Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (7)


__ADS_3

     Tidak terasa kini Mentari telah tiga bulan menjadi istri dari William Green. Selama itu, dia dan Willi sering menghabiskan waktu bersama. Kadang mereka tinggal di rumah Christopher, atau di apartemen, kadang di mansion milik Willi sendiri. 


    Mentari dan William sering menghabiskan waktu hari libur dengan pergi berkencan ke tempat-tempat romantis bagi pasangan. Disana mereka akan mengabadikan moment-moment mereka berdua. Kadang mereka mengunggahnya di akun sosial mereka.


    Kini waktunya mulai memasuki musim gugur. Dimana suhu udara mulai dingin.


"Istriku yang cantik jelita sedang buat apa?" William tiba-tiba memeluk tubuh Mentari dari belakang.


"Aku mau buat wedang jahe," jawab Mentari sambil mengaduk-aduk rebusan jahe dan gula merah, yang dimasak dengan api sedang.


"Enak nih dingin-dingin begini minum wedang jahe. Coba ada singkong atau pisang goreng! Pasti nikmat banget," kata William yang malah ikutan memegang tangan Mentari yang sedang mengaduk air rebusan itu.


"Kalau pisang goreng sudah ada, aku buatkan untuk Oppa tercinta!" Mentari menunjuk sepiring pisang goreng yang berada di meja makan.


"Wah, ternyata istri tercintaku sudah menyiapkannya! Senang deh … aku makin cinta!" William mencium Mentari, kemudian berjalan dan duduk di kursi meja makan dan menikmati pisang goreng yang masih panas itu.


     Mentari lebih suka memasak sendiri dan membawa bekal ke kantor. William juga suka sekali rasa masakan Mentari. Bahkan sekarang kalau bukan masakan buatan istrinya itu, perutnya terasa menolak. Selain itu Mentari juga suka membuat cemilan. Kadang William juga suka ikut membantu, walau malah sering mengganggunya.


    Kehidupan keluarga Mentari-William sangat bahagia. Tidak terasa waktu sudah enam bulan mereka hidup bersama. Meski mereka sedang menanti kehadiran buah hatinya. Setiap hari, malam, pagi, atau sore William selalu berusaha membuat William junior. Dirinya panas saat mengetahui kalau Alex akan punya anak lagi.


******


    Mentari hari ini bagian tinggal di rumah Christopher. Apalagi ada Ja'far dan Sinar yang sedang berkunjung ke Amerika.


    Saat Mentari akan memberikan makan siang untuk Christopher. Namun betapa terkejutnya Mentari saat melihat ayah mertuanya itu tergeletak tak bisa di lantai kamar. Mentari yang saat itu panik, dengan cepat memanggil Ja'far dan Sinar. Mentari juga memanggil Jennifer, yang kemudian meminta dokter keluarganya untuk segera datang ke rumah utama kediaman Christopher Green.


    Karena keadaan Christopher semakin memburuk, maka dokter memintanya langsung dibawa ke rumah sakit milik keluarga Green. Kini Christopher sedang berbaring di brankar rumah sakit dengan berbagai alat terpasang di tubuhnya.


     William berlari di koridor rumah sakit. Mereka baru saja mendapat kabar kalau Christopher masuk rumah sakit kembali. Kini kondisinya benar-benar parah. 

__ADS_1


     Khalid dan Aurora datang ke Amerika. Bersamaan dengan Alex yang baru saja akan menetap bersama keluarganya di Amerika.


******


     Selama Christopher dirawat di rumah sakit. Mentari yang selalu menjaganya. Karena dari semua orang dia yang paling memungkinkan untuk selalu ada di sana. Kadang Jennifer ikut menemaninya yang bergantian dengan Aurora. Cantika datang saat siang hari, karena dia juga sedang hamil, dan harus menjaga kondisi tubuhnya.


    Tidak terasa sudah satu bulan Christopher di rawat. Keadaannya semakin memburuk satu minggu belakangan ini. Tubuhnya sejak kemarin sudah menolak segala bentuk pengobatan. Cairan infus sudah tidak bisa masuk lagi kedalam tubuhnya. Kini semua keluarga sudah pasrah menerima takdir.


    Saat malam hari, Mentari terbangun karena ada yang menyentuh lengannya. Dilihatnya Christopher, membuka sedikit matanya dan tersenyum lemah.


"Daddy! Daddy akhirnya sadar." Mentari menangis bahagia karena bisa melihat mertuanya tersenyum kepadanya.


"Men … tari … Dad … dy. Sayang … ka … mu," Christopher bicara terbata-bata.


"Iya, Dad. Aku juga sayang sama Dady!" Mentari berkata sambil menahan menangisannya.


"Hidup … lah, de … ngan ba … ha … gia," Christopher pun menghembuskan napas terakhirnya. Suara mesin pendeteksi jantung pun berbunyi nyaring, dan tanda garis terlihat di layar monitornya. Hanya disaksikan oleh Mentari saja. Karena William sedang ke luar kamar, dan Jennifer sedang tidur di sofa.


    Jennifer yang sedang tertidur pun akhirnya bangun. Karena mendengar suara tangisan Mentari. Dilihatnya Mentari menangis sambil memeluk tubuh Christopher.


"Sayang ada apa?" tanya Jennifer kepada Mentari.


"Daddy … Mom. Dia sudah tidak ada!" suara tangisan Mentari yang begitu menyayat hati. Terdengar sampai ke luar kamarnya.


    William yang baru kembali dari membeli kopi di lantai bawah. Terkejut begitu melihat dua wanita yang berharga dalam hidupnya kini menangis sambil memeluk tubuh daddy-nya. William pun menjatuhkan air kopi miliknya. Dia tersadar, kalau Daddy-nya sudah meninggal dunia.


*****


     Musim dingin tahun ini, Christopher meninggalkan dunia ini, dia dimakamkan di komplek pemakaman keluarganya. Christopher dikuburkan dekat makam Anatasya, cucu yang paling dimanja olehnya. Kepergiannya membuat sedih semua orang yang mengenalnya.

__ADS_1


    William, yang kini ditunjuk sebagai pewaris keluarga Green. Memegang kendali penuh atas kekuasaan keluarganya. Namun sebelum Christopher meninggal, dia sudah membagikan semua harta kekayaannya kepada istri, anak, cucu, dan cicit, bahkan si Trio kancil juga mendapatkan saham di perusahaan milik keluarga Green. Mentari juga diberi satu perusahaan oleh Christopher saat baru menjadi menantunya.


     Alex adalah orang yang paling banyak mendapat harta dari keluarga green. Dia saat balita mewarisi seluruh harta kekayaan Anatasya Green, kemudian saat remaja semua harta kekayaan Albert Green juga didapatkannya. Saat menikah mendapat hadiah pulau pribadi dari Christopher. Kini dia juga mendapatkan harta warisan dari Christopher. Walau sebenarnya dia sudah menolaknya beberapa kali.


******


     Sudah satu bulan semenjak Christopher meninggal. William menjalankan tugas kepala keluarga Green di bantu oleh Jennifer dan Mentari. Saat ini dirinya mengunjungi panti asuhan yang di dirikan oleh leluhurnya, di daerah perbukitan. Biasanya Christopher yang selalu mengunjunginya bersama kepala pelayan keluarga Green. Namun kali ini, dirinyalah yang akan menggantikan tugasnya.


    Suasana di sana sangat tenang, tempat yang asik untuk mengistirahatkan pikiran dan tubuh yang kelelahan sehabis kerja selama hampir seminggu. Panti asuhan ini usianya sudah lebih dari satu abad. Keluarga Green, secara turun temurun selalu menjadi donatur tetap di sana. Banyak anak-anak yang di tampung di tempat ini. Salah satunya adalah Michael, yang kini menjadi bodyguard Bintang.


    Kedatangan William disambut baik oleh pengurus panti asuhan. William bukanlah orang yang asing bagi mereka. Karena William sudah beberapa kali datang ke sana bersama orang tuanya. William melihat perkembangan dari anak-anak panti. Dia cukup puas saat melihat anak-anak panti bisa tumbuh dengan baik dan sehat.


    Selain menampung anak-anak yang tidak memiliki orang tua. Tempat itu juga memberikan perlindungan, pendidikan, dan jamianan kesehatan untuk anak-anak itu.


    William berjalan dengan tergesa-gesa. Tanpa sengaja bertabrakan dengan seorang wanita, yang jalannya berlawanan arah dengannya.


"Maafkan aku Nona," kata William saat wanita yang menabraknya itu terjatuh ke tanah.


   William pun mengulurkan tangannya, mencoba membantu wanita itu berdiri. Wanita itupun menyambut uluran tangannya. Betapa terkejutnya kedua orang itu saat melihat wajah dari orang yang sedang berada di hadapannya.


"Angel?"


"William!"


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2