CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Pantai


__ADS_3

Azka dan lainnya sudah sampai di pantai dengan bahagia Aquira mengajak Dyah bermain air.


" Bunda ayo cepat kita kesana" Aquira menarik tangan Dyah, Dyah tersenyum mengikutinya. Azka hanya menyaksikan mereka sambil membawa bekal yang telah di siapkan.


" Mereka seperti anak kecil saja"guman Azka tersenyum melihat putrinya berlarian dan Dyah mengejarnya.


" Ayo bunda tangkap aku" kata Aquira berlarian ke tempat Azka, Dyah mengejarnya ketika Dyah hampir menangkapnya tapi bukan Aquira yang dia peluk tapi Azka.


Azka merasakan ada yang aneh begitu dia melepas pelukannya terkejut bukannya Aquira tapi Azka, Dyah merasa gugup dan ketakutan kalau Azka akan marah besar.


" Tuan muda maafkan saya, saya kira tadi nona" kata Dyah dengan gugupnya, Aquira yang berada di belakang Azka menahan tawanya dengan menutup mulutnya.


Azka berdiri dengan dinginnya dan tangannya di pinggangnya.


" Ira keluar sekarang jika tidak papi akan membawa bunda, ayo Dyah" kata Azka, Dyah menatap Azka yang tersenyum.


" Papi jangan bawa bunda" kata Aquira keluar dari tempat persembunyiannya.

__ADS_1


" Kau lihat sendiri dia sudah keluar dari persembunyiannya" bisik Azka pada Dyah, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Ira ada permainan di sana ayo kita kesana" kata Dyah melihat ada permainan untuk anak-anak.


Mereka menuju permainan dimana banyak anak yang sudah mengantri untuk bermain.


" Sekarang kau ikut denganku" kata Azka." Tuan muda, nona" kata Dyah melihat Aquira yang asyik bermain.


" Dia tidak apa lihat dia merasa bahagia bermain dengan seumurannya" kata Azka, membawa Dyah ke suatu tempat.


Azka mengajak Dyah kepantai mereka berdiri di tepi dengan kaki mereka menyentuh air laut, mereka saling berdampingan tanpa ada suara antara mereka.


" Tuan muda" kata Dyah merasakan nafas Azka di lehernya. " Diamlah tenang saja aku hanya ingin seperti ini sebentar" kata Azka.


Tidak ada suara antara mereka yang ada hanya hembusan nafas keduanya, Dyah memenjamkan matanya tak tahu apa yang terjadi pada jantungnya berdetak sangat cepat.


" Tuan muda nona " kata Dyah mencoba mengalihkan perhatian Azka karena tskut jika dia mendengar detak jantungnya.

__ADS_1


Azka melepas pelukannya. " Ayo kita jemput dia kebetulan sudah waktunya makan siang" kata Azka memegang tangan Dyah, Dyah merasa malu dengan perilaku Azka padanya.


Azka dan Dyah kembali ke tempat Aquira disana terlihat putrinya masih senang bermain , Dyah mengelus dadanya karena Aquira baik saja.


" Ira ayo kita makan dulu lihat bundamu sudah kelelahan" kata Azka, Dyah memandang Azka tanpa berkedip tetapi Azka hanya diam.


" Bunda lelah ya ayo kita makan Ira tak ingin bunda jatuh sakit" kata Aquira memegang tangan Dyah, Dyah menurutinya sedangkan Azka tersenyum tipis.


Mereka pergi ke tempat dimana perlengkapan berada Dyah membuka bekalnya dan memberikan pada Azka dan Aquira, mereka menikmati makanan dengan menikmati hembusan ombak dihadapan mereka.


" Setelah makan kita pulang kakek dan nenek pasti khawatir apalagi hari sudah panas" kata Azka, Aquira menatap papinya karena dia masih ingin bermain.


" Sayang kita pulang dulu ya nanti kesini lagi dan kita akan ajak kakek dan nenek juga kak Fathan bermain bersama" kata Dyah memberikan pengertian pada Aquira.


Dyah juga memikirkan adiknya pasti sudah pulang dari sekolah, setelah makan Dyah merapikan perlengkapan mereka dan masuk ke dalam mobil kemudian mereka kembali ke kediaman Alexanders.


Terlihat sebuah mobil menuju ke kediaman Alexanders satpam membuka pagar untuk mobil tersebut.

__ADS_1


Ada seorang wanita cantik keluar memencet bel, bibi membuka pintu.


" Azka ada " kata seorang wanita membuka kaca matanya.


__ADS_2