
Dyah menaiki motor yang di berikan oleh Azka padanya dia pulang menuju kediaman keluarga Alexanders, masalah video kreatif dan tanda tangan mereka tidak kena hukuman karena video yang mereka rekam menarik hingga mengundang tawa.
Dalam perjalanan Dyah melihat mobil Azka berhenti di tepi jalan tapi merasa ada yang aneh, dia melihat sekelompok preman mengarahkan senjata pada Azka.
" Tuan muda" guman Dyah, melihat sekitarnya ternyata jalan sepi apalagi hari mulai gelap.
Dyah menghentikan motornya tepat di belakang mobil Azka, dengan hati-hati Dyah mengendap memperhatikan keadaan.
Flashblack
Perusahaan Alexanders Group.
Azka bersiap pulang ke kediaman keluarganya merapikan barangnya dia memakai jasnya ketika membuka pintu terlihat Akbar di depan pintu ruangannya.
" Akbar, kamu tidak pulang?" Azka. " Tuan muda saya menunggu anda" kata Akbar.
Azka menanggukan kepalanya. " Kamu kembalilah ke apartemenmu biar saya pulang sendiri " kata Azka.
" Baik tuan muda" kata Akbar, mereka memasuki life dan menaiki mobil menuju ke tempat masing-masing.
Dalam perjalanan mobilnya di halangi oleh beberapa orang.
__ADS_1
" Bos sepertinya ini orang kaya lihat saja mobilnya" kata ketua penjahat, Azka menatap mereka dengan tajam dan keluar dari mobil.
" Wah lihat ternyata diaberani juga, bos lihat penampilannya sepertinya dia seorang bos dan kita pasti mendapatkan sesuatu yang berharga" kata anak buahnya.
" Katakan apa mau kalian " kata Azka dengan dinginnya, para preman tersenyum cemeeh.tiba-tiba tiba saja ketua preman mengeluarkan pistol dan mengarahkan pada Azka.
" Serahkan mobil dan barang berharga lainnya " tegas ketua preman.
Flashblack End
Dyah mendengarkan perkataan ketua preman yang ingin mendapatkan mobil dan benda berharga Azka.
" Apa yang harus ku lakukan " guman Dyah melihat sekitarnya mungkin ada yang bisa dia lakukan.
Dyah terkejut mendengar suara tembakan tanpa memikirkan dirinya menghalangi peluru yang seharusnya untuk Azka. Azka terkejut melihat Dyah sudah di depannya dengan lengannya mengeluarkan darah.
" Dyah" teriak Azka langsung menangkap Dyah ketika akan jatuh.
Deg
Mata mereka saling tatapan membuat jantung mereka berdetak sangat cepat.
__ADS_1
" Aw" Dyah merasakan sakit untuk mengalihkan pandangannya dan mengatur detak jantungnya, Azka membantu Dyah berdiri dia terlihat khawatir.
" Bos lihat ternyata dia ditolong oleh gadis cantik, hei gadis cantik sebaiknya ikut berdama kami, kami akan mengajakmu bersenang, hahaga" para preman tertawa.
" Dyah tenanglah" kata Azka, merapikan rambut Dyah, Dyah menanggukan kepalanya sambil memegang lengannya yang terluka.
Azka membalikan tubuhnya dan membuka jasnya. " Bos sepertinya dia ingin menyerang kita" bisik anak buah preman. " Kalian tunggu apa lagi serang dia" kata ketua preman.
Terjadilah perkelahian antara Azka dan para preman mereka saling serang menyerang.
Brug
Azka berhasil melukai bos preman dengan menendang perutnya hingga mengeluarka darah dari mulutnya.
" Kalian masih ingin lanjut atau pergi dari sini" teriak Azka. " Ayo kita pergi dari sini, kalian cepat bantu aku" kata ketua preman. Para preman meninggalkan Azka dan mengangkat bos mereka yang telah terluka.
" Tuan muda" ucap Dyah dengan lirihnya. " Dyah sadarlah" kata Azka, menepuk pipinya, Dyah membuka matanya meski tatapan sayu.
Azka menggendong Dyah mata mereka saling menatap, Dyah memalingkan wajahnya ke leher Azka, Azka tersenyum dengan hati-hati memasukan Dyah ke mobil.
" Kita ke rumah sakit untuk mengobati lukamu" kata Azka, Dyah hanya menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Setiba di rumah sakit Dyah di rawat oleh dokter Ryan sekaligus sahabat Azka.