
Helena bertemu dengan Lana Kurniawan di bar saat itu Helena merasa sedih karena Azka pergi meninggalkannya ke negara asalnya.
Helena meminum untuk menenangkan hatinya yang merasa kecewa karena kepergian Azka, kebetulan Lana Kurniawan berada di tempat yang sama, dia berada di sana untuk bertemu klien.
Setelah kepergian kliennya Lana Kurniawan masih berada di sana untuk menghabiskan waktunya bersama wanita. tiba saja matanya tertuju pada sosok yang menangis sambil meminum wine dia terus menatap wanita itu.
Helena yang sudah mabuk berusaha untuk berdiri dengan bersusah payah dia memegang kepalanya yang merasa pusing, dengan kesulitan untuk berjalan dia terus melangkahkan kakinya.
Brug
Tanpa sengaja Helena jatuh di meja dia memegang kepalanya berusaha untuk bangun.
" Biar aku yang membawanya " kata Lana, pada weiters yang ingin menolongnya, weiters menanggukan kepalanya memberikan Helena yang tak sadarkan diri pada Lana Kurniawan.
Weiters pamit untuk melanjukan pekerjaannya Lana membimbing Helena ke mobilnya.
Dalam mobil Lana.
Helena yang tak sadarkan diri terus menigau menyebut nama Azka.
__ADS_1
" azka, kau jahat meninggalkanku sendiri bahkan lebih kembali menemui anakmu bersama istrimu yang meninggal itu" teriak Helena dengan histeris.
Lana tersenyum menemukan sesuatu yang dapat menghancurkan Azka untuk selamanya.
Semenjak Lana mengetahui Helena adalah pacar dari Azka dia terus mendekati Helena, hingga suatu hari memberinya kesempatan untuk mendekati Helena.
Saat itu Helena ada sesi pemotretan tiba seorang heaters yang ingin melukainya karena Helena artis kesukaannya tidak mendapat projek, heaters tersebut dengan senyuman licik mendekari Helena dengan senjata di tangannya.
Entah kenapa suatu yang telah di rencanakan Lana juga berada disana karena dia sebagai sponsor dalam pemotretan ini, ketika dia akan masuk ke dalam mobil setelah urusannya selesai tak sengaja dia melihat orang yang ingin mencelakai Helena.
Lana terus memperhatikan orang itu dan terkrjut melihat ada senjata di tangannya, Lana mengikuti heaters tersebut.
" AAA" teriak Helena, menutup matanya tapi dia tak merasakan sakit, ketika dia membuka matanya terkejut melihat Lana menahan senjata itu dan tangannya berdarah.
Taklama polisi datang membaca heaters ke kantor polisi.
" Kamu tidak apa-apa? " Helena dengan gemetaran, Lana tersenyum, asisten Lana membawakan kotak p3k dan Helena mengobati lukanya meski dia gemetaran.
" Kita bertemu lagi walau harus seperti ini" kata Lana, Helena melirik Lana yang sedang menahan sakit.
__ADS_1
Semenjak itu mereka dekat dengan perhatian yang diberikan oleh Lana membuat Helena merasa nyaman, apalagi Azka jarang menghubunginya bahkan tak pernah sekalipun.
Ketika mendengar Azka akan mengajukan proposal untuk kerja sama dalam pembuatan penginapan itu tak disia-siakan oleh Lana, dengan bujukan rayunya dia berhasil membujuk Helena menemuinya untuk memecah konsentrasinya.
Helena yang merasa sakit hati karena Azka meninggalkannya begitu saja menerima saran Lana untuk membalas sakit hatinya.
Kembali ke hotel.
Azka tersenyum mengetahui Helena bekerja sama dengan Lana untuk menghancurkannya.
Prok prok prok
Azka membuka pintu kamar hotel dengan keras sambil menepuk tangannya dan Akbar di belakangnya.
" Azka" kata Helena dengan suara gemetaran dan takut melihat Azka datang, dia langsung berdiri dan mendekatinya.
" Azka ini bukan seperti yang kamu fikirkan" kata Helena, Azka tersenyum dan menatap tajam ke arah Helena membuat Helena mundur beberapa langkah.
Azka mendekati Lana yang tersenyum. " Beraninya kau bermain denganku dengan memanfaatkannya" kata Azka dengan menarik kerah baju Lana.
__ADS_1
" Hahaha"