Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
Extra Part 1


__ADS_3

Tiga hari setelah meninggalnya Zahra...


     Semua keluarga besar Fatih masih berduka atas kepergian Zahra. Mentari dan Fatih, masih saja berdiam diri di rumah mereka. Tidak ada keinginan untuk pergi ke luar, apalagi hanya sekedar jalan-jalan.


     Untungnya si kembar anaknya nggak rewel meski mereka terus berada di dalam rumah. Hanya kedua anak itu yang bisa menghibur hati mereka.


     Suara bel rumah berbunyi dengan nyaring. Aurora membukakan pintu dan ternyata ada salah satu pengacara keluarga Hakim yang berdiri di depan pintu.


"Selamat siang Nyonya," sapa pengacara itu.


"Selamat siang, Pak Budi. Silakan masuk!" Aurora memerintahkan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.


"Terima kasih," jawab Pengacara Budi.


     Fatih yang baru saja turun ke bawah sambil menggendong Rayyan, melihat ada pengacara kenalannya datang. Mentari yang mengekori di belakang Fatih, sama terkejutnya dengan sang suami, atas kedatangan pengacara keluarga.


"Pak Budi ada apa, ya? Perasaan saya tidak memanggil Anda untuk datang ke sini!" Fatih merasa ada sesuatu yang tidak beres.


"Saya datang ke sini hari ini atas permintaan almarhum Zahra dahulu kepada saya." Pengacara Budi memberi tahu tentang maksud kedatangannya.


     Fatih dan Mentari pun diam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Pengacara Budi. Kebetulan Khalid datang bersama Ja'far. 


"Kebetulan Anda datang, Tuan. Tadinya aku mau menghubungi Anda, setelah semua di sini selesai." Pengacara Budi mengulurkan tangannya menjabat tangan Khalid dan Ja'far.


     Semua orang sudah duduk berkumpul. Abah dan Mirna juga yang sedang berada di rumah Aisyah, dijemput oleh salah seorang anggota Tim Keamanan Keluarga Khalid.


******

__ADS_1


     Kini semua orang telah berkumpul. Pengacara Budi pun mengeluarkan beberapa berkas dan satu kotak kecil berwarna merah.


"Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kedatangan saya ke sini untuk menyampaikan wasiat Nyonya Zahra. Di mana dia sudah menghibahkan semua harta miliknya untuk orang-orang yang dia sayangi."


     Pengacara Budi kemudian mengeluarkan dua flashdisk dari dalam kotak merah. Dia pun meminta izin untuk memutar isi rekaman di televisi yang ada di rumah Fatih. Layar televisi yang lebar itu kini menampilkan sosok Zahra.


"Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya di sini ingin memberi kesaksian agar dokter yang menangani pengobatan saya, tidak mendapatkan sangsi atau hukuman karena sudah memalsukan hasil tes pemeriksaan terakhir. Itu saya yang memaksa beliau untuk melakukannya. Saya tidak ingin semua keluarga panik atau sedih atas keadaan kondisi kesehatan saya saat ini. Terutama Mas Fatih yang selalu mengharapkan kesembuhan aku. Mas maafkan aku karena sudah membohongi kamu. Aku janji ini pertama dan terakhir kalinya.


"Jadi, saya mohon tidak ada yang boleh menggugat terhadap dokter. Jelas ini murni permintaan saya secara sadar, meski beliau terus menolak melakukan itu, dan akhirnya beliau mau mengabulkan permintaan aku. Saya harap semua anggota keluarga memaafkan kesalahan saya ini karena sudah menyembunyikan kebenarannya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."


     Itu adalah video pernyataan Zahra tentang pemalsuan hasil tes pemeriksaan kondisi kesehatannya saat itu. Kemudian, pengacara Budi memutarkan video kedua. Masih diambil di hari yang sama karena baju dan tempatnya masih sama dengan yang tadi.


"Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Zahra .... Ingin memberikan harta yang saya miliki kepada orang-orang terdekat dan sebagian untuk yang membutuhkan. Aset villa yang dibelikan oleh Mas Fatih saat ulang tahun, aku berikan kembali kepadamu Mas. Perhiasan milik aku semuanya untuk Mentari. Tabungan aku di bank XXX sebesar lima puluh Milyar untuk si kembar. Tabungan di bank VVV sebesar tiga puluh Milyar, aku berikan untuk Abah sama Ummi. Tabungan di bank ZZZ sebesar lima Milyar untuk sepuluh rumah Tahfiz yang dibangun oleh Kakek Lukman. Mobil mewah, Ferrari 488 GTB, aku berikan untuk Aisyah, mobil Porsche Macan untuk Abah, dan terakhir mobil BMW, akan di jual dan uangnya akan di sedekahkan ke pesantren. Semua yang saya sebutkan tadi sudah di alih nama 'kan. Mungkin sebagian ada yang masih dalam proses. Untuk itu saya harap kalian semua ridho menerima keputusan sepihak dari saya. Semoga saja semua proses berjalan lancar sebelum saya meninggal, sehingga saya meninggal dalam tidak memiliki harta yang akan memberatkan hisaban di akhirat kelak. 


"Untuk terakhir kalinya aku ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Abah dan Ummi yang sudah merawat, membesarkan dan mendidik aku sampai besar. Aku sayang Abah sama Ummi, maafkan segala salah dan khilaf anakmu ini." Air mata bercucuran saat berbicara, dia pun menyeka dengan tisu.


"Andromeda, Kakak titip Aisyah dan si kecil. Semoga kalian selalu saling mencintai dan menyayangi sampai maut memisahkan." Zahra masih terisak meski terlihat menahannya.


"Untuk Mas Fatih, terima kasih untuk enam tahun kebersamaan kita. Aku senang bisa menjadi bagian dalam hidupmu. Terima kasih sudah mencintaiku, menyayangi aku, menjagaku, melindungi kulit dan mengurus aku saat sakit. Begitu banyak pengorbanan yang Mas lakukan untukku. Maaf aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna ..., yang bisa membahagiakan kamu. Kebahagiaan kamu ada pada Mentari. Orang yang selalu memberikan cahaya dalam hidupmu, Mas. Mas Fatih, terima kasih sudah membuat aku merasakan kebahagian di sisa hidupku. Aku selalu ingin bilang 'Aku mencintaimu, Mas.' Setiap hari, setiap waktu sampai menutup mata ini untuk selamanya. Maafkan atas keegoisanku kepadamu, Mas. Selalu ingin terus bersamamu, padahal aku tahu kamu juga merindukan Mentari di hari-hari kamu. Terima kasih ..., terima kasih sudah menjadikan aku istrimu." Zahra bicara sesekali menyeka air matanya yang terus keluar.


"Mentari, maafkan aku yang sudah memaksakan keinginanku untuk menjadi kamu sebagai istri Mas Fatih. Meski itu terlambat seharusnya begitu aku divonis tidak bisa punya anak. Aku menyatukan kamu dan Mas Fatih, sesuai harapan Kakek Lukman dan Nenek Gendis. Tetapi, karena keegoisan aku, menahannya sampai bertahun-tahun. Aku sangat menyayangimu, Mentari. Kamu adalah sahabat terbaik, saudara terbaik, keluarga terbaik yang aku miliki. Kamu selalu melakukan yang terbaik untukku, meski itu melukai hatimu. Kamu meski belajar untuk sedikit egois demi kebahagian kamu. Jangan selalu memikirkan orang lain, pikirkan juga dirimu. Mas Fatih jaga Mentari baik-baik, masih banyak laki-laki diluar sana yang mengincar Mentari. Jangan Mas Fatih lepaskan, wanita langka seperti Mentari ini." Zahra tersenyum dan tertawa kecil ketika membicarakan Mentari.


"Mentari, terima kasih sudah memberikan banyak warna dalam hidupku juga dalam kehidupan rumah tangga kita. Terutama dengan kehadiran si kembar. Mereka menjadi penyempurna hidupku. Didiklah mereka agar menjadi anak-anak yang beriman, cerdas dan bertanggung jawab. Sampaikan salam aku untuk si kembar. Aku mencintai dan menyayangi mereka seperti anak kandung sendiri." Zahra kembali meneteskan air mata, "aku pasti akan selalu merindukan tawa dan suara mereka. Rayyan ..., Raihan, Ibu sayang kalian." Zahra menangis agak lama sambil menelungkup kan wajahnya di meja. Setelah itu layar mati tanda video sudah habis.


******


Spesial buat Kakak yang penasaran sama isi video yang di buat oleh Zahra aku jadikan part extra, ya. Semoga kalian semua suka. Aku kok sedih ya berpisah sama tokoh-tokoh ini.

__ADS_1


PENGUMUMAN BUAT PEMENANG HADIAH.


Aku ambil hasil akhir tanggal 8 Maret 2022 jam 04.21 ya. Aku nggak akan menghitung punya aku. Jadi:


Juara 1 \=> mendapatkan buku novel solo "Mbah Buyut Oh Mbah Buyut" adalah Sholeha Nurul Qolbi


Juara 2 \=> mendapatkan pulsa 30.000 adalah DwiFitriani Pipit


Juara 3 \=> mendapatkan pulsa 20.000 adalah Santi Rasta


SELAMAT UNTUK PARA PEMENANG. DM/ messanger/kirim pesan lewat Ig: santisuki7 atau FB: Atina Muslimah. Biar aku secepatnya kirim hadiah kepada kalian.


Untuk teman-teman yang lainnya masih bisa mendapatkan hadiah. Di karya baru "Ayu sang Penakluk".


Juara 1: 30.000


juara 2: 20.000


juara 3: 15.000


komentar terbaik versi aku untuk 3 orang @ pulsa 10.000


In sha Allah satu hari sebelum lebaran, ya. Karena karya Ayu tidak akan sebanyak Mentari. Paling kurang lebih 160.000 kata.


Semoga ada umur, rezeki, dan milik untuk aku dan teman-teman.


Terima kasih.

__ADS_1



__ADS_2