Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (37)


__ADS_3

"Dokter, bila Zahra melakukan perjalanan ke luar kota, tidak apa-apa 'kan?" tanya Mirna.


"Asal jangan jauh-jauh aja dulu, Bu," jawab dokter.


Mirna tersenyum ke arah Zahra, dan menepuk tangan anaknya itu. Dia tidak akan lupa perkataan Fatih, yang akan mengajak pergi liburan, bila Zahra sudah sembuh.


     Fatih diam tidak mau banyak bicara, jika sedang bersama Mirna. Dia memang menjanjikan akan pergi bersama Zahra. Saat itu dia lakukan, agar istrinya punya semangat untuk sembuh dan mau berobat. Keadaan Zahra saat itu sangat labil, ditambah juga sedang tidak baik kondisi tubuh, mental down, ingin pergi ke tempat yang dulu diimpikannya.


"Dulu, Nak Fatih berjanji akan mengajak Zahra pergi ke Karimunjawa. Jika, sudah sembuh, dan kini kondisinya juga sudah baik. Maka nggak ada salahnya, kalau saat ini kalian pergi berlibur, sebelum Zahra melakukan kemoterapi yang kedua." Mirna mengingatkan Fatih akan ucapannya dahulu.


"Ummi, Zahra sudah tidak ingin pergi kesana. Di rumah saja mengurus anak-anak sudah merasa senang," kata Zahra.


"Zahra kamu juga harus bisa merasakan kebahagian saat dimana hanya ada kamu dan Fatih saja. Tidak ada orang yang mengganggu dengan kalian."


     Fatih rasanya ingin membalas perkataan mertuanya. Dia harus mengendalikan emosinya karena sedang mengemudi.


"Bagaimana, Nak Fatih? Kapan kalian akan pergi berlibur. Biar ummi nanti tinggal di rumah kamu, ikut menjaga si kembar saat kalian pergi."


"Maaf, Ummi. Untuk saat ini, Fatih belum bisa mengajak Zahra pergi berlibur. Pekerjaan di kantor masih banyak karena selama dua bulan ini terbengkalai. Jadi, Fatih mau fokus dulu, menyelesaikan pekerjaan kantor." Fatih berkata sambil meremat stir dengan kencang untuk menyalurkan emosinya saat ini.


     Fatih menghormati Mirna sebagai ibu dari Zahra. Wanita yang sudah mengandung dan membesarkan istri pertamanya. Dia juga, berjanji kepada Mentari tidak akan membalas perbuatan mertuanya itu, demi menjaga ketentraman kehidupan rumah tangga mereka. Selama ini Fatih, telah banyak makan ati akan sindiran dari Mirna. Namun, itu malah membuat telinga dan hatinya kebal. Dia bisa mengendalikan emosinya dari kata-kata kasar dan kotor, hanya untuk membalas perkataan Mirna.


******


     Mentari menyambut kepulangan Zahra dari cek up rutinnya. Dia senang saat melihat Zahra tersenyum kepadanya. Sedangkan, saat melihat Fatih, dia mengerutkan keningnya karena terlihat dengan jelas sedang kesal.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Mentari dengan antusias.


"Alhamdulillah, bagus. Jadi, bisa lanjut lagi ke pengobatan selanjutnya," jawab Zahra.


"Alhamdulillah. Sebaiknya kamu istirahat dulu, sebelum makan siang. Nanti aku bangunkan!" Kata Mentari sambil menuntun Zahra menuju kamarnya.


"Dimana si kembar?" Zahra mengedarkan pandangannya.


"Mereka baru saja tidur," jawab Mentari.


     Mirna pun masuk ke dalam kamar Zahra. Mentari lebih memilih ke luar kamar, tidak mau terlalu banyak bicara dengan Mirna. Lebih baik dia menghampiri suaminya.

__ADS_1


******


     Mentari masuk ke ruang kerja Fatih. Suaminya itu sedang berkutat di depan laptop. Wajah dinginnya begitu terlihat jelas.


"Mas," panggil Mentari.


"Honey," balas Fatih dengan suaranya yang lirih.


"Kenapa?" Mentari berdiri disamping Fatih.


"Aku lelah, ingin istirahat." Fatih memeluk perut Mentari.


    Mentari membelai rambut Fatih. Membiarkan sesaat suaminya dalam posisi itu.


"Mau dibicarakan denganku? Agar perasaan kamu menjadi lega!" 


"Hm."


"Ayo, sambil tiduran di sofa, berceritanya!" ajak Mentari.


"Ceritakan, ada apa?"


"Kamu ingat sama cerita yang pernah aku bicarakan tentang ajakan Zahra untuk pergi ke Karimunjawa?"


"Iya. Ada apa dengan itu?"


"Tadi, Ummi tanya sama dokter apa Zahra bisa melakukan perjalanan jarak jauh? Terus dokter bilang asal jangan perjalanan yang memakan waktu yang lama. Ummi, pun mengingatkanku akan mengajak pergi berlibur Zahra, kalau sudah sembuh. Dia menyarankan untuk pergi berlibur ke sana, sebelum pengobatan selanjutnya dimulai."


     Selama Fatih bercerita Mentari diam mendengarkan. Tangannya masih setia mengelus kepala suaminya.


"Aku, bukannya mau mengingkari janji ucapan yang aku buat dahulu. Hanya saja saat ini waktunya tidak tepat. Banyak pekerjaan kantor yang terbengkalai saat aku menunggu di rumah sakit kemarin. Alif tidak bisa mengambil alih semua pekerjaan itu."


"Lalu bagaimana dengan, Zahra?"


"Tadi dia bilang di rumah saja mengurus anak-anak."


"Coba, Mas bicarakan lagi dengan Zahra, baiknya gimana? Agar Ummi tidak selalu memojokan Mas kedepannya lagi."

__ADS_1


"Iya, itu juga nanti akan Mas, bicarakan dengan Zahra."


"Apa sekarang masih ingin ngedumel?"


"Nggak, sekarang maunya kita membuat adik buat si kembar."


"Aku di KB, Mas. Nggak akan bisa hamil." Mentari mencubit pinggang Fatih.


******


     Sementara itu, Mirna dan Zahra duduk dan membicarakan tentang pergi liburan.


"Sebaiknya kamu itu pergi berlibur berdua dengan Fatih. Buat hati kamu senang agar nanti saat proses pengobatan selanjutnya bisa berjalan lebih baik dari pengobatan kemarin. Jangan mudah drop lagi kayak kemarin. Tidak ada Fatih, kamu drop lagi. Makanya waktu kamu jangan sia-siakan."


"Tapi Ummi, Zahra tidak mau membebani Mas Fatih. Semalaman berdua aja sudah cukup bagi Zahra. Zahra tidak mau meminta yang malah membuatnya kesulitan."


"Tidak, Zahra. Fatih sendiri yang bilang kalau dia akan mengajak kamu berlibur kalau sudah sembuh. Sekarang dia harusnya buktikan ucapannya itu!"


    Zahra pun terdiam. Dia memang ingin pergi berlibur berdua dengan Fatih. Seperti dahulu saat sebelum ada Mentari di kehidupan rumah tangga mereka. Dimana seluruh perhatian suaminya itu hanya untuk dirinya. Namun, kini mereka tidak bisa seenaknya pergi berdua saja, kapanpun dan dimanapun tempat yang akan mereka tuju.


"Ya, nanti akan Zahra bicarakan lagi dengan Mas Fatih." Zahra membaringkan badannya di atas kasur. Dibandingkan harus berbicara dengan Umminya.


******


Apa Zahra dan Fatih jadi pergi liburan?


Jihan? Anggit? Billi? William? Bagaimana kabar mereka?


Tunggu kelanjutannya ya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.


TERIMA KASIH.

__ADS_1


__ADS_2