
Universitas A
Dyah dan Gracya berada di perpustakaan mencari buku untuk belajar, keadaan perpustakaan ramai dengan mahasiswa mencari buku yang mereka butuhkan untuk proses belajar.
Gracya hanya bisa menghela nafasnya melihat Dyah melamun di tempat duduknya dan buku di hadapannya, dia masih penasaran kenapa sahabatnya ini mencari kontrakan apakah dia di pecat atau ada masalah lain yang sedang dia hadapi.
Tanpa sadari Dyah merintikan air matanya membuat Gracya terkejut melihatnya menangis tanpa suara.
" Dyah katakanlah apa yang terjadi padamu" kata Gracya menjadi khawatir dengan sahabatnya, dia memeluk Dyah.
Dyah memeluk erat sahabatnya itu sambil mengeluarkan kesedihannya, beruntung mereka duduk di sudut hingga tak ada yang menyadarinya. Tapi ada 3 pasang mata yang melihatnya karena mereka duduk di belakang Dyah dan Gracya.
" Dyah aku tak tahu apa masalahmu, ku harap kamu tegar menghadapinya tidak ada masalah yang tak dapat selesaikan" kata Gracya, menepuk punggung Dyah, Dyah hanya menangis dalam pelukan Gracya.
" Sepertinya dia ada masalah besar sejak di kantin dia hanya melamun" kata Lionel.
" Apa ini ada hubungan dengan pria yang beberapa bulan lalu ke kampus kita bersama anaknya" kata Rayyan.
__ADS_1
" Maksudmu ini masih berhubungan dengan masalah waktu itu" kata Rayyan, Lionel mengangkat bahunya.
Farel tidak mendengar pembicaraan sahabatnya dia hanya fokus melihat kesedihan Dyah.
" Seandainya aku dapat mengurangi kesedihanmu" guman Farel yang masih dapat di dengar oleh kedua sahabatnya.
" Jika kamu ingin mengurangi kesedihannya tidak ada larangannya" kata Rayyan.
" Farel kami tahu kamu menyukainya sejak masa perkenalan, jika kamu tidak mendekatinya dia akan semakin menjauh" kata Lionel, menepuk punggung sahabat, Farel hanya mendengarkannya.
Helena dan asistennya menemui pihak WO membicarakan pernikahanmya dengan Azka, Helena tak sabar lagi pernikahannya dengan Azka terlaksana.
" Helena, apakah kamu sudah mendekati putrinya? " asistennya, Helena hanya tersenyum.
" Apakah kamu akan memasukannya ke panti asuhan? " asistennya lagi, melihat Hanny diam.
Hanny menatap asistennya. " Kamu kira aku akan suka merawat anak orang lain, aku hanya ingin putriku yang akan menguasai semuanya" kata Helena dengan senyuman penuh kelicikan, aisten Helena hanya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Di kediaman keluarga Alexanders.
Mami Atika dan papi Ammar sedang berada di taman sedang menemani cucunya bermain.
" Papi, apakah cucu kita akan bahagia jika mengetahui papinya menikahi wanita lain? " mami Atika, mengawasi Aquira.
"Papi tak bisa menjawab pertanyaan mami, kita hanya berharap kebahagiaan mereka " kata papi Ammar, menghela nafasnya dengan berat.
" Papi jika pernikahan ini benar terjadi bagaimana dengannya" kata mami Atika.
" Apa maksud mami? " papi Ammar, menatap tajam ke arah istrinya.
" Papi jangan menatap mami seperti itu, papi pasti tahu maksud mami putra kita itu sudah memberinya harapan. Mami curiga dia mulai sudah jatuh cinta pada putra kita" kata mami Atika, membicarakan Dyah.
" Mami tak ingin pernikahan putra kita ini menyaktiki seorang gadis yang tak bersalah" kata mami Atika, papi Ammar hanya bisa menenangkan istrinya.
Aquira yang tidak tahu dengan semuanya ini asyk bermain dengan sepedanya, tidak ada yang tahu dengan pasti ketika gadis kecil ini mengetahui pernikahan Azka dengan wanita lain bukan dengan sosok yang selama ini dia sebut kata Bunda.
__ADS_1