Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (43)


__ADS_3

   Mentari pun merentangkan tubuh Allura. Kemudian mengusap-usap perutnya.


"Tadi di sekolah makan apa?" tanya Mentari lembut.


"Nggak makan yang aneh-aneh," jawab Allura pelan.


"Sebaiknya kita panggil dokter saja. Mungkin ada bakteri dari makanan yang tadi dimakan olehnya," kata William. Mentari pun menganggukan kepalanya.


******


     Dokter pun memeriksa Allura, dengan teliti. Dia tidak melihat gejala yang aneh. Hanya sakit perut biasa. Saat dokter meminta Allura membuka mulutnya, ada sisa cabai di dalamnya.


"Nona Allura sakit perut karena dia makan makanan yang pedas. Sebaiknya jangan terlalu sering banyak makan yang pedas-pedas karena akan merusak usus dan lambung." Dokter itu memberitahu penyebab rasa sakit perut yang sedang dialami oleh Allura.


    Mentari dan William mendengarkan perkataan dokter. Sementara Allura memasang wajahnya yang cemberut karena tidak suka, ketahuan kalau dia sudah makan yang pedas tadi. Allura sengaja memakan makanan yang sangat pedas, agar dia sakit perut, seperti yang disuruh oleh Mone. Agar dia mendapat perhatian dari Mentari.


     Mentari membuatkan bubur untuk Allura, kemudian menyuapinya. Allura sangat senang sekali karena selalu di perhatikan oleh Mentari. 


"Sudah makan, sekarang Mimun obatnya!" Mentari mengocok botol obat milik Allura. Kemudian diminumkannya satu sendok sesuai takaran umur Allura, yaitu setengah sendok.


"Pinter, anak Mommy!" Mentari pun mengelus kepala Allura. "Sekarang Allura, istirahat, ya!"


     Allura pun menganggukkan kepalanya. Mentari pun menyelimuti tubuhnya. Kemudian mencium sayang, kening gadis kecil itu.


"Semoga cepat sembuh, Sayang."


"Terima kasih, Mom."


     Mentari pun keluar kamar Allura dan menuju kamar sebelahnya. Untuk menemui Liam yang tadi terdengar sudah bangun karena tangisannya terdengar sampai ke kamar Allura yang kebetulan kedua pintunya terbuka.


"Oppa, apa Liam tidur lagi?" tanya Mentari karena William berdiri di samping box bayi.


"Iya, sepertinya dia masih ngantuk." William tersenyum ke arah Mentari. "Bagaimana keadaan Allura?"

__ADS_1


"Dia sudah lebih baik. Sekarang sedang istirahat," jawab Mentari sambil melihat putranya yang ada di dalam box bayi.


"Tadi aku begitu takut dan panik. Saat Mone menelepon sambil menangis tentang kondisi Allura," kata William yang kini duduk di sofa yang ada di kamar Liam.


"Mone tidak bilang apa-apa kepadaku tadi. Padahal itu beberapa saat bertemu dengan, Oppa di tangga."


     William mengerutkan keningnya. Pikiran dia menglayang, kepada beberapa kejadian di hari-hari sebelumnya. Saat dia merasa jengkel karena Mentari selalu menelantarkan Allura dan lebih memperhatikan Liam. Padahal kedua bocah itu adalah anaknya.


"Oppa, apa akan kembali lagi ke kantor? Atau mau langsung istirahat?" tanya Mentari sambil memijit pundak William.


"Aku mau sama kamu saja, Baby," jawab William dan menarik Mentari ke dalam pangkuannya. Kemudian memeluk tubuh itu dengan mesra dan menghujani wajah Mentari dengan ciuman liarnya.


*******


     William kembali memeriksa cctv di ruangan kerjanya. Setelah meminta kepada pasukan keamanan keluarga Green. Hampir tiga jam William memeriksa rekaman cctv yang ada di dalam rumahnya ini. Namun tidak ditemukan hal yang janggal.


"Tidak ada kejadian yang aneh di rumah ini." William meneruskan pencariannya.


    William terus saja bergumam dalam hatinya. Sudah berapa puluh rekaman yang dia periksa.


*******


Enam bulan kemudian ....


     Mentari melewati hari-harinya dengan suka cita. Kini usia Liam pun sudah satu tahun lebih, dan sudah mulai bisa  berjalan. Hubungannya dengan Allura pun baik-baik saja. Meski ada saja yang membuatnya merasa tidak enak terhadap sikap William, yang kadang menyinggungnya meminta untuk lebih memberikan perhatian kepada Allura. Dikarenakan dalam dua bulan terakhir Allura sering berbuat ulah di sekolahnya. Anaknya sering terlibat perkelahian dengan temannya. Apalagi dengan anak-anak yang dulu pernah membully dirinya.


     William 'lah yang selalu mendatangi sekolah Allura, jika ada panggilan dari pihak sekolah. William sudah enam kali mendatangi sekolah putrinya dalam tiga bulan terakhir. Alasannya masih sama, yaitu berkelahi dengan teman satu kelasnya. Entah itu murid perempuan atau laki-laki.


     Jika dulu ada temannya yang membully, Allura hanya bisa diam dan menangis. Namun kini dengan menyandang nama Green di belakang namanya, membuat dia sombong dan bangga. Meski bukan Allura yang memulai pertengkaran itu, tapi dia yang dulunya di besarkan dengan cara kekerasan. Maka Allura pun tidak segan dalam melakukan tindak kekerasan kepada teman satu sekolah yang menghina dirinya.


******


     Mone masih tetap saja selalu memberikan nasehat buruk kepada Allura. Jika dulu makan yang pedas agar sakit, dan nantinya mendapat perhatian dari Mentari. Kini Mone menyuruh Allura untuk makan es krim yang banyak saat malam hari dan di luar rumah. Agar dia bisa kena masuk angin atau sakit flu. Allura melakukan itu karena Mentari, selalu memberikan perhatian lebih kepada Liam. Sebenarnya belakangan ini Liam sering demam. Disebabkan Giginya yang baru tumbuh atau karena habis di imunisasi. Itu membuatnya iri untuk bisa diperhatikan juga Mentari dan William.

__ADS_1


     Saat William hendak membangunkan Allura. Tubuh anak itu sangat panas. William pun panik karena tubuh Allura sangat panas.


"Baby, cepat datang ke kamar Allura! Dia demam tinggi," kata William lewat telepon.


     Mentari pun datang dengan tergopoh-gopoh, sambil menggendong Liam. Dia langsung masuk begitu melihat William mengompres kening Allura.


"Allura, kenapa?" tanya Mentari begitu sampai di dekat William.


"Demam tinggi, kayaknya."


"Sebaiknya telepon dokter keluarga, agar secepatnya datang ke sini." Mentari ikut memeriksa suhu tubuh Allura menggunakan termometer. Hasilnya 38,5 derajat.


******


     Dokter pun datang dengan cepat begitu William memanggilnya. Dokter menduga Allura terlalu banyak makan es krim. Sehingga masuk angin dan demam tinggi. Setelah memberikan obat untuk Allura, dokter itu pun pergi. Sambil membisikan sesuatu kepada Mentari. "Allura sengaja membuat dirinya sakit."


     Mentari awalnya tidak terlalu menanggapi ucapan dokter keluarganya. Dalam pikiran Mentari, mana mungkin Allura, ingin membuat dirinya sakit. Namun, saat ini diwaktu bersamaan dengan Liam yang sakit. Allura pun ternyata juga ikut sakit demam.


"Baby, aku mohon perhatikan kesehatan Allura, juga. Dia itu anak kita, meski bukan kamu yang mengandung dan melahirkannya," kata William.


"Oppa, ngomong apa? Meski Allura bukan aku yang mengandung dan melahirkannya, serta menyusuinya. Tapi, aku juga menyayangi dia seperti Liam," balas Mentari.


"Buktinya sekarang, Allura sakit karena terlalu banyak makan es krim. Berarti kamu tidak memperhatikannya dengan benar," kata William dan itu membuat hati Mentari tercubit.


"Maaf, kalau aku tidak bisa menjadi ibu yang baik untuknya," balas Mentari dengan menahan tangisnya. Dia tidak mau berdebat dengan William. Apalagi di depan kedua anaknya. Itu akan mempengaruhi perkembangan mereka.


******


JANGAN LUPA KLIK, LIKE, FAV, HADIAH, DAN, VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2