
Semua keluarga berkumpul di ruang tengah karena hati ini weekend Azka juga libur dari perusahannya, Aquira menyaksikan tontonan keluarga disana terlihat sebuah keluarga melakukan piknik walau masih di rumah.
Aquira melihat yang lainnya dia melihat Azka fokus pada Ipad, kakeknya membaca koran dan neneknya membaca majalah.
Aquira tersenyum dia berdiri menuju ke arah dapur Azka hanya melirik putrinya karena dia tahu putrinya itu mencari siapa, Aquira kembali kesal melihat Dyah sibuk memasak dan Fathan membaca buku di kursi tak jauh darinya.
Aquira kembali ke ruang tengah dengan cemberut seketika dia menangis histeris membuat orang khawatir.
" Hwa, hwa" tangisan Aquira membuat mereka yang awalnya fokus pada kegiatan masing-masing terkejut mendengarnya.
Azka dan orangtuanya segera mendekatinya. " Sayang katakan pada papi asa apa denganmu? " Azka mendekatinya tapi Aquira menjauhinya.
" Ira katakan pada opa apa ada yang melukaimu" kata papi Ammar, mami Atika juga bertanya pada cucunya.
Dyah dan lainnya juga menuju ke ruang tengah beruntung pekerjaannya tinggal sedikit lagi, Fathan juga berada disana.
__ADS_1
" Dyah apa yang terjadi pada putriku hingga dia menangis seperti ini" kata Azka dengan emosi. Dyah terkejut Azka meneriakinya.
" Tuan saya tidak melakukan apa-apa, tadi saya saya membantu bibi di dapur" kata Dyah tertunduk karena takut.
" Kau itu tugasnya hanya menemani putriku dan tugasmu bukan di dapur" tunjuk Azka. " Maaf tuan saya takkan mengulanginya" kata Dyah dengan gugup.
Mami Atika dan papi Ammar mencoba untukmenenangkan putranya, Fathan memperhatikan gerak Aquira yang terus melirik ke televisi.
Dyah menangis mendengar kemarahan Azka karena hampir setahun ini Azka tak pernah marah walau dia bersikap dingin.
" Kakak lihat nona dari tadi terus menatap acara itu dan sepertinya nona ingin seperti itu" kata Fathan, semua orang beralih memandang Aquira yang senyum terlihat matanya penuh kebahagiaan.
" Ira ingin seperti itu" kata mami Atika, Aquira menatapnya dan menanggukan kepalanya tapi menggelengkan kepalanya ketika dia melihat Azka.
" Hari ini kita akan piknik di halaman belakang kalian siapkanlah makanan dan peralatan lainnya" kata Azka kemudian menuju ruang kerjanya.
__ADS_1
" Asyik kita piknik" kata Aquira dengan senang bahagianya, bibi Sumi dan bibi Ina melanjutkan memasaknya mereka juga akan membuat minuman dan kue.
" Dyah maafkan putraku karena telah marah oadamu" kata papi Ammar walau dia paham dengan kemarahan putranya.
" Tidak tuan, tuan tak perlu minta maaf mungkin ini teguran untuk saya agar lebih berhati-hati.
" Kak Fathan ayo kita ke taman Ira tak sabar " kata Aquira menarik Fathan, Dyah segera mengambil buku yang dipegang adiknya.
Dyah melihat Azka yang sudah turun dia segera pamit pada majikannya, dengan menundukan kepalanya dia mengikuti Aquira. Mami Atika dan papi Ammar saling memandang dan mengerti dengan keadaan Dyah yang masih takut pada putranya.
" Azka" panggil papi Ammar, Azka mendekat ke orangtuanya dan bertanya "ada apa".
" Azka minta maaflah pada Dyah karena kamu memarahinya seperti tadi, dia takut melihatmu keadaan ini tak baik untuk putrimu" kata papi Ammar menepuk punggung Azka.
" Azka mami tahu kamu khawatir pada Ira tapi Dyah tak salah dalam hal ini, tapi ini salah kita yang terlalu sibuk hingga mengacuhkan Ira yang ingin bermain" kata mami Atika mengajak suaminya ke taman.
__ADS_1
Azka mengusap wajahnya secara kasar dan menghela nafasnya kemudian menghubungi Akbar ke rumahnya.