
Mentari berpenampilan sederhana tapi manis. Dia memadu-padankan gamis dengan pashmina dan topinya. Warna gamis pink dan pashmina abu menjadi perpaduan yang enak dipandang mata. Ditambah topi berwarna merah-pink yang menghiasi kepalanya. Wajahnya yang dipoles oleh tabir surya, dan bedak yang tipis. Serta bibirnya dipoles oleh lip tint warna pink rose sehingga membuatnya terlihat selalu segar.
Mentari di ajak oleh William, jalan-jalan ke taman hiburan. Mereka bersenang-senang di sana. Menaiki roller coaster, Korsel, kora-kora, dan bianglala.
Saat Mentari dan William menaiki bianglala. Mentari sungguh terlihat sangat bahagia. Senyum di bibirnya tidak pernah hilang.
"Apa, kamu suka?" tanya William sambil tersenyum hangat kepada Mentari.
"Iya, Oppa! aku sangat senang sekali" jawab Mentari dan membalas senyuman hangat kepadanya.
"Sebenarnya ada yang mau aku bicarakan. Ini sangat penting sekali, bagi diriku dan bagi hidupku?!" William memandang kepada wajah cantik Mentari. Bulu mata Mentari yang panjang dan lentik, serta bola mata yang bening dan hangat.
"Apa itu, Oppa?!" tanya Mentari kepada laki-laki yang sedang menatapnya intens.
William menatap ke dalam mata Mentari dan berkata dengan lembut dan serius. "Mentari aku mencintaimu!" William masih melihat ke mata Mentari.
Bola mata yang bening itu, kini bergetar dan mulai berkaca-kaca. Senyum di bibir Mentari langsung mengembang setelah memahami dengan baik apa yang dikatakan oleh laki-laki bule di hadapannya kini.
"Lalu, mau Oppa Willi apa?" tanya Mentari balik dan jahilnya, sambil menggigit sedikit bibir bawahnya, karena menahan senyumnya.
"Mau aku itu, kamu!" jawab William yang terasa ambigu. Namun bagi Mentari itu seperti meminta jawaban.
"Iya mau apa? Kita pacaran? Kita tunangan? Kita menikah? Atau mau apa sama aku?!" tanya Mentari balik masih dengan senyuman jahilnya.
Karena bagi Mentari melihat William yang serius saat mengungkapkan isi hatinya itu, terlihat seperti seorang gentleman. Mentari jadi sangat suka saat melihatnya.
"Aku ingin tahu. Apa kamu juga mencintai aku?" Kini William memepet ke arah Mentari sambil melihat matanya secara intens.
Mentari yang ditanya langsung jadi malu, karena tadi niatnya hanya menggoda William. Kini wajah mereka sudah saling berhadapan. Keduanya pun bisa merasakan hembusan napas dari orang yang di hadapannya.
__ADS_1
"Belum halal!" jawab Mentari sambil mencoba mendorong tubuh William sambil memejamkan matanya.
"Apa hubungannya, belum halal sama jawaban yang sedang aku nantikan?" tanya William lagi.
"Hehe … itu Oppa Willi terlalu dekat. Karena belum halal jadi harus tunggu sampai halal dulu!" kata Mentari sambil memegang jantungnya yang berdetak begitu cepat.
"Kalau begitu, kamu juga mencintai aku?! Karena ingin kita berdua bisa menjadi halal?!" Kata William dengan senyuman lebar yang mengembang.
Mentari tersipu malu, dan menundukan kepalanya. Kemudian menganggukan kepalanya berulang kali.
Melihat itu William berteriak senang di dalam bianglala saat posisi puncak tertinggi. Posisi inilah yang sejak tadi di tunggu-tunggu oleh Mentari. Memberi tahu perasaannya kepada William, saat mereka berada di puncak tertinggi.
Mentari ingin merasakan keromantisan, saat mengungkapkan isi hatinya. Seperti di drama-drama romantis yang sering dilihatnya itu. Teriakan William yang mengungkapkan kesenangannya. Membuat Mentari tersenyum bahagia.
William ingin memeluk Mentari menyalurkan rasa kegembiraannya. Namun Mentari menahannya, dan William pun mengerti. Sekarang yang penting adalah Mentari juga mempunyai perasaan yang sama dengannya.
Setelah selesai menaiki bianglala, kini Mentari dan William berjalan memasuki akuarium raksasa yang saat memasukinya kita terasa masuk ke dalam dasar lautan. Karena banyaknya hewan-hewan laut dan komplit dengan terumbu karang buatannya.
Mentari sengaja memilih tempat ini. Karena salah satu impiannya adalah berkencan dengan laki-laki yang dicintainya, ke aquarium raksasa ini. Mentari yang menjadi korban keromantisan para tokoh dari drama yang di tontonnya. Ingin merasakan apa yang dirasakan oleh para tokoh di drama itu.
Mengungkapkan isi hati di puncak bianglala, pergi berkencan ke aquarium raksasa. Melihat-lihat ikan yang banyak dan berfoto di sana. Sebenarnya masih ada adegan yang ingin dia lakukan. Namun itu saat ini belum boleh melakukannya. Nanti saja jika sudah halal. Maka Mentari akan kembali mengulang kencannya ini.
Saat di aquarium raksasa itu ada seekor lumba-lumba yang sedang hamil. Perutnya terlihat besar.
"Oppa Willi, lihat lumba-lumba itu?!" tunjuk Mentari sambil tersenyum lebar.
"Iya, lumba-lumbanya sedang hamil!" William melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Mentari.
"Lucu banget, ya?!" kata Mentari sambil memeriksa foto hasil jepretannya.
__ADS_1
"Nanti saat kamu hamil juga pasti akan terlihat lucu," kata William sambil tertawa terkekeh.
"Itu masih sangat lama. Nikah aja belum, apalagi hamil?!" Mentari tersenyum malu-malu.
"Kalau kamu mau, aku sekarang juga siap untuk menikahimu!" William memandang ke arah Mentari dengan tatapan matanya yang menyatakan kesungguhan hatinya.
"Itu … Oppa Willi harus bilang sama ayah," jawab Mentari sambil menundukan kepalanya karena malu. Pasti wajahnya sudah seperti tomat segar.
William pun berjanji akan meminta izin kepada ayahnya Mentari, yaitu Ja'far nanti malam. Setelah acara lamaran Cantika dan Alex di langsungkan. Mentari pun menyetujuinya.
Mentari entah kenapa langsung saja mengiyakan semua ucapan William. Tanpa takut kalau mereka tidak berjodoh. Karena hati dan pikiran Mentari sudah dipenuhi oleh William selama hampir tiga Minggu ini.
Begitu juga dengan William, dia merasa yakin kalau Mentari adalah wanita yang dicari untuk menemani hidupnya sampai maut memisahkan. Setelah bertemu dengan Mentari hati dan pikiran William selalu dibayang-bayangi olehnya.
Tidak mendengar suaranya sehari saja, sudah tidak menentu perasaannya. Maka nggak tahu, pagi, siang, sore, atau malam. William akan menelepon Mentari, hanya untuk dapat mendengar suaranya saja.
Cintanya untuk Mentari sudah membuat William tergila-gila. Apalagi kini dia tahu perasaan dari gadis pujaannya itu. Maka untuk menjadikan Mentari milik dia seutuhnya, langsung terpikirkan saat itu juga.
Sama seperti Fatih yang langsung menikahi Zahra begitu sampai di rumahnya. Atau seperti Alex yang baru seminggu langsung melamar wanita yang sudah melahirkan anak-anaknya. Maka William pun ingin mengikuti jejak saudara-saudaranya, yang langsung menikahi wanita pujaan hatinya.
Apalagi Mentari yang sering di kelilingi oleh teman laki-lakinya. Itu sungguh membuatnya cemburu. Selain itu Mentari yang selalu berpikir "kalau kita baik kepada orang lain, maka orang lain pun akan baik kepada kita."
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
TERIMA KASIH.
__ADS_1