pengantin baru.


     Kalau kehamilan si kembar, Mentari ngidam memencet hidung Ghazali dan anti bau parfumnya. Kehamilan kali ini Mentari ngidam suara nyanyian Ghazali. Dia sejak mendengar suara Ghazali menyanyikan lagu naik kereta api, membuat Mentari merasa senang dan ingin terus mendengarnya.


     Jadinya, Ghazali harus konser di depan keluarga Fatih tiap hari. Tentu saja si kembar yang menjadi backing vokal-nya.


"Sayang, suara aku juga bagus kok. Nggak perlu ke rumah sakit hanya untuk mendengar suara nyanyian Ghazali." Fatih merasa frustasi Mentari tidak bisa tidur karena sudah tiga hari tidak mendengar suara Ghazali bernyanyi.


"Tidak bisa, Mas. Bayinya mau suara Ghazali. Rekaman video Ghaza aja nggak mau beda rasanya. Ini harus live show!" Mentari sudah tiga hari ini tidak bisa tidur.


"Adek, dengar suara Ayah saja, ya!" Fatih mengelus perut Mentari.


     Akhirnya keluarga Fatih datang ke rumah sakit hanya untuk melihat dan mendengarkan Ghazali konser. Setelah itu Mentari baru bisa tidur.


      Ghazali harus melakuakan konser di rumah Fatih setiap hari selama tiga bulan kehamilan Mentari. Setelah itu Ghazali baru bisa bebas dan pergi ke Italia karena ingin menenangkan perasaannya.


******


Mungkin inilah kenapa anak ke-3 Fatih dan Mentari nempel terus hingga besar kepada Ghazali dan Bintang nantinya.


Bagaimana kelahiran anak Mentari kali ini?


Tunggu kelanjutannya ya.


Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus. Terima kasih.


Mentari dan Fatih hampir Tamat. Baca karya aku yang lainnya ya! Nggak kalah seru, nggak ada poligami di karya yang lainnya.

__ADS_1



__ADS_2