CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 100


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu Aquira masih belum sadarkan diri dan selama itu juga Azka tidak ke kantor dia mengurus kantor dari rumah sakit, Dyah juga belum kembali lagi ke rumah sakit kesibukan kuliah dan cafenya semakin ramai.


Azka sedang memeriksa email yang dikirim oleh sekretarisnya saat dia sedang fokus terdengar suara lirih memanggil bunda.


" Bunda"


Kata itu kembali terdengar oleh Azka ketika dia melihat keadaan putrinya terkejut melihat Ira sudah membuka matanya dan memanggil bunda.


" Nak kamu sudah sadar papi akan memanggil dokter" kata Azka, dengan bahagia melihat putrinya sudah bangun. Aquira terus memanggil bunda.


Dokter dan suster masuk dan meminta Azka untik keluar karena mereka akan melakukan pemeriksaan.


" Tuan harap tunggu di luar dokter akan memeriksa pasien " kata suster, meminta Azka keluar.


Azka tersenyum melihat putrinya kemudian keluar dari ruang rawat Aquira, Azka menghubungi orangtuanya untuk memberitahu kalau Aquira sudah sadar.


Mami Atika dan papi Ammar kebetulan berangkat menuju rumah sakit merasa bahagia setelah mendengar kabar dari Azka kalau cucu kesayangannya sudah sadar dari komanya.


" Papi, mami bahagia sudah seminggu Ira koma dan sekarang dia sudah sadar, ayo papi percepat jalannya" kata mami Atika, tak sabar melihat cucunya, papi Ammar tersenyum.

__ADS_1


Taklama mereka sampai di rumah sakit kemudian menuju ke tempat ruang rawat Aquira.


" Azka gimana kabar cucu mami dan apa kata dokter? " mami Atika.


" Mami Ira sedang di periksa oleh dokter dan belum keluar" kata Azka, ada khawatir dari wajahnya.


Kret


Pintu terbuka mereka segera menghampiri dokter yang keluar dari ruangan rawat Aquira.


" Dokter gimana keadaan putri saya? " Azka.


Azka mengusap wajahnya secara kasar. " Mami, papi kemana saya harus mencarinya" kata Azka yang telah putus asa karena Dyah tak datang ke rumah sakit lagi.


" Memangnya Dyah tidak datang ke sini hariini? " papi Ammar.


Azka menggelengkan kepalanya. " Sudah seminggu ini dia tidak datang mungkin kesibukannya di kampus" kata Azka, mami Atika dan papi Ammar menanggukan kepalanya.


" Kalian sebaiknya masuk dulu temani Ira, dia pasti mencarimu" kata mami Atika, berfikir untuk menghubungi Dyah.

__ADS_1


" Memangnya mami tak masuk" kata papi Ammar, mami Atika tersenyum.


" Mami mau ke toilet dulu kalian ayo masuk" kata mami Atika, menuju toilet tak jauh dari ruangan Aquira.


" Azka bukannya di dalam ada toilet kenapa mamimu ke sana" kata papi Ammar menggelengkan kepalanya. Mereka masuk ke dalam tersenyum melihat Aquira.


" Cucu kakek sudah bangun" kata papi Ammar, mengelus rambut cucunya.


" Kakek bunda kemana? " Ira, tak melihat Dyah di dalam.


Papi Ammar tersenyum. " Sayang bundamu sedang kuliah" sambungnya.


Mami Atika menghubungi Dyah memberitahunya kalau Aquira sudah sadar dan menunggu dirinya.


" Alhamdulillah terima kasih ya Allah Ira sudah sadar" kata Dyah, merasa bersyukur setelah mendengar kabar dari mami Atika.


Tapi dia belum bisa ke rumah sakit karena sedang memeriksa keuangan bulanan yang di berikan manager cafe padanya.


Dyah menghela nafasnya. " Besok aku akan kesana" guman Dyah, kembali fokus memeriksa laporan keuangan di mejanya.

__ADS_1


__ADS_2