
Dengan tangan gemetaran Dyah membuka surat yang dibawa oleh ibu Bella untuknya dengan hati-hati Dyah membacanya.
Setelah membacanya Dyah menangis dalam pelukan Azka sampai surat jatuh di lantai.
" Kenapa mereka lakukan ini pada kami mas, kami tidak butuh semua ini. Hiks, hiks, hiks" Dyah menangis.
" Nak kadang-kadang orang berpendapat kalau melakukan hal ini beban yang dia rasakan akan terangkat, nak terimalah ini gunakan untuk masa depan kalian berdua" kata pak Rt, memberikan surat itu pada Dyah, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Mas Toko Sembako dan rumah disini siapa yang urus? " Dyah, mengkhawatirkan keduanya saat dia sudah pergi.
" Sayang jangan cemas mas akan menghubungi kepercayaan mas untuk mengurus rumah dan Toko Sembakomu" kata Azka.
" Bu Dyah ingin Toko Sembako itu dijadikan kebutuhan bagi masyarakat disini soal harga bisa du kondisikan" kata Dyah.
Terima kasih nak selama ini pak Andre sangat menyulitkan mereka dengan menjual dengan melebihi harga pasar" kata pak Rt.
" Pak maafkan Dyah selama ini Dyah kurang mengawasinya hingga dia bisa berbuat hal seperti ini" kata Dyah, Azka mengelus punggung Dyah.
Setelah merasa tenang Dyah dan lainnya pamit pada pak dan bu Rt karena dia tak bisa meninggalkan Keanu terlalu lama. Mereka menuju bandara menaiki jet pribadi menuju kota.
Kediaman keluarga Alexanders.
Mereka berkumpul di ruang makan untuk menikmati makan siang yang telah dihidangkan oleh bibi.
" Mami kapan kak Dyah pulang?" Kata, Aquira diam menikmati makanan di hadapannya.
" Benar Pi ini sudah siang mereka belum pulang juga apakah masalahnya belum selesai?" mami Atika.
" Sebaiknya kita tunggu Azka pasti akan menghubungi kita " kata papi Ammar, Keanu dan mami Atika menanggukan kepalanya.
Bibi Ina menuju ke ruang makan dengan membawa telepon di tangannya.
" Maaf tuan ini ada telepon dari tuan muda katanya dia sudah menghubungi HP anda tapi tidak aktif" kata bibi Ina, menyerahkan telepon pada papi Ammar.
"Pasti HP papi di kamar sedang di cash" seru mami Atika.
Papi Ammar mengangkat panggilan dari putranya.
" Assalamualaikum, nak kapan kalian akan pulang ini Keanu dan mami tanya sedangkan putrimu malah asyik makan" kata papi Ammar, tertawa.
" Pi kami akan pulang sore ini " kata Azka.
" Baiklah, Waalaikumsalam" . Mereka menutup panggilannya.
__ADS_1
Mereka menatap ke arah papi Ammar minta penjelasan, papi Ammar melihat mereka dengan senyuman.
" Mereka akan pulang sore " kata papi Ammar. " Asyik bunda pulang" kata Aquira histeris mendengarnya. Mereka tertawa melihat Aquira.
Bandara
Jet pribadi sudah tiba di kota Akbar menghubungi supir untuk menjemput mereka di bandara.
" Terima kasih pak Collin atas bantuannya" kata Dyah.
" Sama - sama nona jangan lupa kirim undangannya dan ini surat anda" kata Collin memberikan surar pada Dyah, Collin pamit kembali ke rumahnya dengan menaiki taksi.
Taklama supir datang menjemput mereka kembali ke kediaman keluarga Alexanders.
" Pak pelan-pelan jalannya" kata Azka, melihat Dyah sudah tertidur disampingnya.
" Baik tuan muda" sahut supir. Akbar tersenyum.
Keadaan dalam mobil kembali sunyi Azka merasa lelah memenjamkan matanya.
Tin tin tin
Satpam membuka pintu gerbang memberi hormat setelah tahu siapa yang datang Akbar membuka pintu untuk mereka, Azka memintanya untuk diam.
Azka merapikan rambut Dyah yang menutupi rambutnya dengan hati-hati dia menggendong Dyah, Akbar memencet bel.
" Tuan muda" kata bibi Sumi.
" Ups, " Azka membawa Dyah ke kamarnya. Akbar juga pamit kembali ke apartement.
Bibi Sumi menemui mami Atika dan lainnya di ruang tengah.
" Bibi siapa yang datang? " mommy Atika.
" Tuan muda dan Dyah nyonya, saat ini tuan muda membawa Dyah ke kamar sepertinya Dyah tertidur" kata Bibi Sumi.
" Mi biarkan mereka istirahat besok baru kita tanya pada mereka" kata papi Ammar, mami Atika menanggukan kepalanya tidak jadi ke kamar putranya.
Kamar Azka.
Azka membuka pintu kamarnya dengan hati-hati agar tidak menanggu Dyah tidur, dia membaringkan Dyah ke atas kasur.
" Mas" kata Dyah, memegang tangan Azka, Azka tersenyum mengelus rambutnya. " Tidurlah lagi kita ada di kamarku" kata Azka.
__ADS_1
Dyah menanggukan kepalanya kembali memejamkan matanya Azka mencium keningnya tidak lupa menyelimutinya, Azka keluar menuju dapur.
" Bibi" kata Azka.
" Ya tuan muda" sahut bibi Ina
" Bi tolong siapkan makan malam aku akan makan malam di kamar" kata Azka.
" Dyah, tuan muda" kata bibi Ina.
" Nanti akan kuberitahu dia masih istirahat" kata Azka, bibi Ina menanggukan kepalanya menuju dapur mempersiapkan makan untuk tuan muda Azka.
Azka kembali ke kamar tapi suara mami Atika menghentikannya.
" Nak gimana Dyah? " mommy Atika, Azka tersenyum. " Dyah baik saja mi dia masih istirahat Azka naik dulu nanti Dyah bangun" kata Azka,ami Atika menanggukan kepalaya kembali menemui suaminya di ruang tengah.
Fathan sedang mengerjakan tugas sekolahnya di temani Aquira asyik mewarnai.
Tok tok tok
" Masuk bi pintunya tidak terkunci" kata Azka.
Bibi Ina masuk membawa makanan diletakan diatas meja kemudian pamit kembali ke dapur, Azka menutup berkasnya melihat keadaan Dyah yang masih tidur Azka memakan makananya sebelum Dyah bangun.
Hari menunjukan jam 11 malam Dyah bangun melihat Azka tidur di sofa panjang dengan berkas di dadanya, Dyah tersenyum bangun menuju ke dapur karena dia merasa lapar.
Saat Dyah membuka lemari ternyata makanan sudah habis dia melihat kulkas.
" Buat nasi goreng saja lebih cepat" guman Dyah, saat memotong bawang ada tangan yang memeluknya dari belakang.
" Astaghfirrurrah , mas buat Dyah kaget" kata Dyah, tersenyum. " Sayang kamu lapar maaf mas lupa kasih tahu bibi untuk menyiapkan makan malam untukmu, mas akan panggil bibi Ina" kata Azka.
" Jangan mas bibi Ina pasti lelah Dyah hanya buat nasi goreng, mas duduk dulu biar Dyah nggk susah geraknya" kata Dyah, Azka tersenyum duduk di kursi sambil memperhatikan Dyah masak.
" Mas juga mau?" Dyah, Azka tersenyum dan menanggukan kepalanya. Dyah membuat nasi goreng dengan campur petai.
"Sayang kamu beri ini" kata Azka, melihat nasi goreng di hadapannya.
Dyah tersenyum dan memakan nasi gorengnya Azka hanya menggelengkan kepalanya.
Bibi Ina merasa haus keluar menuju dapur untuk minum, dia terkejut melihat Dyah dan Azka makan.
" Tuan, Dyah maaf bibi lupa menyiapkan makanan untuk kalian, kenapa tidak membangunkan saya, tuan muda" kata Bibi Ina, merasa tak enak.
__ADS_1
" Tidak apa bi Dyah sudah memasak nasi goteng petai" kata Dyah, bibi Ina tersenyum.
Selesai makan Dyah tidak lupa untuk mencuci piring bibi Ina sudah melarangnya tapi Dyah tetap kekeh, selesai cuci piring Dyah dan Azka kembali ke kamar untuk istirahat.