Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (49)


__ADS_3

     William sangat terkejut saat melihat Allura kepalanya bersimbah darah. Hidung dan mulutnya pun mengeluarkan darah. Mentari memeluk tubuh Allura, dan berteriak memanggil para pelayan agar menghubungi rumah sakit, secepatnya untuk mengirim ambulan.


"Ada apa ini! Kenapa Allura bisa begini?!" tanya William ikut memeriksa tubuh Allura yang tidak bergerak.


"Nyonya Mentari ...  mendorong ... Nona Allura, dari lantai atas," jawab Mone.


"Jangan bohong Mone! Jelas-jelas kamu menarik tanganku dan mendorongkannya kepada Allura, yang sedang berdiri di bibir tangga!" Bantah Mentari dengan penuh emosi.


"Tuan bisa cek sendiri rekaman cctv. Maka akan lihat siapa yang sudah mendorong Nona Allura, tadi." Mone memasang wajah sendunya dan terluka karena merasa sudah difitnah.


******


     Allura sudah di bawa ke rumah sakit, dan nyawanya tidak tertolong. Ada pendarahan di bagian otaknya. Juga tulang punggungnya patah. Lidah Allura juga tergigit saat terjatuh dari tangga.


     William merasa sangat sedih karena putrinya sudah pergi meninggalkan dia selama-lamanya. Kini dia hanya punya Liam, putranya dari Mentari.


     Bukan hanya William yang bersedih atas meninggalnya Allura. Mentari juga merasa sangat kehilangan. Meski hubungannya akhir-akhir ini memburuk, tapi hatinya masih menyayangi gadis kecil yang selalu manja kepadanya dulu.


     William melihat rekaman cctv dimana dalam rekaman itu terlihat jelas kalau Mentari telah mendorong tubuh Allura yang sedang berdiri di dekat mulut tangga. William begitu sangat marah kepada Mentari.


"Aku sudah melihat rekaman cctv. Di sana terlihat dengan sangat jelas kalau kamu yang sudah mendorong Allura sampai jatuh dari tangga," kata William begitu masuk kedalam kamar Liam. Dimana Mentari sedang menyusui putranya.


     Mentari pun menidurkan Liam di box bayi, kemudian menarik tangan William, agar keluar dari kamar anaknya.


"Apa Oppa, sudah memeriksanya dengan benar dan teliti?!" tanya Mentari dengan tatapan tak percaya.


"Ya, dan aku sudah bolak-balik melihatnya. Sangat terlihat jelas kalau tanganmu 'lah yang sudah mendorong putriku!"


"Sepertinya Oppa, melihatnya dari sudut mati. Aku yakin itu. Karena selama ini, semua video kamera cctv yang merekam kecelakaan yang terjadi di rumah ini pasti dari sudut mati. Oppa harusnya memeriksa orang-orang yang bekerja di bagian ruang monitor." Mentari mengejek akan ketidak peka-an William.

__ADS_1


"Jadi, kamu menyangkal telah mendorong Allura, dan melimpahkan tuduhan kepada Mone?!"


"Ya! Dan itu adalah kenyataannya," kata Mentari dengan suara yang tidak kalah tinggi.


"Kamu jangan melemparkan kesalahan kepada orang lain!" Pertengkaran antara William dan Mentari semakin memanas.


"Cukup! Aku sudah muak dengan semua ini! Kalau Oppa sudah tidak percaya lagi kepadaku. Ayo, kita akhiri saja hubungan kita sampai di sini!"


"Mentari, apa kamu sadar dengan yang baru saja diucapkan oleh mulutmu?!"


"Bukannya suatu hubungan harus dilandasi dengan saling percaya! kalau Oppa tidak percaya kepadaku, untuk apa dilanjutkan lagi!"


"Oke! Kalau itu keinginanmu. Aku, William Green menjatuhkan talak kepada Mentari Khairunnisa Muchtar. Mulai sekarang kamu bukan lagi istriku!" 


     Air mata Mentari lolos, jatuh membasahi pipinya yang putih merona. Hatinya begitu terasa sangat sakit. Dia tidak menyangka dengan mudahnya laki-laki yang dia cintai, menjatuhkan talak untuknya lagi. Namun, dia tidak bisa apa-apa lagi. Tidak ada keinginan lagi untuk mempertahankan hubungan yang penuh dengan prasangka dan ketidak percayaan ini.


     William memanggil para bodyguard, untuk menyeret Mentari keluar dari mansion-nya. Dia juga tidak membolehkan Liam dibawa oleh Mentari.


******


     Edward yang baru saja mendapatkan laporan dari para bodyguard, mendatangi Mentari yang sedang duduk bersimpuh sambil menangis. Dia sungguh iba melihatnya.


"Mentari, ada apa ini?!" tanya Edward terkaget-kaget melihat adik iparnya menangis di depan pintu gerbang.


"Edward, kumohon bantu aku! Bawakan Liam untukku, aku mohon!" Mentari minta bantuan kakak iparnya sambil menangis.


"Ini sudah malam dan mulai gerimis. Sebaiknya kamu ikut ke mansion aku!" ajak Edward sambil membantu Mentari berdiri.


     Mentari menceritakan semua kejadian yang terjadi tadi. Edward pun geram mendengarnya. Saat itu juga dia langsung mendatangi adik bungsunya. Untuk memarahi dan membawa Liam, bersamanya.

__ADS_1


******


     Edward mendatangi William, saat hari menjelang tengah malam. Dia tidak suka membuang-buang waktu. Terjadi perdebatan dan percekcokan antara keduanya.


"Setidaknya, biarkan Liam bersamanya. Dia masih menyusu dan membutuhkan Mentari. Sudah sepantasnya Liam dalam asuhan Mentari."


"Tidak. Aku tidak mau putraku di asuh oleh seorang pembunuh!" 


"Willi, jangan egois! Karena masalah kamu dan Mentari, jangan sampai Liam menjadi korban."


"Aku akan membesarkan putraku sendiri. Dia tidak butuh seorang ibu."


"Apa maksud kalian!" Jennifer tiba-tiba muncul dari arah pintu masuk. Dia baru saja menghadiri pembukaan hotel, tempatnya berinvestasi.


"Anak kamu, telah menceraikan Mentari. Dia tidak mengizinkan Liam dibawa olehnya," kata Edward begitu melihat ibu tirinya.


"Willi, katakan kalau itu tidak benar?!" Jennifer berkata dengan bibirnya yang bergetar menahan tangisannya.


"Itu benar, Mom."


"Kau ... brengsek, Willi!" Jennifer marah dan melemparkan tas tangan dalam genggamannya ke arah muka William.


"Ed, bawa saja Liam, bersamamu! Berikan dia kepada Mentari. Aku tidak mau cucuku di asuh oleh laki-laki brengsek ini!" teriak Jennifer.


******


SPESIAL UNTUK HARI INI AKU AKAN CRAZY UP. SEASON 2 AKAN TAMAT HARI INI. PANTENGIN TERUS YA. SAMBIL MENEMANI AKHIR TAHUN.


******

__ADS_1


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


__ADS_2