Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (39)


__ADS_3

Dua bulan kemudian....


     Kehidupan rumah tangga Mentari dan William kembali harmonis, penuh kebahagian. William memerankan suami yang menyayangi dan perhatian kepada istri dan anak-anaknya. Begitu juga dengan Mentari yang memerankan tugas sebagai seorang istri dan ibu yang baik. Allura kini hidup penuh kebahagiaan dengan limpahan kasih sayang dari William dan Mentari.


    Sementara Jennifer sampai sekarang tidak mau mengakui Allura sebagai cucunya. Bagi dia tidak ada cucu kecuali anak yang dilahirkan oleh Mentari, itu adalah cucunya. Meski begitu Jennifer tidak berbuat jahat atau menunjukan raut tidak suka kepada Allura. Dia hanya tidak terlalu memberikan kasih sayang dan perhatian untuk gadis kecil itu. Kecuali ketika Mentari meminta Jennifer untuk membawa Allura ke gereja bersamanya setiap Minggu.


     Semua orang awalnya terkejut saat mengetahui William punya anak dari Angel. Bahkan orang tua Mentari, marah kembali kepada William. Namun mereka mau menerima itu setelah Mentari menjelaskannya dengan sangat hati-hati dan mudah dipahami oleh keadaannya.


     Alex dan Cantika meminta William kembali menyelidiki kehidupan Angel setelah dulu berpisah dengannya. Sampai Angel melahirkan Allura. Alex sendiri tidak suka kepada Angel karena banyak sifatnya yang menurut dia menjijikan atau disebut tercela.


    Fatih dan Aurora menceramahi William bergantian selama sehari semalam, sampai mereka merasa puas memarahinya. William hanya pasrah saja karena nanti akan ada Mentari yang selalu menghibur dan menenangkan hati dan pikirannya, di kala semua orang menyalahkannya.


     Allura senang punya saudara si Trio Kancil dan si Baby twins. Awalnya dia minder sama mereka, tapi Mentari menasehatinya akhirnya mereka bisa menjadi teman. Bahkan Bintang senang karena punya saudara perempuan. Allura juga kadang di ajak menginap di sana oleh Bintang. Keduanya pun selalu bermain bersama saat hari libur. Allura bahkan sering meminta kepada William untuk mengantarkan ke mansion keluarga Andersson, hanya untuk bisa main bersama si Trio Kancil.


*******


     Kehamilan Mentari sudah sembilan bulan. William 'lah yang selalu merasa resah menjelang hari kelahiran buah hatinya. Sementara Mentari malah terlihat tenang. 


    Jennifer juga sering memantau keadaan Mentari dan cucunya itu, melalui laporan dokter ahli kandungan yang menangani kehamilan menantunya. Dia bahkan bekerja di rumah, dan meminta asistennya yang kesana kemari untuk mengantarkan dokumen laporan perusahaannya. Jennifer tidak mau jauh-jauh dari menantunya itu. Untungnya lagi Allura sudah dimasukan ke sekolah oleh William. Jadi dia tidak akan bertemu dengan anaknya Angel. Salah satu yang membuat Jennifer tidak suka kepada Allura adalah dia selalu senang memonopoli perhatian Mentari.


     Allura senang saat semua perhatian orang-orang sekitar dia tertuju padanya. Allura yang semenjak kecil kurang perhatian, menjadi anak yang sangat haus akan kasih sayang.


     Mentari juga selalu menasehati Allura agar menyayangi adiknya yang masih di dalam perut dan akan segera hadir. Allura juga senang saat dibilang akan segera menjadi seorang kakak.


*******


     Seperti biasa setelah sholat subuh, Mentari dan William menghabiskan waktu berdua. Sambil membicarakan apa saja rencana hari ini. Hanya di waktu itulah tidak ada yang mengganggu keduanya. Bila matahari sudah terbit, Mentari dan William akan jalan-jalan di sekitaran rumah mereka. Menikmati udara uang masih segar dan hangatnya sinar matahari.


"Oppa, perutku terasa mulas lagi!" Mentari meringis sambil memegang perutnya.

__ADS_1


"Apa sudah mau melahirkan? Dari semalam kamu sudah merasakan mulas, tapi dokter bilang perkiraan satu Minggu lagi bayinya akan lahir." William ikut-ikutan merasa mulas perutnya.


"Itu cuma perkiraan, Oppa." Mentari mengelus pelan perutnya.


"Ayo, kita ke rumah sakit!" Ajak William sambil menggandeng tangan Mentari menuju mobil yang sudah di siapkan oleh William khusus untuk Mentari. Semua keperluan untuk lahiran sudah dia siapkan di bagasinya.


     Mentari dan William pergi hanya berdua saja, ke rumah sakitnya. Jika beneran Mentari akan melahirkan, maka keluarga yang lainnya baru akan diberitahu.


*******


"Dokter, beneran istriku akan melahirkan hari ini?" tanya William dengan raut wajah senang.


"Sepertinya akan melahirkan lebih awal dari waktu yang diperkirakan, Tuan." Dokter itu masih memeriksa monitor USG.


    William pun tidak hentinya memperlihatkan perasaan dia yang gugup dan khawatir. Saat dirinya melihat Mentari yang masih terbaring di atas blankar.


"Baby, kamu tenang, ya! Jangan gugup, ada aku di sini," kata William dan itu malah membuat Mentari tersenyum dan tertawa.


"Ya Tuhan, tolong selamatkan menantuku dan bayinya yang sedang dilahirkan saat ini," kata Jennifer dalam doanya.


     Allura pun melakukan hal yang sama seperti Jennifer. Dia berdoa untuk keselamatan mommy yang selalu menyayanginya. Allura sangat takut kehilangan Mentari. Apalagi kemarin pelayan dirumah bilang banyak wanita yang meninggal saat melahirkan.


******


    William memaksa ingin menemani Mentari saat melahirkan bahkan Dokter sudah melarangnya. Namun setelah diberi pengertian, akhirnya dia diizinkan juga untuk ikut menemani Mentari saat melahirkan.


    William melihat bagaimana perjuangan Mentari saat melahirkan buah cinta mereka. Proses lahiran dilakukan secara normal, itu keinginan Mentari. Walau memakan banyak waktu yang cukup lama. Akhirnya putra pertama mereka terlahir dengan selamat.


"Alhamdulillah. Sayang, anak kita sudah lahir!" William memekik senang dan menciumi seluruh wajah Mentari.

__ADS_1


    Tangis haru dari Mentari dan William langsung meluncur di pipi mereka begitu mendengar suara tangisan anak mereka. Dokter langsung memberikan bayi yang masih merah itu ke dalam dekapan Mentari untuk disusui.


"Oppa, putra kita wajahnya mirip siapa nantinya, ya?" tanya Mentari karena wajah bayi mereka masih belum terlihat jelas mirip siapa.


"Mirip siapa pun, yang penting dia anak kita. Aku akan selalu menyayanginya," jawab William sambil memperhatikan putranya yang sedang menyusu.


******


    Setelah bayi mereka dibersihkan dan ditidurkan dalam box bayi di kamar rawat Mentari. Jennifer sangat senang karena penerus Green kini sudah terlahir. Allura pun senang saat melihat adik laki-lakinya yang sedang tertidur di dalam box bayi.


"Grandma, siapa nama adik bayi ini?" tanya Allura yang berdiri di samping Jennifer.


"Sayang, siapa nama cucuku yang tampan ini?" tanya Jennifer kepada Mentari.


"Namanya Ghaffar Liam Green," jawab Mentari.


"Iya, Mom. Semoga kelak dia menjadi orang yang memiliki hati yang lembut seperti Mentari dan suka melindungi seperti Willi," kata William sambil tersenyum senang.


    Jennifer pun senang saat mendengar nama cucunya. Ternyata memiliki arti nama yang bagus.


Ghaffar Liam Green, memiliki rambut berwarna pirang dan lensa mata biru khas keluarga Green. Sepertinya hanya bentuk mata dan bibirnya saja yang mirip Mentari. Selain itu semua mirip William. Kelahiran penerus keluarga Green menjadi berita di media cetak maupun di media sosial dan elektronik.


*******


HAI TEMAN-TEMAN SAMBIL MENUNGGU KELANJUTAN DARI MENTARI-WILLIAM. BACA JUGA KARYA DARI SAHABATKU. AUTHOR : JBLACK.


Seru ceritanya, nano-nano banget. kasih like komen yang positif ya.


__ADS_1


      


__ADS_2