
Azka dan lainnya masih berada di ruang operasi menunggu Dyah yang masih di periksa oleh operasi, dokter ahli jantung baru saja masuk karena Dyah mengalami jantungnya berdetak lemah dan dokter kandungan berusaha menyelamatkan si kembar.
" Bos maaf hanya kami yang memiliki darah yang bergolongan O " kata karyawan perusahaan Alexanders Group, papi Ammar melihat dua orang yang baru saja datang dan mengucapkan terima kasih atas telah datang.
Akbar segera mengetuk pintu ruang operasi dan memberitahu kalau donor darahnya sudah datang, suster mengajak dua orang ke ruang sebelah untuk diambil darahnya.
Setelah mendapatkan darah suster segera membawanya ke ruang operasi, suster memberikan susu dan bubur kacang padi pada dua pendonor.
Keadaan dalam ruang operasi menjadi tegang.
" Dokter darahnya tak mau berhenti padagal kita baru saja memberi donor" kata suster.
" Dokter bagaimana janinnya? " dokter pada dokter kandungan.
" jantungnya juga lemah dok" kata dokter kandungan.
" Tapi kita masih bisa menyelamatan anaknya bukan?" Dokter.
" Saya akan berusaha dok" kata dokter, kandungan berusaha mengeluarkan si kembar.
" Alhamdulillah kita berhasil mengeluarkan mereka" ucap dokter kandungan, merasa lega si kembar berhasil di keluarkan segera membawa mereka ruang NiCU dan dokter jantung segera memeriksa mereka karena sempat mengalami lemah jantung.
" Suster beritahu pihak keluarga kalau mereka membutuhkan observasi lebih lanjut dan harus di rawat di ruang NiCU " kata dokter kandungan.
Kret
Pintu terbuka keluar melihat hal itu mami Atika dan papi Ammar mendekatinya.
" Suster ada apa?. Apakah terjadi sesuatu? " papi Ammar, dengan raut khawatir.
" Maaf tuan nyonya saya ingin bicara pada suami pasien" kata suster, karena kabar ini harus segera diberitahu pada Azka.
" Azka" kata papi Ammar. Mendengar namanya di panggil Azka berusaha untuk berdiri untuk mendengar kabar.
" Apakah anda suami dari pasien di dalam? " suster, Azka menanggukan kepalanya.
Suster segera memberitahu Azka mengenai keadaan sikembar dan mereka harus mendapatkan perawatan intensive di ruang NICU, Azka dan lainnya terkejut mendengar berita yang di sampaikan oleh suster walau ada rasa sedikit lega karena anak kembar mereka berhasil di keluarkan tapi gimana keadaannya.
" Tuan muda" Akbar terkejut melihat Azka sudah jatuh di lantai, Azka mengusap wajahnya secara kasar.
__ADS_1
" Ya Allah anakku" ucap Azka, dengan lirihnya, menangis mengingat keadaan anak kembarnya Akbar membantunya duduk di kursi.
Gracya sedih mendengar berita yang di sampaikan oleh suster sampai dia tak bisa berkata, mami Atika dan papi Ammar hanya bisa menangis dan berdoa untuk cucu kembarnya.
" Papi Azka ingin melihat si kembar" kata Azka, mencoba untuk tegar.
" Nak kamu disini saja menunggu biar mami dan papi yang melihat anak kalian" kata papo Ammar.
" Om gimana kami saja yang melihatnya kalian di butuhkan di sini" kata Gracya, papi Ammar membenarkan perkataannya Dyah masih berada di dalam dan belum tahu kabarnya.
" Nggak aku yang akan ke sana aku harus mengazani mereka" kata Azka, mengingat dia harus mengazani anak kembarnya. Mereka membenarkan perkataan Azka si kembar harus diazankan papi Ammar meminta Gracya dan Akbar untuk menemani putranya.
Azka, Akbar dan Gracya menuju ruang NICU. " Suster ini tuan Azka dia papi dari bayi kembar yang baru lahir di ruang operasi" kata Akbar, pada suster jaga.
" Suster saya ingin mengazani anak kami" kata Azka, dengan lirrihnya.
" Silahkan tuan tapi harap anda hanya mengazani agak jauh karena pasien masih di rawat melalui inkubatur karena mereka harus mendapatkan rawat intensive selain keadaan yang baru terjadi mereka juga lahir belum waktunya" kata suster, menunjuk ada dua inkubatur di sana.
" Tuan muda bayi anda keduanya laki-laki " kata suster, Azka tersenyum pahit melihat keadaan putra kembarnya melihat banyak alat yang terpasang ditubuh kecilnya.
Suster mempersilahkan Azka masuk sedangkan Gracya dan Akbar menunggu di luar.
" Sayang anak papi" kata Azka, dengan sedih melihat keadaan putra kembarnya.
Azka mengazani putranya satu persatu Gracya menatap sedih dengan keadaan anak kembar dari sahabatnya.
Saat Azka sibuk dengan anak kembarnya di ruang operasi terjadi ketegangan tiba saja jantung Dyah berhenti berdetak.
Tinnnnnnn
" Dokter jantung pasien berhenti berdetak" kata suster.
Dokter spesial Jantung segera memasang alat pacu jantung ke tubuh Dyah.
" Suster tambah ritmenya" kata Dokter ,jantung Dyah tidak merespon makanya dokter meminta suster meningkatan menjadi 200 joule .
Di saat dokter berusaha mengembalikan jantung Dyah berdetak kembal di alam bawah sadar Dyah.
Dyah berdiri di sebuah taman yang sangat indah dia merasa bahagia berada di sana.
__ADS_1
" Dyah"
Dyah mendengar suara yang memanggilnya suara tersebut terdengar sangat lembut, Dyah mencari suara yang memanggilnya dia melihat seorang wanita duduk di sebuah kursi ditemani banyaknya kupu-kupu yang indah.
Wanita tersebut membalikan tubuhnya dengan senyuman yang indah Dyah terkejut melihat wanita di hadapannya karena dia cukup mengenalnya karena mami Atika pernah memperlihatkan foto ibu kandung Aquira, saat mereka akan segera menikah mami Atika ingin Dyah mengetahui sosok istri pertama Azka.
" Sepertinya anda mengenal saya" kata sosok wanita.
",Anda adalah ibu kandung Aquira mami pernah memperlihatkan foto anda " kata Dyah.
Wanita itu tersenyum mengajak Dyah duduk dan bicara berdua, mereka membicarakan banyak hal.
" Saya mengucapkan banyak terima kasih karena anda telah menjaga Aquira dan Azka" kata wanita itu, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Maaf ini dimana tempat yang indah sepertinya saya ingin tinggal disini" kata Dyah.
Wanita itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
" Tempat ini memang indah tapi belum waktunya anda berada disini, saya mohon jagalah mereka selamanya" kata wanita itu, mendorong Dyah ke arah cahaya.
Tinnnnn
" Dokter jantung pasien kembali berdetak walau lemah" kata suster, Dokter merasa lega jantung Dyah kembali berdetak.
Dokter kembali melanjutkan pemeriksaan pada Dyah dan menjahit perutnya.
" Sepertinya pasien mengalami koma karena banyaknya darah yang keluar dan terlihat banyak luka di tubuhnya apalagi pasien mendapatkan sengat listrik" kata dokter.
" Sebaiknya pihak keluarga di beritahu suster bawa pasien ke ruang ICU" kata dokter, suster menanggukan kepalanya.
Dokter keluar dari ruang operasi bertepatan dengan Azka kembali.
" Dokter gimana istriku" kata Azka, datang dan langsung bertanya pada dokter.
" Pasien sempat kehilangan detak jantungnya tapi alhamdulillah, tapi sekarang pasien dalam keadaan koma dan sudah di pindahkan ke ruang ICU" kata Dokter, pamit harus memeriksa pasien lainnya.
Azka menjadi emosi mendengar perkataan dokter.
" Azka" pekik mami Atika, menutup mulutnya melihat putranya memukul dinding sampai terluka.
__ADS_1
Papi Ammar memeluk putranya. " Papi ini salahku seharusnya aku lebih cepat menyelamatkan mereka, mereka pasti baik saja " kata Azka, menangis di pelukan papi Ammar.
papi Ammar menenangkan putranya setelah merasa tenang mereka menuju ruang ICU dimana tempat Dyah mendapatkan perawatan intensive.