CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 168


__ADS_3

Setelah Dyah di tarik oleh Selly tiba saja perutnya sakit membuatnya kesakitan.


" Hei apa yang kau lakukan" kata Selly, menatap tajam ke arah Dyah memegang tangannya yang kuat.


Melihat Dyah kesakitan membuat Selly bahagia karena tencananya untuk mendapatkan Azka dan menjadi nonya muda di keluarga Alexanders akan berhasil, dengan jahatnya Selly melempar Dyah ke lantai.


" Mas Azka" teriak Dyah, memegang perutnya yang begitu sakit, Dyah terkejut melihat darah keluar bagian bawahnya.


" Tolong nona, tolong anakku" kata Dyah, merintik kesakitan.


Selly tersenyum sinis mendekati wajahnya. " Kau kira aku bersedia menolongmu sebaiknya kau mati saja dan Azka menjadi milikku seutuhnya" kata Selly, dengan sengaja menendang perut Dyah.


" Awww" teriak Dyah, nafasnya sudah tak beraturan matanya mulai gelap dan jatuh pingsan.


Brak


Azka menendang pintu hingga terbuka Selly ketakutan melihat Azka menatapnya secara tajam, Azka melihat Dyah yang tak sadarkan diri dan keluar darah dari bagian bawahnya, tak hanya itu saja dia marah besar seakan akan menghancurkan dunia melihat kaki Selly masih berada di tubuh istri kesayangannya.


" Beraninya kau " teriak Azka, menembak Selly tanpa ampun mengakibatkan dia mati setempat. Mendengar suara tembakan dari dalam Akbar dan Xanders masuk ke dalam.


Akbar dan Xanders terkejut melihat Selly sudah berlumuran darah dan Dyah tak sadarkan diri dengan darah keluar dari bagian bawahnya, sedangkan Azka termenung menatap kosong ke arah Dyah yang pingsan.


Xanders menghubungi anak buahnya menyungkirkan Selly yang telah menjadi mayat mereka membawanya ke markas memperlihatkan pada orangtuanya, Xanders menepuk punggung Akbar agar menyadarkan Azka karena harus membawa Dyah ke rumah sakit secepatnya.


Xanders dan anak buahnya meninggalkan lokasi bersama mayat Selly sebelum itu ia mengurus semuanya agar tak terekspor oleh polisi dan media.


" Tuan muda ayo kita bawa nona muda ke rumah sakit secepatnya" kata Akbar, menepuk punggung Azka.


Azka sadar dari tatapan kosong segera mendekati istrinya.


" Sayang tenanglah kita akan segera ke rumah sakit" kata Azka, menggendong istrinya segera menuju mobilnya.


Azka masuk ke dalam mobil menggendong Dyah di pangkuannya sedangkan Akbar mengendarai mobil menuju rumah sakit, sebelum berangkat Akbar segera menghubungi pihak rumah sakit dan Gracya yang masih berada di rumah sakit.


Markas.

__ADS_1


Xanders dan lainnya sudah sampai di markas tanpa membuang waktu Xanders membawa tubuh Selly ke tempat orangtuanya.


" Selly" teriak orangtuanya melihat tubuh putrinya yang sudah berlumuran darah.


" Kalian tahu apa yang telah perbuat oleh putri kalian dia telah berani mencelakai istri tuan muda Azka, sebaiknya kalian berdoa agar istri tuan muda Azka selamat kalau tidak kalian akan menyusul putri kalian" kata Xanders, meninggalkan mereka menangis sambil memeluk tubuh kaku putrinya.


" Mami mungkin ini salah kita yang terlalu memanjakannya hingga berbuat seperti ini dan kita harus kehilangan putri kita" kata Robert, memeluk tubuh istrinya.


Violita menanggukan kepalanya membenarkan perkataan suaminya mereka memang terlalu memanjakan putri mereka, sekarang mereka hanya bisa menyesali yang telah terjadi pada putrinya.


Rumah sakit


Gracya berada di kantin membeli makanan untuk lainnya saat menunggu pesanan ada panggilan dari suaminya.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam, sayang mas dan tuan muda sudah menyelematkan nona muda dan sekarang nona muda pendarahan kamu bisa memberitahu lainnya" kata Akbar.


Gracya yang mendengar perkataan suaminya terkejut mendengar keadaan Dyah, setelah mengambil pesanannya segera ke ruang Aquira.


" Gracya apa yang terjadi sampai kamu menangis" kata mami Atika, Gracya pun menceritakan semuanya yang terjadi pada Dyah.


" Astaghfirrurrah, papi menantu kita hiks hiks" mami Atika memeluk suaminya papi Ammar mencoba menenangkan dirinya walau dia juga sedih.


" Kak Gracya apa yang terjadi? " Fathan, bangun dari tidurnya Gracya mencoba untuk senyum mendekati Fathan dab memeluknya.


" Kita berdoa ya agar kak Dyah selamat begitu juga si kembar" kata Gracya, Fathan menanggukan kepalanya dia dapat merasakan akan terjadi sesuatu tapi dia mencoba untuk tenang.


Mami Atika melihat Aquira yang masih tidur mendekatinya dan memeluknya.


Mobil Azka memasuki perkarangan rumah sakit mereka sudah di tunggu oleh dokter, Azka menggendong tubuh istrinya melarang semua orang mendekati tubuh istrinya.


" Biar saya yang bawa tubuh istriku" kata Azka, dengan dinginnya dokter dan suster yang berada di sana ketakutan melihat sikap dingin Azka tapi mereka harus segera melakukan perawatan pada Dyah dan kandungannya.


Dokter mengarah mereka ke ruang operasi dengan tegak Azka membawa tubuh Dyah ke sana, Akbar segera menghubungi Gracya kalau mereka sudah sampai di rumah sakit.

__ADS_1


Azka meletakan tubuh Dyah di brankar tidak lupa dia mencium keningnya dan mempersilahkan dokter untuk memeriksanya, Gracya dan lainnya segera ke ruang operasi mami Atika meminta suster menemani Aquira dan Fathan karena anak kecil tidak di perbolehkan berada di ruang operasi.


" Sayang" kata mami Atika memeluk putranya terlihat putus asa dengan mata tertuju pada ruang operasi dengan tatapan kosong.


" Dyah pasti selamat begitu juga anak kami" kata Azka, dengan dinginnya, mami Atika memenjamkan matanya dan menanggukan kepalanya papi Ammar, memukul ringan pundak pundaknya.


" Mas Dyah dan sikembar baik saja kan" kata Gracya, dengan lirihnya, Akbar menanggukan kepalanya.


Sudah dua jam berlalu operasi belum juga selesai membuat mereka di luar semakin cemas, Azka hanya menatap kosong ke arah ruang operasi membuat orangtuanya semakin khawatir.


" Sayang mas akan membeli minuman dulu kamu di sini saja" kata Akbar, Gracya menanggukan kepalanya.


" Tante Gracya yakin mereka pasti selamat Dyah orangnya kuat dan sikembar pasti juga kuat" kata Gracya, mami Atika menanggukan kepalanya.


" Tuan besar ini minumannya " kata Akbar, memberi minuman pada papi Ammar, mami Atika.


" Tuan muda ini minumannya" kata Akbar, menyerahkan minuman ke tangan Azka, Azka hanya memegang minumannya tanpa meminumannya.


Ruang Operasi.


Karena Dyah pendarahan hebat akhirnya dokter kesulitan menyelamatan mereka, apalagi jantung Dyah lemah.


" Suster tolong panggil dokter jantung dan cari darah kita membutuhkannya" kata dokter.


Melihat suster keluar mami Atika dan lainnya mendekat.


" Suster gimana menantu kami? " mami Atika. " Nyonya harap tunggu saya akan memanggil dokter jantung dan darah karena pasien banyak kehilangan darah" kata suster, meninggalkan mereka.


" Papi menantu kita" kata mami Atika, memeluk suaminya, Gracya terus memeluk suaminya Azka tetap dengan posisinya.


Mereka melihat dokter spesialis jantung masuk ke ruang operasi.


" Maaf tuan, nyonya kami membutuhkan donor darah O kebetulan stok kami habis, mungkin ada kalian yang memiliki darah yang sama " kata suster.


Melihat mereka menggelengkan kepalanya memang antara mereka tidak memiliki darah yang sama dengan Dyah, suster meminta mereka mencarinya karena Dyah harus segera mendapatkannya Akbar segera menghubungi semua karyawan perusahaan yang memiliki darah O.

__ADS_1


Akbar juga menghubungi Xanders kiranya ada yang memiki darah yang bergolongan O antara anak buah.


__ADS_2