CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 76


__ADS_3

Azka masih berada di ruang rapat hingga tidak mengetahui kalau Helena sudah berada di perusahaannya.


Suasana rapat menjadi tegang karena Azka menunjukan wajah dinginnya mendengarkan penjelasan dari tiap divisi, kepala divisi dari tiap bagian merasa ketakutan melihat Azka menatap mereka.


Helena keluar dari life menuju ruangan Azka karena ruangan sekretaris kosong resepsionis mempersilahkan Helena masuk dan menunggu Azka di dalam.


Dengan senyuman manis Helena memandang suasana ruang kerja Azka, Helena meletakan tasnya di sofa kemudian dia mendekati kursi kebesaran Azka, tangannya mengelus meja dan kursi Azka.


" Semuanya ini sebentar lagi akan menjadi miliku dan anaknya itu setelah aku menikah dengan Azka akan minta putrinya di titip di panti asuhan, Aku akan menguasai semuanya" guman Helena, memutar kursi Azka sambil senyuman.


Rapat yang telah berjalan tiga jam membuat Azka marah besar karena kepala divisi tidak memenuhi keinginan Azka, Azka menutup rapatnya dan meminta mereka untuk membenarkan laporannya.


" Mereka itu sudah lama bekerja di sini masih saja berbuat salah dalam membuat laporan" kata Azka, menarik dasinya sambil menghela nafasnya.


Akbar tahu kalau sahabatnya marah besar dan mengeluarkan emosinya pada mereka, dia tahu kalau kesalahan kepala tiap divisi tidak separah itu.

__ADS_1


Kemudian mereka keluar dari ruang rapat nenuju ruangannya, sekretaris merapikan berkas untuk di periksa oleh Azka. Ketika membuka pintu ruangannya Azka terkejut melihat Helena dengan senyuman duduk di kursinya.


Akbar dan sekretaris saling memandang. " Kamu tahu tentang hal ini" kata Akbar pada sekretaris Azka.


" Maaf pak saya baru saja membuka pesan dari resepsionis katanya ada calon bos yang datang" sekretaris berbisik pada Akbar.


Akbar menanggukan kepalanya dan memerintahkan sekretaris Azka kembali ke ruangannya.


" Halo Helena sudah lama kita tidak bertemu" kata Akbar, karena Azka hanya diam.


" Hampir 2 tahun kita tak bertemu Akbar, ku tak menyangka kalau kamu masih menjadi asisten Azka" kata Helena, senyuman paksa karena dia tahu kalau Akbar tidak menyukainya, Akbar membalasnya dengan senyuman tipis.


" Aku kesini mengajakmu mengurus pernikahan kita" kata Helena, Azka melepas tangan Helena dari lengannya dan berdiri menuju kursinya.


" Kamu urus saja sendiri bersama pihak WO, karena saya sedang sibuk " kata Azka, menghidupan laptop.

__ADS_1


Helena mendekati Azka dan memeluknya dari belakang.


" Tapi aku ingin kita mengurusnyabersama sayang, ini pernikahan kita sayang tidak mungkin aku yang mengurusnya sendiri" Helena berupaya membujuk Azka.


" Helena, aku sedang sibuk ada masalah yang harus ku urus, kamu ingin mengurusnya sendiri atau semuanya tunda" kata Azka, melepas tangan Helena dari pundaknya.


" Baiklah sayang ku pergi dulu ada janji dengan pihak WO" kata Helena tersenyum paksa, mencium pipi Azka. Dengan perasaan kesal keluar dari ruangan Azka.


Azka mengusap wajahnya secara kasar, Akbar melihat sedih keadaan sahabatnya.


" Azka, kamu sudah yakin dengan pernikahan ini, bagaimana dengan putrimu dan gadis itu?" Akbar.


" Aku akan membicarakan hal ini pada Aquira, dia bahagia karena memiliki mami baru" kata Azka.


"Ku harap kamu tidak berbuat kesalahan, Azka menurutku kamu harus memberi penjelasan padanya agar dia tidak terluka" kata Akbar, membicarakan soal Dyah.

__ADS_1


Azka menanggukan kepalanya. " Baiklah aku kembali keruangan, Azka sebelum pernikahan ini terjadi fikirkanlah lagi tidak untuk mereka tapi demi dirimu sendiri dan jangan lupa bicaralah oada gadis itu dia berhak mendapat penjelasan darimu" kata Akbar, meninggalkan ruangan Azka.


Azka menghela nafasnya. " Bagaimana aku menjelaskannya"


__ADS_2