
Seseorang sedang memerhatikan gerak-gerik Mentari. Saat Mentari berjalan ke arah toilet, orang itu juga mengikutinya.
"Bersiap-siaplah, Mentari sedang sendirian."
Mentari masuk ke dalam toilet, tanpa dia sadari ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Begitu Mentari keluar pintu toilet dia bekap sampai pingsan. Tubuh Mentari pun di dudukan di kursi roda dan dikasih masker sama selimut. Dengan cepat dia mendorong kursi roda itu menuju mobil miliknya.
"Apa semua sudah aman, Thomas?"
"Tentu, Melisa. Mereka tidak akan sadar kalau Mentari sudah kita bawa. Sebaiknya secepatnya kita pergi. Pesawat sudah menunggu di bandara!" ajak Thomas begitu masukan Mentari ke kursi belakang.
Melisa dan Thomas pun pergi meninggalkan parkiran rumah sakit. Melisa adalah kekasih Thomas saat ini. Melisa pura-pura bekerja sama dengan Anggit. Tanpa tahu kalau Anggit sudah di manfaatkan oleh Melisa. Demi balas dendam Thomas kepada William, Melisa ikut campur.
Melisa adalah wanita cerdas dan berambisi sama seperti Anggit. Makanya mereka bisa berteman baik karena satu tipe. Kegiatan Mentari bisa diketahui karena Dewi–ibunya Anggit–, sering berkomunikasi dengan Sinar. Anggit yang sering mencuri dengar saat Dewi dan Sinar bicara lewat telpon, jadinya tahu kondisi Mentari. Tentu saja Anggit akan bilang ke Melisa demi menjalankan misi mereka. Keinginan Anggit adalah membuat Mentari sedih dan dijauhkan dari orang-orang yang menyayanginya. Anggit ingin Mentari dibuang ke pedalaman atau kemana saja, asal jauh dan tidak ada yang mengenalinya.
Sedangkan Thomas menginginkan Mentari untuk balas dendam kepada William dengan menyakiti wanita yang dicintainya. Membuat Mentari menderita akan menjadikan William, gila. Dia menginginkan itu. Membuat William menderita adalah hal yang paling disukai oleh Thomas. Dendam sejak zaman remaja sampai sekarang, masih terus bercokol di dalam hatinya.
Thomas dan Melisa memerankan tugas mereka dengan baik. Bahkan dia menyewa seseorang yang mau dioperasi plastik untuk meubah wajahnya agar mirip Thomas. Untuk mengalihkan James dari mereka. Hasilnya itu benar-benar memuaskan. James membawa Thomas palsu bersamanya ke Amerika, dan memenjarakannya. Sedangkan, Thomas yang asli masih berkeliaran.
Rencana mereka awalnya akan menculik Mentari saat dia pulang setelah melahirkan. Namun, ada insiden yang tidak disangka-sangka, yaitu penculikan bayi. Jadinya, para pengawal mereka bersiap siaga menjaga Mentari.
Thomas membawa Mentari pergi ke luar negeri. Agar jejaknya tidak diketahui oleh William. Thomas tahu kalau William masih berkeliaran di sekitar Mentari. Maka, dia sengaja selalu menargetkan Mentari.
"Kasihan sekali, ya. Mentari ini ... dicintai oleh William. Menjadikan nasib buruk selalu menimpanya," kata Melisa sambil mengusap wajah Mentari yang sedang tidak sadarkan diri.
"Iya. Tapi, aku juga nggak menyangka kalau mantan istri William menikah dengan Fatih. Aku sih nggak terlalu punya urusan dengan Fatih. Hanya saja Mentari satu-satunya orang yang paling berharga bagi William. Jadinya, dia harus terseret kepada nasib buruk." Thomas mengemudikan mobilnya dan memasuki parkiran bandara.
******
"Mentari! Tunggu!"
Fatih yang sedang tidur di kamar Mentari, terlihat sangat gelisah. Dia memanggil nama Mentari dalam mimpinya. Bahkan panggilannya itu setengah berteriak. Sehingga, Zahra yang kebetulan masuk ke kamar Mentari, sangat terkejut dan berlari menghampiri suaminya.
__ADS_1
"Mas, bangun! ... Mas!" Zahra menggoyangkan tubuh Fatih untuk membangunkannya dari mimpi buruk.
Namun, Fatih masih saja sulit dibangunkan. Dia terus memanggil nama Mentari.
"Mentari ... jangan pergi!" ucap Fatih.
"Mas ... bangun!" Zahra kali ini lebih kuat mengguncangkan tubuh Fatih.
Fatih pun terbangun dari tidurnya. Dia melihat sekelilingnya dan baru sadar kalau itu di dalam kamar tidur Mentari.
"Mas mimpi buruk?" tanya Zahra dengan nada cemas.
"Iya. Apa Mentari dan anak-anak sudah pulang?" Fatih balik bertanya.
"Belum. Mungkin sebentar lagi," jawab Zahra.
Fatih pun menggapai handphone miliknya yang di simpan di atas nakas. Lalu dia menghubungi nomor Mentari. Namun, tidak diangkat olehnya. Fatih mencoba menghubungi Aurora, dan pada deringan panggilan ketiga. Aurora mengangkatnya.
"Wa'alaikumsalam. Mentari sedang pergi ke toilet ini belum kembali juga. Apa dia sakit perut, ya? Sudah agak lama dia pergi," jawab Aurora.
"Mah, tolong carikan Mentari! Fatih merasakan firasat buruk," pinta Fatih.
"Baik Mama akan lihat dulu di toilet."
Fatih pun beranjak dari kasurnya dan menganti bajunya di ruang ganti. Zahra yang melihat itu, menjadi ikut panik.
"Mas, apa terjadi sesuatu kepada Mentari?"
"Tidak tahu. Mama akan mencarinya ke toilet. Hanya saja Mas, merasa tidak enak hati ini. Mas takut terjadi sesuatu kepada Mentari."
Fatih yang sudah selesai berganti baju. Kemudian kembali menelepon Aurora, untuk menanyakan kabar tentang Mentari.
__ADS_1
"Bagaimana, Ma?"
"Fatih, Mentari tidak ada di dalam toilet! Tas miliknya ada tertinggal di dekat wastafel. Mama takut telah terjadi sesuatu kepadanya."
Fatih pun mengakhiri panggilan dengan Aurora. Maka dia menghubungi Tim Keamanan Keluarga Hakim untuk melacak keberadaan Mentari.
"Tolong cari dimana Mentari saat ini!" perintah Fatih.
"Sekarang, bagaimana Mas?"
"Aku akan pergi ke markas Tim Keamanan. Kamu jangan kemana-mana! Tunggu di sini," perintah Fatih kepada Zahra.
"Iya, Mas."
Fatih pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Sakit yang sedang dideritanya pun kini terasa hilang dari badannya. Dia juga menghubungi beberapa orang kepercayaan keluarganya.
******
Bagaimana nasib Mentari?
Apa yang akan dilakukan oleh William saat tahu Mentari diculik?
Apakah Fatih akan menemukan Mentari?
Tunggu kelanjutannya ya.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA MUMPUNG HARI SENIN.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
__ADS_1
TERIMA KASIH.