
Azka berada dalam kamarnya menatap langit - langit kamarnya dia mengusap wajahnya secara kasar, Azka mendekati kasurnya menyandar kepalanya di sisi belakang.
Azka mengingat pertama kali dia bertemu dengan Dyah sikap dinginnya, kesabaran dan kasih sayang Dyah terhadap putri kecilnya dan mereka mulai dekat entah sejak kapan rasa itu hadir dalam hatinya.
" Dimana aku harus mencarimu" kata Azka, menghela nafasnya dan memenjamkan matanya.
Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang.
Aquira bangun dari tempatnya berlari memanggil Dyah.
" bunda, bunda" kata Aquira sambil berlari, untung saja mami Atika keluar dari kamarnya dan terkejut melihat cucunya berlari.
" Ira" panggil mami Atika, memeluk cucunya kalau tidak Ira akan jatuh di tangga Ira terus memberontak mami Atika yang merasa kesulitan menahan cucunya yang terus bergerak.
" Papi, Azka" teriak mami Atika.Mereka segera menemui mami Atika dan terkejut melihat Aquira memberontak sambil memanggil Dyah.
__ADS_1
Azka mendekati mami Atika dan membujuk putrinya.
" Sayang mari bersama papi nanti nenek jatuh sayang" kata Azka,Ira membalikan tubuhnya dan memeluk Azka.
" Ira ingin bunda, papi ayo kita cari. Bunda pasti juga mencari kita ayo papi" kata Ira, Azka tersenyum.
" Tapi cucu kakek ini belum mandi Dyah tak mau bertemu" kata papi Ammar menggoda Ira, Ira mendekati mami Atika sambil senyum.
Mami Atika tersenyum dan mengajak cucunya ke kamar untuk membersihkan dirinya.
" Azka, kamu akan mencari Dyah kemana? " papi Ammar menatap istrinya mengajak Ira ke kamar.
Dyah sudah bersiap ke kampus sebelum itu dia ingin menemui Aquira sejak kemaren dia belum menemui nona kecilnya, dia sudah berjamji pada mami Atika sebelum Azka kembali dia dapat menemui Aquira.
Diam-diam Dyah pergi ke kediaman keluarga Alexanders dengan taksi, karena taksi akan aman menurutnya, sudah 10 menit Dyah menunggu di taksi karena dia belum berani untuk turun.
__ADS_1
Ketika akan keluar dari taksi tanpa sengaja dia melihat Azka keluar dan masuk ke dalam mobil bersama Aquira.
" Tuan muda" bisik Dyah, berusaha menyembunyikan dirinya agar Azka tak melihatnya, setelah memastikan mobil Azka menjauh.Dyah kembali menegakan tubuhnya.
" Pak kita ke Universitas A" kata Dya. " Baik nona" sahut supir. Mereka menuju Universitas A.
Dyah menatap ke arah jendela memenjamkan matanya. " Tuan muda akan menikah beberapa hari lagi sepertinya aku tak bisa menemui nona kecil lagi, wanita itu takkan menyetujuinya" kata Dyah.
Tak terasa mobil telah tiba di Universitas A ketika Dyah keluar matanya tertuju pada 2 orang yang sangat di kenalinya. Dyah melihat Aquira dan Azka di kampusnya.
" Kenapa mereka kesini sebaiknya aku cepat masuk ke kelas jangan sampai mereka melihatku" kata Dyah, dengan hati-hati menuju ke kelasnya.
Setelah berbicara dengan petinggi Universitas Aquira dan Azka mencari Dyah di Fakultas Bisnis, mereka mencarinya setiap kelas.
" Papi bunda kemana kenapa tak terlihatan" kata Aquira, dalam gendongan Azka. " Sabar sayang kita pasti menemukan bunda lihat hanya ada satu kelas yang belum kita periksa" kata azka, menunjuk kelas di sudut, Aquira menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Ketika Azka akan membuka pintu ada suara dosen yang memanggilnya dari belakang.
" Maaf tuan apa ada yang bisa saya bantu".