Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (70)


__ADS_3

     Keluarga Fatih berkumpul dengan keluarga Alex. Rumah mewah yang berhadapan dengan rumah Erlangga kini menjadi ramai karena pemilik rumah sedang pulang kampung. Anak Alex yang berjumlah enam orang selalu membuat suasana menjadi ramai. Si bungsu Rain baru berusia dua puluh bulan, tetapi sudah pandai jika diajak bicara bahasa Indonesia.


"Anak Kak Al, sudah jago bahasa Indonesia dan bahasa Inggris." Mentari gemas dengan bocah yang banyak kemiripan wajahnya dengan Cantika.


"Iya 'lah. Mereka itu bicaranya bahasa Indonesia kalau lagi di rumah," balas Erlangga.


"Bukannya Raya dan Ian juga sudah pintar berbahasa Inggris?" tanya Pelangi.


"Itu karena Kakek William selalu mengajak mereka bicara bahasa Inggris," jawab Mentari.


"Kayaknya hanya anak aku yang belum bisa berbahasa Inggris," ucap Pelangi.


"Loh, bukannya Mega bisa bahasa Inggris?" tanya Cantika.


"Iya kalau nyanyi dia bisa. Aku tanya pakai bahasa Inggris dia jawab pakai bahasa Indonesia," jawab Pelangi.


"Berarti dia tahu dan memahami bahasa Inggris hanya saja ada dua kemungkinan dia bisa tapi malas, atau dia mengerti tapi nggak bisa ngomongnya." Lanjut Mentari.


"Mega bisa belajar, lagian dia baru berumur tiga tahun," ucap Cantika.


     Terlihat anak-anak kecil sedang asik berenang bersama Papa dan Ayah mereka. Alex menjaga tiga anaknya, Fatih bersama si kembar dan Erlangga mengasuh anak semata wayangnya karena anak kedua belum launching, menunggu satu bulan lagi.


     Si Trio Kancil sedang asik bermain dengan Didi dan Dodo di dalam rumah. Mereka sudah besar, jadi sudah punya kesenangan sendiri.


     Malam harinya keluarga Ja'far dan Khalid datang ke rumah Alex. Mereka mengadakan makan malam bersama dan menginap di sana. Keluarga Sakti dan Andromeda juga ikut menyusul meramaikan suasana di sana.


"Mentari kapan nih mau memberikan si kembar adik?" tanya Aisyah.


"Ini juga sedang berusaha," bisik Mentari.


"Kurang gaspol Kak Fatih nya tuh!" Pelangi tersenyum lebar dan mengangkat dua jari tangan kanannya.


"Enak saja! Aku baru lepas KB kemarin." Mentari bertolak pinggang dan menghadap Pelangi.


"Kamu juga Aisyah, apa sudah program anak kedua?" tanya Cantika.

__ADS_1


"Bang Andro, inginnya jarak anak pertama dan kedua itu lima tahun." Aisyah menjawab sambil menundukkan kepalanya.


"Nggak apa-apa, kamu kan masih muda. Andromeda juga masih muda. Jadi, ada jarak tiap anak nggak akan jadi masalah." Cantika mengusap punggung Aisyah.


"Kalau aku. Karena usia Mas Fatih sedang masa hot-hotnya jadi ingin buat adik terus buat si kembar. Mau langsung jadi Alhamdulillah, nggak juga nggak apa-apa. Dia ingin punya banyak anak!" Mentari menutup wajahnya.


"Makanya tiap hamil harus kembar biar cepat punya banyak anak," kata Pelangi sambil tertawa.


"Kamu menikah sama berondong. Pastinya Erlangga menyuruh kamu untuk tidak di KB 'kan?" balas Mentari sambil tersenyum menggoda.


"Ih, apaan. Aku hamil lagi begitu Mega di sapih. Ini nggak sengaja, aku kecolongan." Pelangi mengusap-usap perutnya yang sudah sangat besar.


"Kalau buatnya setiap hari bukan kecolongan namanya, Sayang." Erlangga tiba-tiba muncul dari belakang Pelangi.


"Hubby! Jangan buka kartu!" Pelangi mencubit lengan Erlangga.


     Acara barbeque di rumah Alex berjalan lancar. Mereka pun tidur di kamar masing-masing. Keluarga Fatih memilih menginap di rumah Erlangga. Si kembar dan Mega tidak mau berpisah di tambah Rain mereka tidur berempat di kamar Mega.


"Mas, bagaimana jika aku tidak bisa memberi anak untuk kamu lagi?" tanya Mentari dalam pelukan Fatih.


"Kenapa kamu punya pemikiran seperti itu?" Fatih malah balik bertanya.


     Fatih malah terkekeh mendapat cubitan dari Mentari. Dibelainya rambut panjang yang menguarkan wangi lembut itu. Mentari pun mendongakkan wajahnya melihat kepada Fatih karena tidak mendapat jawaban.


"Urusan anak itu rezeki dari Allah. Semua rezeki untuk kita sudah ditentukan dan ada di Lauh mahfudz. Jika diberi anak lagi Alhamdulillah, jika tidak, ya mungkin rezeki kita hanya si kembar." Fatih membelai pipi Mentari.


"Tapi, Mas nggak akan cari istri lagi?" tanya Mentari dengan pelan.


"Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah cukup bagi aku Mentari yang menjadi istriku, nggak perlu yang lain. Apalagi harus kembali punya lebih dari satu istri. Jauhkan aku dari hal itu, Ya Allah." Fatih berdoa agar dia nggak diberi jodoh yang lain.


     Mentari malah tertawa mendengar Fatih berdoa seperti itu. Dia senang kalau Fatih tidak ada niatan mencari perempuan lain lagi.


"Sayang, dengarkan aku! Aku mencintaimu apa adanya. Aku nggak mungkin berpaling darimu. Justru aku takut kamu mencari laki-laki yang lebih muda dariku. Kamu 'kan masih muda! Cantik! Cerdas! Dan banyak laki-laki yang mengejar-ngejar kamu." Fatih menyindir Mentari yang masih saja di sangka masih single oleh rekan-rekan bisnis mereka.


"Cemburu nih!" Goda Mentari sambil tersenyum jahil.

__ADS_1


"Tentu saja aku cemburu!" Fatih mengungkung tubuh Mentari di bawahnya.


"Mas, ini rumah orang!" Mentari menahan tubuh Fatih.


"Tentu saja ini rumah orang." Fatih tersenyum menggoda Mentari.


"Maksudnya, malu masa di rumah orang lain kita—" Fatih me Lu mat bibir Mentari. Keduanya saling membalas ciuman itu.


"Di rumah Ayah yang nggak ada peredam suara kamu nggak malu. Di sini sudah pakai peredam suara jadi nggak akan ada yang mendengar." Fatih memulai membuat adik buat si kembar. Mentari pasrah saja dan menikmati indahnya surga dunia.


******


     Saat subuh Mentari hampir saja kesiangan jika tidak ada telpon masuk dari Gaya. Semalam mereka mengarungi surga dunia sampai dini hari. Jadi, baru tidur sebentar sudah masuk ke waktu subuh. 


     Gaya mengajak keluarga Mentari untuk liburan bersama ke Bali. Dia membuka resort baru di sana. Mentari sih ingin ikut pergi apalagi Cantika akan ikut. Hanya saja dua hari ke depan ada rapat penting dengan rekan bisnis dari Jerman dan Perancis. Pastinya Fatih tidak akan ikut, dia harus menghadiri penandatanganan kerja sama perusahaan mereka dan tidak bisa diwakilkan.


     Gaya merasa kurang kalau liburan tidak ada Mentari. Maka dia sendiri yang akan minta izin pada Fatih agar Mentari bisa ikut bersamanya.


"Kak Fatih bisa izinkan Mentari ikut dengan aku dan Cantika, ke Bali, ya!" pinta Gaya dengan memohon.


"Maaf, Gaya. Aku tidak bisa mengizinkan Mentari pergi ke mana pun, tanpa aku dampingi," jawab Fatih. Dia tidak mau membiarkan Mentari pergi seorang diri tanpa dirinya. Nanti akan banyak laki-laki yang menggoda Mentari.


"Kalau begitu Kak Fatih nanti menyusul kita. Gimana?" Gaya pantang menyerah meminta izin untuk Mentari.


"Tidak Gaya. Kalau pun mau Mentari dan aku akan menyusul kalian di hari berikutnya," jawab Fatih setelah melihat wajah Mentari yang memelas.


"Beneran itu, Mas?" Mentari tersenyum senang.


"Iya, kita selesaikan dulu pekerjaan di kantor, nanti menyusul mereka." Fatih tersenyum kepada Mentari.


"Terima kasih, Mas!" Mentari langsung memeluk tubuh suaminya.


"Kita akan honeymoon di sana," bisik Fatih. Mentari langsung kaku badannya.


******

__ADS_1


Jangan lupa untuk klik like, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga ya.


Dukung aku terus ya. Terima kasih.


__ADS_2