Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (17)


__ADS_3

     Fatih sedang menunggu seseorang yang sudah membuat janji dengannya, kemarin. Kawan lama yang Fatih kenal saat sering liburan ke Amerika, karena dia itu temannya Alex dan William. Jam dinding sudah menunjukan pukul 10.15 berarti sudah lima belas menit, tamunya terlambat. Fatih pun melanjutkan lagi pekerjaannya, tapi ketukan pintu mengurungkan dia untuk menyentuh laptopnya lagi.


"Masuk!"


     Pintu kayu jati yang kokoh itu pun terbuka, dan menampilkan sosok yang ditunggu-tunggu olehnya. Laki-laki bertubuh tinggi dan kekar itu langsung memeluk Fatih penuh rasa rindu.


"Maaf aku datang terlambat dari janji yang kita buat. Ternyata Jakarta macet meski sedang jam kantor."


"Senang bisa berjumpa lagi denganmu, James," kata Fatih.


"Aku juga begitu. Senang bertemu denganmu. Sudah lima tahun kita tidak bertemu," balas laki-laki yang dipanggil James.


"Bagaimana, apa sekarang kita langsung bicara pada inti permasalahan atau ngobrol-ngobrol dulu?" tanya Fatih karena dia tahu James orangnya tidak sabaran, selalu segera ingin bergerak.


"Bagaimana kalau ngobrolnya sambil makan siang saja. Sekarang kita langsung bahas inti permasalahannya dulu," jawab James.


"Maaf, kalau makan siang aku biasanya makan bersama istri-istriku. Kalau kamu mau nanti makan siang ikut aku ke rumah. Mama pasti senang bisa bertemu denganmu." Fatih duduk di sofa tunggal, sedangkan James di sofa panjang.


"Ah, Mama Aurora! Aku sungguh sangat rindu sekali kepadanya. Aku mau ikut kamu nanti, ingin bertemu dengan Mama kesayanganku!" James tertawa lepas dia sungguh telah menganggap Aurora sebagai mamanya.


     Bukan hanya James semua teman-teman Fatih di Amerika memanggil Aurora dengan panggilan Mama. Perhatian Aurora kepada teman-temannya Fatih, Alex, dan William, selalu membuat mereka merasa di sayang sebagai anak. Mereka juga sering dibuatkan bekal makanan oleh Aurora yang nantinya akan dibawakan oleh Fatih atau Alex. Saat sakit pun, Aurora yang sering mengurus mereka. Baik itu mengurus administrasi rumah sakit, atau dokter.


"Fatih, aku pernah bertemu dengan Ghazali di Italia. Ternyata dia sekarang sudah besar dan gagah! Tidak menyangka adik kita yang dulu sering rebutan mama Aurora kini sudah dewasa. Katanya dia kuliah kedokteran?" James senang saat mengenang masa lalu.


"Iya, dia yang nantinya akan meneruskan rumah sakit milik papa. Juga rumah sakit milik keluarga Green." Fatih menganggukan kepalanya.


"Lalu yang jadi masalah sekarang adalah Thomas Brown. Kenapa dia ingin membuat masalah denganmu? Bukannya musuh bebuyutan dia itu kakek Willi?"


"Iya, seperti yang kemarin aku ceritakan, kalau yang dia incar bukan aku. Melainkan istri kedua aku yang dulunya kebetulan adalah mantan istrinya kakek Willi."


"Jadi, benar kalau kamu menikahi wanitanya kakek Willi?!"


"Mantan! Mereka sudah lama berpisah!" Kata Fatih penuh penekanan.


"Aku belum pernah bertemu dengan wanita itu. Bahkan aku terkejut saat kamu bilang istri kamu itu mantan istrinya kakek Willi, aku kira kalau saat itu salah dengar."


"Jadi, bagaimana sekarang?!" tanya Fatih.

__ADS_1


"Aku yang akan mengincar Thomas, dan untuk pengawal istri kamu itu aku punya rekomendasi teman sesama tentara bayaran, saat di Timur Tengah. Dia memiliki kemampuan yang hebat. Hanya saja dia tidak bisa bicara akibat dari siksaan yang dia dapat saat jatuh ke tangan musuh. Aku hanya percaya kepadanya kalau dia bisa melindungi istri kamu."


"Apa aku bisa bertemu dengannya?!" tanya Fatih penasaran akan sosok calon penjaga istrinya kelak.


"Bisa, dia sedang ada di hotel sekarang. Atau kita janjian dirumah kamu saja sambil makan siang. Bagaimana?"


"Ok. Baiklah."


"Aku akan memulai mencari Thomas. Lalu aku dengar kalau kakek Willi, sedang ada di Indonesia?"


"Ya, dia sedang di sini. Kakek Willi itu tidak bisa melepas Mentari, dia selalu saja menggangguku!" 


     James tertawa lepas karena baru kali ini melihat Fatih begitu posesif. Apalagi ini kepada istrinya yang mantan istri saudaranya.


"Aku semakin penasaran dengan sosok wanita yang bernama ...?"


"Mentari."


"Iya, aku ingin melihat Mentari yang diperebutkan oleh dua laki-laki, yang menjadi temanku."


******


    Sedangkan James asik jalan-jalan di tengah kota metropolitan. Dia juga melakukan tugasnya, apalagi kalau bukan untuk mencari tempat menginapnya Thomas Brown. Dia nge- hack mana-mana tamu di hotel berbintang berbintang lima.


******


    Mentari dan Sinar asik bicara di ruang keluarga. Sinar sering mengingatkan Mentari untuk meminum vitamin dan susu. Agar kondisi tubuhnya tetap terjaga, apalagi kalau sedang panca roba seperti saat ini.


    Sinar juga sering mengelus perut Mentari sambil melantunkan doa untuk kedua cucunya itu. Dulu dia begitu terpukul dengan kepergian Liam, cucu satu-satunya. Penyemangat baginya bila berkunjung ke Amerika.


"Sayang, jadilah anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, agama, dan negara. Jadi anak yang kuat dan cerdas, juga sayang sama keluarga dan saudara."


"Aamiin. Semoga doa nenek di ijabah oleh Allah." Mentari juga ikutan mengelus perutnya.


"Mama juga mau mendoakan cucu-cucu Oma." Aurora yang baru kembali dari dapur dan membawa salad buah untuk Mentari.


    Aurora pun ikut mendoakan untuk kebaikan cucu-cucunya. Ketiganya kemudian meng-aamiin-kan doanya. Mereka tertawa bersama apalagi sekarang sedang nonton film komedi yang melegenda bagi masyarakat Indonesia.

__ADS_1


******


    Zahra ketiduran saat membaca buku. Kalau Mirna tadi minta izin sama Aurora, mau menjenguk Widuri dan Jihan di penjara. Sambil membawakan makanan yang enak dan banyak.


     Mirna adalah satu-satunya keluarga yang masih peduli kepada Widuri dan Jihan. Sementara saudara yang lainnya tidak peduli dengan keadaannya.


    Kini Mirna sedang duduk berhadapan dengan Widuri. Makanan yang dibawa oleh Mirna membuat Widuri senang.


"Bagaimana kabar Zahra sekarang?" tanya Widuri sambil menggenggam tangan Mirna.


"Kondisi dia kemarin sempat drop lagi. Ada yang mengincar nyawanya!"


"Benarkah? Bagaimana bisa?"


"Aku juga tidak tahu. Itu urusan keluarga Fatih. Orang kaya itu selalu banyak yang mengincar nyawanya, ya. Kemarin juga ada yang menembakan peluru kepada Zahra dan Mentari."


"Ngomong-ngomong tentang Mentari, apa dia semakin dicintai oleh Fatih?"


"Ya, dia semakin kuat saja menjerat Fatih, agar selalu bersamanya."


"Beritahu Zahra, kalau dia minta pergi honeymoon. Untuk mempercepat proses pemilihan hati dan pikirannya. Atau apalah yang penting jauhkan Fatih dari Mentari untuk sementara."


    Mirna terdiam, dia merasa itu tidak akan bisa dilakukan sekarang. Apalagi suasana sedang genting. Fatih mana mau pergi ke luar hanya untuk pergi honeymoon.


"Hei, Mirna. Itu salah satu cara agar Zahra bisa menjadi nomor satu di dalam hati Fatih dan juga menantu nomor satu keluarga Khalid."


******


Apakah Mirna akan meminta kepada Zahra untuk pergi honeymoon dengan Fatih? Agar rasa cintanya bisa kembali seperti dulu lagi?


*******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2