Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (65)


__ADS_3

     Fatih masih berjongkok di depan gundukan tanah. Zahra sudah dikebumikan dari dua jam yang lalu. Namun, Fatih belum juga beranjak dari tempatnya. Dia tidak menyangka kalau hari di mana Zahra meninggalkannya adalah hari yang sama dengan pertemuan pertama dengan Zahra, 13 tahun lalu. Sudah banyak hal yang mereka lalui bersama selama 6 tahun ini. Suka dan duka, mereka jalani bersama. Apalagi saat Zahra mengetahui dirinya menderita kanker rahim. Dunia terasa sempit bagi Fatih. Waktu itu adalah saat di mana dia harus merelakan dirinya tidak akan pernah memiliki keturunan. Dia juga lebih fokus mengurus kesehatan Zahra dan memilih tinggal di Australia.


     Mentari begitu sedih dengan kepergian Zahra, sahabat sekaligus kakak madunya. Dia tidak menyangka kalau hari ini, Zahra telah kembali kepada Sang Pencipta. Zahra adalah sahabat Mentari yang polos akan hal-hal yang berkaitan dengan dunia percintaan. Gaya dan dirinya selalu menggoda Zahra dahulu, agar menjadi seorang istri yang bisa menggoda suaminya.


     Zahra juga termasuk orang yang sabar dan jarang marah. Zahra adalah orang yang dulu selalu menemani Mentari, dalam menjalani pengobatan di Amerika, saat dia depresi karena kehilangan orang-orang yang disayanginya. Dia rela menemani dirinya selama sebulan lebih di rumah sakit dan rumah Albert.


"Mas, kita pulang. Hari sudah siang sebentar lagi waktu Dhuhur," kata Mentari kepada Fatih.


     Fatih pun beranjak dari sana dan menuntun Mentari meninggalkan komplek kuburan keluarga Hakim. Sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sana. Orang-orang yang mengantar jenazah, sudah pada pulang dari tadi.


 ******


     Tidak terasa sudah seminggu Zahra meninggalkan mereka. Mentari masuk ke kamar milik Zahra. Sebulan yang lalu, dia masih bisa melihat Zahra jika membuka pintu kamar dan senyuman lembut selalu dilihat dari wajah sahabatnya, kini hanya keheningan yang dia dapat.


"Kenapa kamu begitu cepat meninggalkan kami?"


"Aku juga belum bilang kalau saat ini sedang hamil lagi. Apa kamu juga akan senang saat mendengar kabar ini?"


     Mentari duduk di kursi meja rias menghadap tempat tidur Zahra. Seperti yang selalu dia lakukan saat masih ada Zahra dahulu. Tanpa sengaja Mentari melihat ada buku di bawah bantal yang sering dipakai oleh Zahra. Dia pun mengambilnya.


     Buku itu berisi curahan isi hati Zahra. Saat dia mulai divonis menderita penyakit Leukemia. Zahra juga menuliskan perasaan dia saat menyuruh Fatih untuk menikah lagi. Baru juga beberapa lembar, catatan Zahra yang dibaca oleh Mentari, air matanya sudah tidak bisa dibendung lagi. Hati Mentari begitu sakit saat mengetahui perasaan Zahra selama ini.

__ADS_1


     Mentari mengurung diri di kamar, tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Hanya si kembar yang menemaninya. Bahkan Fatih pun tidak di izinkan masuk.


     Fatih merasa khawatir karena Mentari hampir dua jam mengurung diri di dalam kamarnya. Fatih pun meminta dibukakan pintu untuk ke lima kalinya dan mengancam akan mendobrak pakasa, jika tidak Mentari tidak menurutinya.


     Fatih senang saat terdengar suara kunci dibuka. Namun, Mentari di membukakan pintu itu. Fatih pun membukanya sendiri. Mentari sedang menyusui si kembar, dia mengabaikan kehadiran Fatih.


"Honey, ada apa? Kenapa mengurung diri di kamar?" tanya Fatih karena sangat khawatir kepada Mentari.


"Aku hanya ingin istirahat tanpa diganggu oleh siapapun," jawab Mentari.


"Kan hanya ada kita berempat di rumah ini, tidak ada siapa-siapa lagi se—" Fatih menghentikan kata-katanya. "Apa aku mengganggu waktu istirahatmu?"


     Mentari diam tidak menjawab dan memejamkan matanya. Melihat reaksi Mentari seperti itu membuat Fatih kecewa.


"Bisakah Mas meninggalkan aku sebentar saja? Aku ingin istirahat." Mentari menyudahi memberi ASI kepada si kembar.


"Baiklah. Si kembar biar aku bawa, agar kamu bisa beristirahat." Fatih pun langsung membawa si kembar meski Mentari melarangnya.


     Mentari pun melanjutkan lagi membaca buku catatan milik Zahra. Ketika dia merasa kalau cinta Fatih untuknya tidak sebesar rasa cinta untuk Mentari. Kecemburuan Zahra juga tertulis dengan gamblang di sana.


    Jika, buku yang sedang dibacanya adalah sebuah novel. Maka Mentari akan membenci istri kedua karena sudah merebut cinta suaminya. Dia akan bersimpati kepada ketulusan cinta istri pertama, yang menjalani kehidupan rumah tangga berpoligami karena tidak mampu memberikan keturunan untuk suaminya tercinta.

__ADS_1


     Mentari semakin dibuat kesal oleh istri kedua yang selalu mendapatkan apa yang dia mau. Kebahagiaan istri kedua berada di atas penderitaan istri pertama. Istri kedua juga mendapatkan banyak perhatian dan kasih sayang dari semua orang, dan itu membuat istri pertama merasa sudah menjadi orang yang tidak berarti lagi.


******


     Fatih meminta Mentari untuk makan malam karena dia sudah melewatkan makan siangnya tadi. Mentari awalnya menolak, tetapi Fatih memaksanya.


"Honey, kamu itu kenapa? Apa sedang ada masalah? Apa itu tidak bisa kita bicarakan bersama-sama?" tanya Fatih bertubi-tubi.


"Apa Mas tahu perasaan Zahra selama ini?" tanya Mentari balik.


"Iya. Ada apa dengan itu?"


"Apa Mas tahu kalau Zahra merasa terluka saat bilang cinta Mas itu tidak adil berat sebelah?"


"Iya, Mas tahu itu."


"Mas tega, ya. Sudah tahu Zahra sedang sakit parah. Dan semakin bertambah terluka hatinya karena cinta suaminya itu ternyata untuk si madu." Mentari menatap tajam ke arah Fatih. Dia merasa sangat kesal kepada suaminya itu.


******


Jangan lupa klik like, favorit, hadiah dan Vote-nya juga ya.

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya ya.


     


__ADS_2