Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, DAN ZAHRA (27)


__ADS_3

     Mentari dan Fatih pergi berangkat kerja bersama. Keduanya sesekali, saling pandang dan melempar senyuman. Fatih berpikir kalau ini yang dinamakan jatuh cinta, terus mereka jadian, dan pacaran.


    Fatih dulu langsung menikah begitu sampai di rumah setelah tinggal di Swiss beberapa tahun lamanya. Baru sehari pergi bulan madu, dia diberitahu kondisi Mbah Buyut Christopher mengalami kritis. Setelah itu, baru bisa pergi berbulan madu bareng sama Alex dan Cantika. Lebih parahnya lagi satu rombongan mengganggu acara bulan madunya. Makanya pas satu tahun pernikahannya Zahra meminta bulan madunya di ulangi lagi.


     Seperti biasa, saat di perjalanan ke kantornya. Mentari dan Fatih terlibat pembicaraan yang seru. Makanya pagi hari ini suasana hati Fatih sangat senang. Fatih mengantarkan Mentari sampai ke dalam ruang kerjanya. Tadinya Mentari juga merasa aneh, kenapa Fatih malah ikut turun dirinya, dan ikut juga masuk ke dalam lift. Saat di dalam lift Fatih menarik Mentari agar menempel kepadanya. Berbeda dengan perusahaan Fatih, lift untuk karyawan biasa dan khusus eksekutif berbeda. Sementara lift di perusahaan keluarga Mochtar, semua menaiki lift yang sama.


      Fatih melindungi tubuh Mentari, agar perutnya tidak sampai terhimpit oleh orang lain. Mentari sangat senang dengan tindakan Fatih ini. Seperti di drama Korea, dimana pemeran laki-lakinya melindungi tokoh perempuannya. Jangan tanya apa Fatih pernah nonton drama Korea, jawabannya adalah tidak. Begitu juga dengan Zahra dia, tidak pernah nonton drama Korea. Alasannya tidak suka nonton  sinetron.


"Mentari apa aku bilang pada Ayah kalau aku akan membuatkan lift khusus. Supaya kamu tidak berdesak-desakan," kata Fatih sambil berjongkok di hadapan Mentari yang sedang duduk di sofa. Sedangkan Fatih masih asik mengelus perut Mentari yang kini sudah terlihat semakin membesar.


"Nggak perlu, Mas,"


"Dede bayi, Papa berangkat kerja dulu, ya! Kalian baik-baik di dalam perut Bunda," Fatih mencium perut Mentari beberapa kali, dan membuat Mentari kegelian.


     Mentari sejak awal ingin anak-anaknya memanggil dia Bunda, memanggil Fatih Ayah. Namun saat di rumah sakit Fatih sudah mengklaim sebutan untuk dirinya Papa, dan Zahra langsung mengajukan dirinya adalah Mama. Karena nggak mau sama dengan Zahra maka, Mentari memilih panggilan untuk nya adalah Bunda.


"Mas berangkat kerja dulu, ya!" pamit Fatih sambil mencium pucuk kepala Mentari, "semoga Allah selalu meridhoimu."


"Semoga Mas selalu dalam ridho Alloh," Mentari mencium tangan Fatih.


    Kini keduanya melakukan rutinitas yang tidak boleh dilewatkan oleh Fatih. Sampai-sampai lipstik Mentari pindah ke bibir Fatih. Mentari baru menyadari saat melihat bibir seksi Fatih ada noda lipstik miliknya.


    Mentari cepat-cepat menghapus lipstik yang ada di bibir Fatih. "Aduh baru sadar kenapa ada lipstik di wajahmu," kata Mentari.


"Hehe … tiap hari juga ada. Pas kamu marah sama aku, waktu itu para karyawan merasa aneh. Karena tidak melihat noda lipstik kamu di bibirku." Fatih malah makin semangat menggoda Mentari.


"Apa! jadi Mas membiarkan noda lipstik di bibir ... ahk!" Mentari menutup wajahnya karena malu. Fatih malah tertawa melihat kelakuan istri mudanya itu.


********


     Fatih sedang bekerja di ruangannya bersama Alif. Mereka duduk sambil memeriksa lembaran kertas dokumen dari laporan berbagai cabang perusahaannya.

__ADS_1


     Terdengar suara ketukan pintu, oleh seseorang dari luar. Fatih menghentikan sejenak pekerjaannya, dan mengalihkan perhatiannya kepada sumber suara.


"Masuk!"


    Kemudian pintu terbuka, dan menampilkan sosok Jihan yang membawa segelas air putih. Fatih mengerutkan keningnya, karena sudah menyuruh di bagian HRD untuk memindahkan tempat tugas Jihan ke tempat lain.


"Ini, Pak. Air minumnya, OG yang bekerja di bagian sini, barusan tidak enak badan. Jadi dia meminta tolong untuk mengantarkan air minum untuk Bapak!" kata Jihan sambil menatap Fatih.


"Oh, ya. Terima kasih."


     Fatih kembali fokus pada lembaran-lembaran laporan yang sedang dipegangnya. Dia tidak menghiraukan Jihan yang masih saja berdiri di sana.


"Nona, apa masih ada yang perlu disampaikan?" tanya Alif saat melihat Jihan masih saya berdiam diri.


     Jihan sangat malu, tadinya dia mengira kalau di dalam ruang kantornya hanya akan ada Fatih saja. Ternyata ada orang lain yang sedang bersamanya.


"Bagaimana ini? Obatnya sudah di masukkan ke dalam air minum. Aku tidak bisa menjalankan aksi, kalau begini!" gumam Jihan sambil menundukan kepalanya.


"Eh, iya Pak. Saya akan segera keluar!" Jihan cepat-cepat pergi dari ruangan itu.


     Fatih tidak menyentuh air minum yang dibawakan oleh Jihan. Dia membiarkannya di atas meja. Tanpa dia tahu, ternyata Alif yang meminum air putih itu. Karena memang Alif yang meminta bagian pantry untuk mengantarkan air putih ke kantor CEO BARKAH JAYA.


     Tidak sampai lima belas menit, Alif merasakan gairah di dalam tubuhnya. Alif menatap Fatih yang barusan pindah duduknya. Kini sedang berada di meja kerjanya.


"Pak! Aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku," kata Alif sambil menahan desisannya.


     Fatih yang tadinya fokus pada laptop miliknya. Kini mengalihkan perhatiannya, kepada asisten sekaligus sahabatnya itu. Fatih melihat telah terjadi sesuatu kepada asistennya.


    Dengan cepat Fatih menghampirinya, dan memeriksa kening dan dan wajah sahabatnya itu. Fatih jadi curiga dengan air yang sudah diminum oleh Alif tadi.


"Kamu masih bisa menjaga kesadaranmu 'kan?" tanya Fatih kepada Alif.

__ADS_1


"Aku sepertinya sudah tidak kuat …," Alif menahan mendesisannya.


"Tunggu, aku akan panggilkan istrimu dulu."


    Fatih pun memanggil Bu Yuni, yang bekerja sebagai direktur bagian pemasaran, yang tempat kerjanya di lantai lima.


    Tidak sampai tiga menit, sosok wanita dewasa kini sudah berdiri di depannya dengan napas yang terputus-putus.


"Abang, ada apa?" tanya Yuni kepada Alif, suaminya. Sambil memegang wajah suaminya yang kini terasa panas. Alif pun memeluk tubuh istrinya itu dengan erat.


"Sepertinya, ada yang memasukan obat perangsang ke dalam minumannya." Fatih menyimpan gelas air putih yang masih ada sisanya sedikit.


"Sebaiknya, Bu Yuni. Tolong Alif dulu, bawa ke kamar yang ada di ruangannya, ya!" pinta Fatih karena kini melihat Alif main sosor kepada istrinya.


    Dengan bantuan Fatih, akhirnya Alif bisa di bawa ke kamar tidur, yang ada di ruang kerja asistennya. Membiarkan Alif melampiaskan hasrat kepada istrinya.


    Fatih pun memanggil petugas laboratorium dari rumah sakit milik keluarganya. Untuk memeriksa kandungan dari yang ada di air minum Alif. Walau Fatih curiga ini perbuatan Jihan, tapi dia harus punya bukti. Agar tidak di sangka main tuduh.


"Huh, ternyata mereka tidak kapok juga. Melakukan trik kotor, yang sama untuk kedua kalinya," gerutu Fatih sambil mengetuk-ngetuk pensil di mejanya.


"Untungnya kali ini salah sasaran. Meski kasihan juga kepada Alif," lanjut Fatih.


******


Sementara Jihan sedang mondar-mandir di ruang untuk OG. Dia merasa tidak tenang, takut ketahuan. Kalau dia yang sudah memasukkan obat perangsang ke dalam air minum tadi.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2