CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 167


__ADS_3

" Azka"


" Hahaha akhirnya kilta bertemu juga " kata Ergando, mentap tajam ke arah Azka.


Azka dan lainnya berhenti berkelahi dan menoleh ke arah suara.


" Kau" Azka, menatap tajam ke arah Ergando akhirnya mereka bertemu lagi setelah beberapa tahun yang lalu.


" Gimana kabarmu Azka?. Aku lihat kehidupanmu bahagia sekarang tentu memiliki istri yang cantik dan sedang hamil besar" kata Ergando, senyum mengejek.


" Ergando jaga bicaramu katakan dimana istriku dia tak ada sangkutan dengan masalah kita" teriak Azka, dengan nada tinggi.


Akbar dan Xanders mencoba untuk menahan Azka yang ingin maju menghabisi Ergando.


Di dalam


" Nona lepaskan aku, aku akan bicara pada mas Azka untuk memaafkanmu" kata Dyah, mencoba untuk membujuk Sellly.


Selly tersenyum sinis mendekati wajah Dyah dan mencengkram pipinya dengan keras hingga Dyah merasa sakit.


" Aw" seru Dyah, Sellly tersenyum melihatnya dia sangat merasa bahagia melihat Dyah kesakitan.


" Aku beritahu satu hal padamu setelah kamu dan anakmu hilang aku akan menggantikan posisimu di hidup Azka juga keluarga Alexanders" kata Selly, senyum Dyah menggelengkan kepalanya.


Berbeda di dalam berbeda pula di luar.


" Ergando masalah kita tak ada hubungannya dengan istriku" kata Azka mencoba untuk menenangkan dirinya.


Ergando duduk di kursi yang di sediakan oleh anak buahnya.


" Apa kau kata tak ada hubungannya ingat Azka selama kau bahagia aku akan mencegahnya karena aku takkan membiarkanmu bahagia, setelah kau menghabisi adik kesayanganku" tegas Ergando, menatap tajam ke arah Azka, Xanders dan Akbar mencoba untuk mencari celah menyelamatan Dyah.


" Ergando kejadiannya sudah bertahun lalu dan aku tak tahu yang terjadi padanya" kata Azka, memang tak tahu yang telah terjadi pada adik Ergando setelah mereka pisah.


Brak


" Jangan sembarangan bicaramu Azka, apa katamu tak ada hubungannya setelah kamu menolak cinta adikku dan menikahi wanita ****** itu adikku sakit dan mengakhiri hidupku, beruntung aku menghabisinya dengan merusak rem mobilnya, hahaha" kata Ergando.


Azka yang mendengar perkataan Ergando yang telah menghabisi ibu kandung dari putrinya membuatnya marah besar, dia sudah curiga bahwa ada yang sengaja merusak rem mobil almahum istrinya.


" Sial kau Ergando ternyata kamu yang menghabisinya" teriak Azka, maju di depan dan

__ADS_1


Brug


Azka memukul Wajah Ergando hingga terjatuh.


" Sial kau Azka" Ergando mengelap darah di bibirnya dan membalas pukulan Azka.


Tak ada yang berani menanggu mereka baik Xanders juga anak buah Ergando.


" Kau akan kembali kehilangan Azka hahaha, kali ini tak hanya istrimu tapi juga anak dalam kandungannya, kecuali kamu melepaskannya agar istrimu yang cantik itu bersedia bersamaku" kata Ergando, tersenyum sinis.


Azka menggengam tangannya secara kuat seakan dia ingin menghabisi orang ini sekarang.


" Azka jika kau berani melukainya sedikit saja aku akan memberi istrimu sengatan listrik" teriak Selly, memegang tegang listrik dan Dyah di pegang oleh anak buahnya. Ketika Azka akan memukul Ergando Selly membawa Dyah keluar untuk diperlihatan Ergando menghabisi Azka.


" Sayangku ternyata kamu licik juga" kata Ergando senyum smirk menatap ke arah Azka yang tegang melihat tegangan listrik terarahkan pada perut besar istrinya.


" Mas Azka" kata Dyah, air matanya berjatuhan di wajahnya melihat suaminua tepat di hadapannya.


" Sayang tenanglah kita sebentar lagi akan pulang gimana si kembar? " Azka, membuat Dyah merasa tenang Dyah menanggukan kepalanya.


Selly tersenyum bahagia melihat Dyah ketakutan dan Azka yang terlihat putus asa dengan keadaan sekarang.


" Lihat saja jika kalian melukainya sedikit saja aku takkan mengampuni kalian" teriak Azka.


" Awww" Dyah teriak dan lemas seketika.


" Sayang" teriak Azka.


" Nona" teriak Xanders dan Akbar, melihat Dyah yang sudah lemas


" Jika kamu berkata lagi aku akan melakukan hal sama pada " Selly, menunjuk perut Dyah yang membesar.


Azka menggelengkan kepalanya melihat hal ini Xanders secara sembunyi menghubungi pasukan bayangan untuk melakukan tindakan tapi harus hati-hati agar tidak ketahuan, tak jauh dari lokasi.


Pasukan bayangan di pimpin oleh Heri memberi kode pada bawahannya yang berjumlah lima puluh orang untuk mengepung lokasi, mereka secara sembunyi satu persatu menghabisi anak buah Ergando yang berada di sekitar.


" Bagaimana sekarang Azka sudah melihatnya bukan jika kamu melangkah satu saja istrimu yang menerima akibatnya" kata Ergando, senyum bahagia melihat Azka terpojok.


" Sekarang aku akan membalasmu Azka adikku di sana pasti merasa bahagia karena berhasil membalas sakit hatinya" kata Ergando.


Brug

__ADS_1


Ergando memukul wajah Azka Dyah berteriak memanggil nama suaminya.


" Lepaskan aku " kata Dyah, mencoba memberontak melepaskan diri tapi tenaganya tak sekuat anak buah Ergando.


Plak


" Beraninya kau berteriak sebaiknya kita menonton saja dan menantikan suamimu dihabisi" kata Selly, tersenyum mencengkram dagu Dyah dan melepasnya secara kasar.


Dyah merasa sakit di dagunya Selly sangat kuat mencengkramnya.


" Xanders kita harus melakukan sesuatu" bisik Akbar, melihat Azka yang sudah babak belur.


" Kamu benar Akbar kalau begini bisa memakan waktu " kata Xanders, memberi kode kalau sudah saatnya memberi pembalasan.


Dor


Xanders menembak satu persatu anak buah Ergando, Akbar menghajar anak buah lawan yang mendekat.


Azka tersenyum melihat anak buah Ergando yang mulai dihabisi oleh Akbar dan lainnya , Azka tersenyum dan berdiri menghapus darah di bibirnya.


" Sekarang giliranmu Ergando aku takkan membiarkanmu hidup atas apa yang telah kamu lakukan" kata Azka.


Brug


Azka menendang Ergando dan menyerangnya tanpa memberi ampun, Ergando juga memberi balasan sampai mereka tak ada yang menyerah sampai salah satunya jatuh.


Melihat keadaan yang tak baik untuknya Selly menarik Dyah kembali masuk ke dalam.


" Mas Azka" teriak Dyah.Azka hanya bisa melihat istrinya ditarik oleh Selly tanpa berbuat apa karena Ergando tak memberinya celah.


" Tuan muda biar kami yang melawannya sebaiknya tuan muda masuk menyelamatan nona" kata Akbar, dia dan Xanders sudah menyelesaikan urusannya.


Heri dan pasukan khusus sudah sampai di tempat Akbar dan Xanders menyerang anak buah yang melindungi Ergando.


" Ergando sekarang giliranku yang menyerangmu ingat satu hal tuan muda tak bersalah atas kejadian yang terjadi pada adikmu, tuan muda sudah menjelaskannya kalau dia tak mempunyai perasaan pafa adikmu tapi dia tak mau mendengarnya malah bertindak bodoh" kata Akbar, yang sangat geram memgingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


" Kamu jangan banyak omong tak hanya dia yang akan mati tapi kalian juga" kata Ergando, menyerang Akbar dan Xanders


Terjadilah pertarungan dua lawan satu keduanya tak memberi ampun pada Ergando yang telah melukai Azka dan Dyah, Xanders menahan Akbar yang ingin menembak Ergando yang telah tak berdaya.


" Akbar jangan biarkan tanganmu ada noda darah dari orang ini ingat istrimu, biar singaku yang menghabisinya kebetulan dia sudah lama tak mendapatkan makanan yang enak" kata Xanders tersenyum Akbar memasukan senjatanya.

__ADS_1


Xanders memberi kode pada Heri untuk membawa Ergando yang telah pingsan ke markas.


__ADS_2