Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami

Berbagi Cinta : Dipaksa Menikahi Cucu Mantan Suami
#MENTARI - WILLIAM (17)


__ADS_3

    Setelah melakukan konferensi pers di aula milik perusahaan Galaxy, milik Alex. Mentari merasa lega, karena respon dari para wartawan itu sangat baik. Walau ada beberapa pertanyaan yang membuat dia tersudut. Namun Alex membantu menjelaskannya.


    Mentari berterima kasih kepada Cantika dan Alex. Berkat bantuan dari mereka, Mentari bisa mengembalikan nama baik keluarga Green. Mungkin hanya ini yang terpikirkan oleh Mentari saat itu. Dia tidak berpikir apa yang akan di lakukan oleh William. Atau seperti apa reaksi suaminya itu, atas tindakan yang baru saja dia lakukan. Sejak awal masalah itu terjadi, selalu dirinya yang disalahkan.


    Mentari yang mengalami tekanan secara mental dari banyak orang. Membuat dia menjadi diri yang lebih tegar lagi. Dia juga jadi lebih berpikir dewasa dalam menyikapi masalah atau suatu kejadian. Karena ada kalanya masalah itu harus di selesaikan sendiri olehnya, tanpa bantuan orang lain. Ada juga dia harus membutuhkan bantuan orang lain dalam menyelesaikan suatu perkara.


    Cantika mengajak Mentari ke kantor ruang kerja suaminya. Di sana sudah ada Jennifer yang baru pulang dari Eropa. Dia sedang memperbaiki nota kerja sama dengan perusahaan di Italian.


    Kemarin begitu mendengar berita tentang Mentari yang di tangkap oleh polisi. Serta membuat Mentari harus tertahan di kantor polisi sampai malam hari. Jennifer cepat-cepat pulang ke Amerika, secepatnya. Begitu sampai bandara, Jennifer mendapat kabar kalau Mentari sedang berada di kantor perusahaan Galaxy. Maka Jennifer pun langsung mendatangi perusahaan Alex.


"Sayang, bagaimana kabar kamu?" Jennifer memeluk Mentari menyalurkan rasa senangnya karena menantunya itu, dalam keadaan baik-baik saja.


"Alhamdulillah, Mom. Sekarang semua sudah dalam keadaan baik," jawab Mentari yang masih dalam pelukan mertuanya itu.


"Syukurlah, kalau begitu." Jennifer melepaskan pelukannya, dan tersenyum ke arah Mentari sambil mengusap kepala menantunya itu.


    Jennifer kemudian terdiam seperti berpikir. Kepalanya menengok ke arah kanan kirinya seperti mencari sesuatu.


"Mommy sedang mencari apa?" tanya Mentari kepada mertuanya itu.


"William mana?" Jennifer mencari keberadaan anaknya yang tidak ditemukan keberadaannya.


"Dia sedang berada di kantornya, Mom. Tadi dia sibuk sekali, makanya saya meminta bantuan Kak Al sama Mbak Cantika. Untuk mengadakan konferensi pers tadi." Mentari memasang wajah sendunya, dan Jennifer mengerti dengan apa yang sedang terjadi dengan keduanya.


     Mentari dan Jennifer duduk di sofa saling berdampingan."Mommy nggak mau pulang sekarang?" tanya Mentari kepada mertuanya.


"Mommy masih kangen sama kamu?" Jennifer yang beberapa hari kemarin sibuk di Eropa, sampai-sampai tidak sempat bertukar kabar dengan Mentari.


"Kalau begitu, kita pulang sama-sama, yuk! Mommy 'kan butuh istirahat," ajak Mentari. 


    Jennifer pun setuju, dia juga ingin nonton drakor sama-sama lagi bareng Mentari. Mentari pun setuju, apalagi ada drakor yang ingin di tontonnya.


    Saat Mentari berdiri, dia merasakan pandangannya berputar dan kakinya seolah tidak berpijak ke lantai. Mentari berusaha menggapai sesuatu, agar dirinya bisa berpegangan dan menopang tubuhnya.


   Namun naas tidak ada yang bisa di pegang oleh Mentari. Sehingga dia jatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


    Jennifer yang sedang berpelukan dengan Cantika, untuk berpamitan. Sangat terkejut saat mendengar sesuatu yang jatuh. Ternyata menantunya sudah tergeletak di lantai.


"Mentari!"


"Mentari,"


    Jennifer dan Cantika berteriak hampir bersamaan. Alex yang sedang duduk di meja kerjanya pun sampai mendongakan kepalanya saat mendengar sesuatu yang jatuh.


    Cantika dan Jennifer mencoba menyadarkan Mentari. Cantika menepuk-nepuk pipinya Mentari. Sedangkan Jennifer menggoyangkan tubuh Mentari.


"Kita bawa dulu ke ruang kesehatan!" kata Alex kemudian membopong tubuh Mentari.


******


    Mereka semua pergi ke ruang kesehatan atau klinik yang ada di dalam kantor perusahaan GALAXY. Selalu ada Dokter jaga di sana yang kerjanya bergiliran setiap harinya.


"Dokter, tolong periksa dia!" pinta Alex dan Jennifer bersamaan.


   Mentari pun diperiksa oleh Dokter jaga di sana. Dokter yang memeriksa Mentari malah tersenyum.


"Dia hamil?"


"Menantuku hamil?"


"Mentari hamil?"


   Ketiga orang itu terkejut saat mendengar kalau Mentari sedang hamil. Dokter yang memeriksanya hanya menganggukan kepalanya, saat mendengar ketiga pertanyaan dari orang yang berbeda-beda tapi maksudnya sama.


"Untuk lebih pastinya, harus dilakukan pemeriksaan lewat USG," kata Dokter itu lagi.


   Jennifer menangis bahagia, begitu juga dengan Cantika. Mereka berdua berpelukan sambil menangis terharu. Mendengar kabar bahagia itu.


******


    Mentari dibawa lewat ambulance dan di periksa di rumah sakit milik keluarga Andersson. Mentari menjalani pemeriksaan secara intensif di sana. Mentari baru siuman saat pemeriksaan semuanya sudah selesai.

__ADS_1


"Selamat Nyonya. Saat ini anda sedang mengandung bayi yang berusia dua belas Minggu," kata Dokter kandungan di sana, sambil menunjukan layar monitor yang menunjukan sudah ada makhluk hidup di dalam perutnya.


   Mentari yang mendengar dan melihat bayinya lewat monitor, langsung mengucapkan rasa syukurnya.


"Alhamdulillah, akhirnya aku diberikan amanah oleh Allah. Mudah-mudahan dengan adanya bayi ini, membuat hubungan aku dan Oppa William bisa lebih kokoh lagi," gumam Mentari sambil tersenyum, menangis terharu.


"Selamat Sayang. Akhirnya aku jadi Grandma!" pekik Jennifer sambil menggenggam tangan Mentari.


"Iya Mommy, aku juga akan menjadi seorang ibu," balas Mentari.


    Mentari dan Jennifer pulang ke rumah dengan riang gembira. Jennifer banyak memberikan nasehat kepada menantunya itu. Tips untuk ibu hamil bila mengalami morning sicknees. Atau saat melakukan hubungan intim dengan suami.


    Mentari menganggukan kepala setiap mendengarkan perkataan dari mertuanya itu. Mereka juga menyempatkan diri, untuk membeli susu ibu hamil. Jennifer begitu sangat antusias menyambut kehamilan dari Mentari.


   Begitu sampai di dalam rumah, Mentari melihat William yang memasang wajah kesal dan marah. Terlihat dari tatapan matanya dan juga warna bola matanya jadi merah.


   Jennifer yang tidak menyadari keadaan William, hanya tersenyum saja, kepada anaknya. Kemudian menepuk bahu Mentari,"beritahu dia soal kabar gembira ini," bisik Jennifer sambil tersenyum jahil kepada Mentari.


"Kalian berdua bicaralah lebih dahulu. Mommy mau mandi dulu, badan terasa lengket karena keringatan," kata Jennifer sebelum pergi ke kamar mandi.


    Kini tinggal William sama Mentari di sana. Mentari sudah membuka mulutnya dan akan memberitahu soal kehamilannya.


"Apa kamu sudah puas!" William menatap tajam kepada Mentari.


"A … apa--" Mentari tergagap.


"Apa kamu sudah tidak menganggap aku suamimu!" William meninggikan suaranya.


   Mentari meneteskan air matanya, saat mendengar ucapan William. Dia tak mengerti maksud ucapan William. Bagaiman mungkin dirinya tidak menganggap William suaminya.


******


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2