Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI, FATIH, ZAHRA & WILLIAM (22)


__ADS_3

     Mentari menghabiskan waktunya di ruang perpustakaan pribadi keluarga Khalid. Dia ditemani oleh Billi, yang selalu siap siaga selama dua puluh empat jam.


"Billi, apa kamu suka membaca?" tanya Mentari.


    Billi menggelengkan kepalanya. Mentari pun tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. Melihat senyum Mentari, yang semakin membuat ibu hamil itu makin terlihat cantik. Billi pun membalas senyumannya.


     Hampir dua jam Mentari, berada di dalam ruang perpustakaan. Jam pun menunjukkan sebentar lagi waktunya makan siang dan dhuhur. Mentari pun menyudahi kegiatan membacanya.


"Billi, sudah siang. Ayo! Kita makan siang bersama," ajak Mentari. Billi pun mengekori Mentari, menuju ke arah ruang makan.


     Aurora dan Sinar sedang menata meja makan, saat Mentari dan Billi masuk ke ruangan itu. Keduanya pun memintanya untuk duduk di kursi meja makan. Namun, Mentari menuju ke arah kulkas, untuk mengambil salad buah.


" Billi makan yang banyak, ya!" Suruh Aurora kepada pengawal menantunya. Billi pun menganggukkan kepalanya.


"Apa, Mas Fatih, sudah makan siang?" gumam Mentari dan akhirnya memilih menghubungi dulu suaminya sebelum makan siang.


     Mentari pun berbicara dengan Fatih, untuk mengingatkannya makan siang. Jangan sampai sakit maag dia kambuh lagi. Nanti malah jadi semakin berabe kalau Fatih juga sampai jatuh sakit.


******


     Sebenarnya, Fatih ingin makan siang bersama di rumah. Hanya saja, saat ini dia juga sedang dalam keadaan berjuang membantu Zahra, agar cepat sembuh.


     Fatih pun menemani Zahra makan siang. Sementara, dia sendiri makan siang memesan dan diantarkan oleh Alif. Sekalian menyerahkan beberapa berkas dari kantor perusahaan cabang, yang harus di periksa.


******


     Keesokan harinya, Aurora mendapat kabar kalau Ghazali mengalami kecelakaan. Sehingga, mengharuskan dia pergi ke Jerman, saat itu juga. Untuk menjenguk dan mengurus putra bungsunya. Aurora pun memberitahu kepada Fatih, kalau Mentari akan tinggal sementara waktu di rumah orang tuanya. Billi pun, akan ikut ke rumah Ja'far sebagai menjaga.


    Fatih tadinya tidak menyetujui, tapi mana mungkin Sinar tinggal di rumah Khalid. Sementara Aurora tidak ada di rumahnya. Jadi, terpaksa Fatih menyetujui usulan dari Aurora.


******


"Ummi, Zahra sedang tidur. Fatih mau pulang dulu, melihat keadaan Mentari. Tolong jaga Zahra, ya!" Fatih berbicara kepada Ummi yang sedang duduk sambil menonton televisi.


"Apa terjadi sesuatu kepada Mentari?" tanya Mirna dan mengalihkan perhatiannya kepada Fatih.


"Tidak ada, Ummi. Hanya saja Mama, harus ke Jerman karena Ghazali mengalami kecelakaan. Jadi, untuk sementara Mentari akan tinggal bersama orang tuanya," jawab Fatih.

__ADS_1


"Tapi, kamu akan kembali lagi ke sini 'kan?" tanya Mirna lagi.


"Iya, Ummi. Fatih hanya ingin memastikan kalau Mentari baik-baik saja," jawab Mirna.


     Akhirnya Fatih pun langsung menuju rumah Ja'far karena Mentari sudah berada di rumah orang tuanya. Saat dalam menuju ke rumah mertuanya, Fatih menyempatkan dulu membeli buah-buahan. Mentari biasanya selalu makan salad buah.


******


     Mentari senang sekali bisa kembali ke rumah orang tuanya, setelah kemarin beberapa hari terkurung dalam sangkar emas kediaman keluarga Khalid.


     Mentari membaringkan badannya di atas kasur empuk miliknya. Matanya dia pejamkan menikmati suasana yang tenang, hanya terdengar suara gemericik air dari sirkulasi di kolam belakang rumah. Juga suara gemerisik dedaunan yang tertiup angin.


     Tanpa Mentari sadari dia jatuh tertidur sangat lelap. Dengan posisi tidur dengan terlentang karena perut besarnya selalu terasa mengganjal.


******


     Fatih yang sudah sangat merindukan Mentari. Langsung saja masuk ke dalam kamar. Dia juga ikut membaringkan tubuhnya dan tidur sambil memeluk tubuh Mentari.


     Meski Fatih tertidur hanya setengah jam, tapi itu membuatnya terasa bugar kembali pada tubuhnya. Mungkin karena tidurnya berkualitas, sebab bersama dengan orang yang dicintai.


     Mentari yang yang sedang tidur merasakan ada tangan yang memeluk, dia juga sebaliknya memeluk sesuatu yang dia sukai. Mentari sangat terkejut, maka dia pun membuka mata dan dilihatnya ada wajah yang sangat di rindukan olehnya, meski baru satu setengah hari nggak ketemu secara langsung.


"Assalamu'alaikum, Mas!" bisik Mentari.


"Wa'alaikumsalam, my sweetie!" balas Fatih di iringi satu kecupan.


"Sejak kapan, Mas, tidur di sini?"


"Hm ... sekitar tiga puluh menit yang lalu."


"Aku rindu kamu, Mas." Mata Mentari mulai berkaca-kaca, efek dari hormon kehamilannya.


"Aku juga sangat merindukanmu!"


"Mas, kenapa pulang ke sini? Zahra siapa yang nungguin?" tanya Mentari penasaran.


"Ada Ummi, dan saudaranya Abah yang sedang menjenguk tadi. Jadi, Mas, minta izin dulu mau melihat keadaan kamu."

__ADS_1


"Aku sangat bahagia bisa melihat wajah, Mas, secara langsung!"


"Kalau begitu, puas-puasin melihatnya. Mumpung Mas, lagi ada di sini."


     Fatih tidak menyia-nyiakan waktu yang mereka punya. Bagi mereka setiap detiknya itu sangat berharga. Fatih dan Mentari meluapkan perasaan mereka yang bergejolak karena menhan rindu.


******


     Fatih pun kembali ke rumah sakit sebelum waktu ashar. Saat masuk ke dalam ruang rawat inap Zahra sudah bangun. Istrinya itu duduk bersandar dan wajahnya yang malah semakin pucat pasi. Matanya pun terlihat cekung, dan tulang pipinya terlihat menonjol.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Fatih dengan suaranya yang lembut dan senyuman hangat menghiasi wajah tampannya.


     Zahra diam saja hanya menatap ke arah Fatih. Keadaan Fatih jauh terlihat lebih fresh dan bersemangat, dibanding tadi pagi.


"Seperti yang Mas, lihat sendiri!" jawab Zahra terdengar ketus.


     Senyum Fatih langsung menghilang, saat mendapat jawaban Zahra barusan. Fatih tidak mau memperpanjang lagi dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Sebab itu akan memunculkan perdebatan lagi nantinya. Dia tahu apa yang menyebabkan Zahra bersikap seperti itu. Fatih memakluminya karena orang yang sedang sakit ingin mendapat perhatian lebih.


"Kalau begitu aku, akan melanjutkan pekerjaanku. Jika, ada apa-apa, panggil saja." Fatih pun beranjak dan duduk di sofa untuk melanjutkan lagi pekerjaannya yang tertunda.


     Zahra menatap kesal kepada Fatih, yang seolah merasa tidak bersalah kepadanya. Dia pergi meninggalkan dirinya, hanya untuk menemui Mentari dan bercinta dengannya. Dia berpikir apa suaminya itu benar-benar tidak peduli dengan keadaannya.


"Kamu jahat Mas! Aku sedang berjuang untuk bisa hidup lebih lama lagi. Sedangkan kamu malah pergi mencari kesenangan sendiri. Tidak mempedulikan aku, yang berjuang antara hidup dan mati." gumam Zahra sambil meneteskan air matanya.


******


Bagaimana ini? Zahra merajuk! Mentari ada di rumah Ja'far!


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Tunggu BAB kelanjutannya ya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAVORIT, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK YA 🥰

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2